
Fio merasa perutnya lapar setelah melakukan kegiatan yang sangat menguras tenaga itu, dirinya melihat wajah sang suami yang tampak kelelahan, Fio bangun dari tidurnya dan mencoba beranjak untuk mengambil piyama tidur dan memakainya, kemudian Ia membangunkan sang suami dengan mencubit hidungnya.
"Sayang Bangun!"
Galen rupanya sudah sangat kelelahan setelah bergoyang dombret bersama dengan sang istri, Ia hanya sekilas membuka matanya kemudian menutupnya lagi saat Fio mencoba membangunkan nya.
"Diih kok malah tidur lagi! Galen bangun dong! Aku lapar nih kita makan yuk!" seru Fio yang terus mencubit hidung suaminya.
"Hmm ... apa sih sayang! Ngantuk aku capek banget," jawabnya dengan mata yang masih terpejam.
"Huuu kamu kok gitu sih, kamu nggak kasihan sama aku! Udah kamu uyel-uyel, kamu kempit-kempit, sekarang Aku lapar kita makan yuk, kamu sendiri juga belum makan, kan?"
seru Fio memohon Galen untuk menemani nya makan.
"Iya bentar lima menit deh, biar otak ku ademin dulu, mana panas lagi si Otong." jawaban yang membuat Fio berpikir untuk mengerjai suaminya.
"Hmm ... dasar laki-laki, kalau udah keturutan ajah, sok sok nyuekin, awas saja hmm mana ya ... ah itu dia," ucap Fio saat melihat underwear milik suaminya yang tergeletak di atas ranjang.
Sejenak Fio menahan rasa ingin tertawa nya saat melihat underwear Galen yang bergambar Spiderman. Sejatinya Galen sangat menyukai film Spiderman. Sehingga sesuatu yang unik jika bergambar tokoh superhero kesayangannya, Galen pasti membelinya, tak perduli itu semppak miliknya. Fio mendekati Galen dan mencoba membangunkannya lagi.
__ADS_1
"Sayang! Ayo bangun..."
"Hmmm bentaarr."
Galen justru memeluk bantal nya dengan keadaan yang masih polos. Fio pun semakin hilang kesabaran nya, dan Ia pun mulai meletakkan semppak Galen pada wajah sang suami yang masih tidur itu.
"Set."
Sangat sempurna Fio meletakkan underwear Galen tepat di wajah tampannya, sontak saja Galen merasa mencium aroma yang khas yang masuk ke dalam tidurnya. Ekspresi Galen berubah menjadi meringis dan tak berselang lama kedua matanya terbuka. Dengan cepat Galen menyingkirkan semppak yang menutupi ketampanan wajahnya.
"Asseeeemmm bau apek nih njirrr, eh semppak Gue nih, kok bisa ada di muka Gue?" ucapnya sembari melihat semppak kesayangannya berada di wajahnya.
"Hmm ini pasti kerjaan kamu, kan! Awas saja kalau tertangkap Aku bikin kamu ampum-ampun nggak bisa jalan." Galen terus mengejar kemanapun Fio berlari, hingga akhirnya Fio tersandung karpet dan tubuhnya terjatuh.
"Awwww."
Tubuh Fio kini berada di bawah dengan kondisi piyama tidur nya menyingkap, sehingga kaki jenjang Fio pun terekspos sempurna, apalagi terlihat sedikit mengintip lembah kenikmatan itu yang belum tertutupi, dan Galen dengan senyum smirk nya semakin mendekati sang istri yang tampak beringsut mundur.
Galen menyeringai kemudian Ia berjongkok di depan istrinya sembari berucap. "Mau kemana kamu? Sekarang kamu tidak bisa lari lagi."
__ADS_1
Fio tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena Galen sekarang tepat berada di atas tubuhnya.
"Ampun! Ampun Sayang, Aku minta maaf, Aku lapar banget soalnya, Aku bangunin kamu nggak mau, malah ditinggal tidur, ya udah! Aku ambil semppak kamu aja biar kamu bangun, kalau nggak gitu nggak bangun-bangun juga kamunya." jawab Fio sembari mengerucutkan bibirnya. Galen tampak menghela nafasnya dan berkata kepada Sang istri. "Ya udah kita makan! Tapi ...." Galen tidak melanjutkan kata-katanya.
Fio merasa senang akhirnya Galen mau juga ikut makan bersamanya, namun Galen tiba-tiba menahan sesuatu yang membuat Fio membulatkan matanya.
"Tapi apa? Jangan bilang kalau kamu mau masuk lagi, Galen!" ucap Fio saat merasa ada sesuatu yang ingin menerabas masuk ke dalam inti kepemilikannya.
Galen menatap wajah Fio dengan wajah melasnya.
"Maaf Sayang! Sepertinya si Otong udah tahu tempat kesayangannya belum di pakaikan pelindung, ya ... maaf deh sepertinya makanannya ditunda lima menit lagi ya! Udah tanggung nih Sayang, Dia udah masuk dengan sendirinya, Aaaahhh." Galen tampak merasakan lagi kehangatan tubuh Fio.
"Ah ... Galen! Kamu nakal banget sih. Hmm ..."
"Nakal? Tapi kamu suka, kan?" bisik Galen pada telinga Istrinya dan tentu saja Fio tersenyum saat mendengar ucapan sang suami.
"Suka dong! Suka banget ...!" balas Fio sembari merasakan kembali sensasi-sensasi rasa yang diciptakan oleh sang suami.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥