
Galen menutup ponselnya, Ia takut dirinya semakin tidak bisa menahan adik kecilnya yang sedang menegang, Galen gelisah sendiri, Ia mencoba untuk memenangkan dirinya dengan mendengarkan musik kesayangannya, sesekali ia bernyanyi-nyanyi kecil, lumayan untuk menahan gejolak itu, setidaknya Ia sedikit lupa akan keinginannya untuk mengeluarkan adik kecilnya.
Sementara itu Fiona merasa tidak nyaman dengan suara Galen yang membuat kuping Fiona merasa panas.
"Ya ampun! Galen ... ih berisik banget sih, Elu tahu nggak sih ini jam berapa? Gue mau tidur!" ucap Fio kepada Galen sembari membuka selimut yang menutupi tubuhnya, nampaklah kembali tubuh Fio yang memperlihatkan belahan kedua gunung kembarnya yang menantang itu.
Lagi-lagi Galen harus melihat pemandangan yang membuat adik kecilnya berdiri kembali, Galen mencoba untuk tidak melihatnya terlalu dalam, entah kenapa mata lelakinya tidak bisa berpaling dari sana.
"Apa sih! Ya udah tidur aja, Gue lagi tes vokal tahu nggak," jawabnya mengelak.
"Tes vokal tes vokal, yang ada tuh Elu berisik banget, eh tadi Elu lihat video apaan sih, bikin kuping Gue panas banget!" tanya Fio penasaran.
"Hah? Video ... oh itu hehehe, kenapa Elu mau lihat? Video tutorial kok!" jawabnya sambil cengar-cengir.
"Video tutorial? Tutorial apaan?" tanya Fio menyelidik.
"Bentar ya!"
Galen mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video yang baru saja ia lihat.
"Beneran Elu mau lihat? Tapi awas saja kalau Elu teriak-teriak!" ucap pria tampan itu.
__ADS_1
Kemudian Fiona spontan duduk di sebelah Galen dan tentu saja Galen semakin berkeringat dingin saat tubuh Fiona begitu dekat dengannya.
Fiona merasa biasa saja, Ia menganggap jika Galen hanya sahabat nya dan tidak mungkin Galen berbuat macam-macam kepadanya. Sehingga Fiona tak malu meskipun dirinya hanya memakai baju minim sekali pun apalagi Galen adalah suaminya.
Lain halnya dengan Galen, Fiona memang sahabat nya, namun jiwa laki-laki nya tak bisa dibohongi, Ia sangat terganggu pemandangan yang menunjukkan keindahan lekuk tubuh wanita.
Sejenak Galen mengatur nafasnya dan mencoba rileks, sementara Fiona sudah bersiap untuk melihat video tutorial yang akan di tunjukkan oleh sahabatnya itu.
"Mana videonya? Kok malah bengong sih!" seru Fiona.
"Iya iya bawel banget!" jawabnya sambil membuka galeri penyimpanan video.
"Awww Galen! Itu video apaan sih? Sumpah ya jijay banget!" seru Fio sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sementara matanya masih mengintip lewat jari-jari tangannya yang sengaja di buka.
"Akkkhh .... Akkhhh ... Akkhhh"
Terdengar suara desaahan yang keluar dari video panas itu, membuat Fiona semakin merinding, tapi Ia juga sangat penasaran.
Sementara Galen hanya bisa menahan sesak di dadanya, apalagi Fiona seolah melihat hantu, Ia spontan memeluk tangan Galen yang tentu saja membuat pria itu tidak bisa mengontrol lagi gejolak yang sedari tadi Ia rasakan.
"Astaga! Itu apaan, pils Galen Gue takut, tapi kok merinding sih Gue!" ucap Fiona sembari menyembunyikan wajahnya pada pundak Galen.
__ADS_1
Galen sepertinya sudah tidak kuat lagi, Ia segera meletakkan ponselnya dan mengusap lembut rambut Fiona.
"Sudah! Tidak apa-apa, Aku sudah mematikan video nya." ucapnya kepada Fiona yang mulai mengangkat wajahnya.
Entah kenapa Fiona tidak bisa menjauh dari Galen, rasanya berat untuk pergi menjauh dari sahabat yang kini menjadi suaminya itu.
Desiran aneh itu muncul kembali, apalagi setelah melihat video pemersatu bangsa itu membuat keduanya seolah penasaran dengan praktek dalam video tutorial itu.
Keduanya yang sama-sama penasaran, ternyata telah membuat jalinan persahabatan itu dilupakan sesaat, ciuman Galen mendarat kembali pada bibir gadis cantik itu.
"Galen!" Fiona membulatkan matanya saat Galen menciumnya begitu saja.
*
*
*
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1