I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Bonchap 5


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian.


Bryan pun telah menceritakan semuanya kepada Ruli ataupun Riris, bahwa gadis yang sudah Ia nodai adalah Zyva, putri dari Rafael Marchetti dan Ellen, yang merupakan saudari tiri dari Eve, Mommy nya Fiona.


FLASH BACK ON


Di suasana sore hari yang indah, Ruli dan Riris tampak sedang duduk-duduk di ruangan santai, tiba-tiba saja Bryan datang dan menghadap sang Papa, sudah lama Ia mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Papanya, karena Ruli pastinya akan sangat marah jika mengetahui putranya telah menodai kesucian seorang gadis.


"Pa! Aku mau bicara sama Papa dan juga Mama." seru Bryan dengan keringat yang mulai keluar dari wajah tampannya.


"Apa yang ingin kamu katakan, Bryan?" tanya Ruli sembari membuka kolom majalah yang sedang Ia baca.


"Bryan, Bryan sudah memperkosa seorang gadis, Pa!" seketika Ruli membanting majalah yang sedang Ia baca dan tangan kuatnya spontan meraih kerah baju sang anak, Ia pukul Bryan bertubi-tubi sembari berkata, "Kamu sudah sangat mengecewakan Papa, Bryan! Papa sudah pernah bilang, cukup Papa saja yang bejat, kamu jangan sampai ikut-ikutan, sekarang kamu harus menerima hukuman dari Papa!"


Bugh bugh bugh


Riris, sang Ibu yang melihat kondisi putranya yang tampak kesakitan, Ia pun tak tega melihat anak nya dipukul oleh sang suami seperti itu.


"Sudah! Cukup Pa!" Riris melerai keduanya dan menjauhkan Sang suami dari Bryan.


"Bryan! Menjauh dari Papa, pergi dari sini!" titah Riris yang tak tega melihat kondisi putranya yang sudah berdarah-darah.

__ADS_1


"Tidak, Ma! Bryan harus menanggung akibatnya, Bryan memang bersalah, dan Bryan akan menikahi gadis itu." mendengar penuturan dari sang anak, Ruli pun mulai bersikap tenang, Ia pun mencoba mengatur nafasnya dan mencoba menenangkan dirinya.


"Sayang! Kamu tidak apa-apa, kan?" Riris melihat wajah Ruli yang terlihat tegang.


"Tidak! Tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir." balas Ruli yang mencoba menenangkan istrinya. Sementara itu Bryan terlihat mendekap perutnya yang tampak kesakitan karena terkena pukulan dari sang Ayah.


Setelah Ruli bisa menenangkan dirinya, Ia pun beranjak menghampiri putranya dan berkata, "Berdiri!"


Seketika Bryan menoleh ke arah sang Papa dan mengikuti perintah nya. Bryan berdiri dengan menghadap langsung ke arah Papanya.


"Duduklah!" kemudian Ruli menyuruh Bryan untuk duduk di kursi. Dan Ruli pun juga ikut duduk di kursi.


Kemudian Bryan pun mengatakan semuanya kepada sang Ayah, Ruli dan Riris mendengarkan penjelasan putra mereka dengan seksama, sejenak Ruli memejamkan matanya, ternyata kejadian itu tidaklah sengaja di lakukan oleh puteranya, tapi Ruli tetap meminta kepada Bryan untuk bersikap sebagai seorang laki-laki sejati.


Ruli pun memutuskan untuk melamar gadis itu untuk putranya, dan tentu saja kabar itu sudah terdengar di telinga Willy, pria itu tak habis pikir, ternyata laki-laki yang dulu pernah mencintai putrinya adalah pria yang sudah membuat keponakannya menderita.


Saat itu Ellen datang ke Mansion Willy untuk memberi kabar itu, jika malam ini keluarga besar Bryan akan datang untuk melamar putrinya. Sebagai bentuk tanggung jawab Bryan yang sudah membuat Zyva kehilangan miliknya yang paling berharga.


Ellen berencana mengundang Willy untuk datang ke acara lamaran tersebut sebagai bentuk penghormatan Ellen kepada suami Eve tersebut, karena Willy juga sangat menyayangi Zyva seperti putri kandung nya sendiri.


"Saya harap, Pak Willy datang ke acara kami, akan sangat membahagiakan bagi kami jika pak Willy dan Kak Eve bisa hadir dalam acara lamaran Zyva." ucap Ellen memohon.

__ADS_1


Willy tersenyum dan berkata, "Tentu saja, Aku dan istriku akan datang!" jawaban Willy membuat Ellen senang, setidaknya putrinya masih memiliki keluarga yang masih menyayanginya, setelah kepergian Linda 19 tahun yang lalu, Ellen harus menjalani hidupnya tanpa Ibu kandungnya, Ia dan Rafael membesarkan putri mereka satu-satunya, hingga akhirnya Zyva bisa melanjutkan studinya di luar negeri. Sampai akhirnya sang putri bertemu dengan Bryan dan pria itu sudah menghancurkan hidup Zyva.


Hingga saatnya tiba, keluarga Bryan, Ruli, Riris dan tentu saja Bryan mulai datang di kediaman Rafael Marchetti, dimana sudah ada Willy beserta Eve yang sudah hadir di sana.


Ruli memperhatikan putranya yang tampak gugup, sesekali Ia mencoba menenangkan Bryan untuk santai dan rileks.


"Sudah, jangan gugup! Santai saja, semua akan baik-baik saja." ucap Ruli sembari menepuk pundak Bryan.


"Bryan takut, Pa!" jawabnya dengan gugup.


"Takut! Kenapa takut? Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu, harus gentle! Papa tidak mau kamu jadi pengecut!"


"Bryan takut saja, jika Pak Willy akan ... aduh Papa tahu sendiri, kan! Bagaimana Daddy-nya Fio itu, bisa-bisa dia menghajar Bryan, Pa!" ucapnya gemetaran.


"Ya sudah terima saja! Memang kamu yang salah, Papa sih terima saja, meskipun kamu anak kandung Papa, jika kamu memang salah, Papa tidak bisa membela kamu." ucap Ruli yang membuat Bryan semakin deg-degan.


"Yah ... Papa gimana sih! Masa anak sendiri nggak di belaian." protesnya.


"Belain kamu, sama saja Papa ini bodoh, tapi Papa yakin jika Pak Willy tidak akan sekejam itu, dia bisa melihat ketulusan hati seseorang, jika kamu benar-benar tulus ingin menikahi keponakannya, tunjukkan! Bahwa kamu adalah pria sejati, nggak usah takut!" seru Ruli yang mencoba memberikan semangat untuk putranya.


...MAAF YA! BONCHAP NYA AGAK LAMA, DISAMBI NULIS NOVEL LAINNYA. JADI, MOHON DIMAKLUMI! 🙏😊...

__ADS_1


__ADS_2