
Sementara di kediaman William Anthony, Filio terlihat gagah dengan setelan jas warna hitam, sungguh putra Willy dan Eve tersebut bak pangeran yang datang untuk menjemput permaisurinya, namun sayang ada raut wajah sedih menghiasi wajah tampan Filio Anthony.
Willy dan Eve sudah siap berangkat menuju hotel dimana mereka akan menjamu keluarga Ray sebagai calon besan mereka. Begitu pun Liora, Ibu dari William Anthony itu tampak antusias untuk bertemu dengan calon besan dan calon cucu menantu keluarga D'angelo.
"Di mana Filio? Kenapa dia belum turun juga?" tanya Liora yang belum melihat kehadiran cucunya untuk berangkat bersama.
"Biar Aku yang melihatnya Mommy!" seru Eve sembari beranjak ke atas menuju kamar Filio. Setelah beberapa saat Eve tiba di kamar sang putra, Eve melihat kamar Filio sedikit terbuka, kemudian Eve mulai membuka pintu kamar dan Ia melihat Filio yang masih berdiri di depan jendela kamarnya.
Eve mendekati sang anak sembari berkata, "Filio! Ayo kita berangkat, Daddy dan Uti sudah menunggumu di bawah!"
"Sebentar lagi Mommy, Filio akan segera turun!" jawabnya dengan tatapan yang jauh menerawang.
"Dengarkan Mommy! Kami semua menginginkan yang terbaik untukmu, kami tidak akan salah pilih, karena Mommy yakin gadis pilihan kami pasti akan membahagiakan mu, dia gadis baik-baik, ayahnya seorang pebisnis yang handal, namanya Melviano Ar Rayyan, dia merupakan rekan bisnis Daddy-mu, kami sangat tahu jika Pak Ray memiliki seorang putri yang sangat cantik, dan kami sepakat untuk menjodohkan kamu dengan putri mereka." jelas Eve sembari menepuk pundak sang anak.
Lantas Filio membalikkan badannya dan menghadap sang Mommy.
"Mommy! Filio sangat menghormati kalian berdua, Filio sangat menyayangi Daddy dan Mommy, tapi untuk persoalan cinta, Filio tidak bisa memaksakan, mungkin Filio akan menikahi gadis itu, tapi untuk mencintainya, rasanya Filio tidak akan bisa." jawabnya sembari menunduk.
Eve tersenyum kepada sang putra, sejatinya Filio belum menyadari dengan siapa Ia dijodohkan, kemudian Eve berkata. "Mommy tahu! Setelah nanti kamu bertemu dengannya, Mommy yakin kamu pasti akan suka."
__ADS_1
"Ah ... tidak mungkin Mommy! Filio hanya menyukai satu orang gadis, tidak ada yang bisa menggantikannya." ucapnya.
"Benarkah? Kamu yakin?"
"Sangat yakin Mommy!"
"Baiklah! Mommy pegang kata-katamu, jangan menyesal jika Daddy-mu memutuskan perjodohan ini, ayo cepatlah! Kami akan segera berangkat." titah Eve kepada Sang putra.
Lantas Filio menyuruh sang Mommy untuk berangkat lebih dulu, setelah itu Filio akan menyusul mereka.
"Mommy dan Daddy berangkat saja dulu, nanti Filio pasti menyusul, Mommy jangan khawatir Filio pasti datang, hanya saja Filio butuh persiapan untuk bertemu dengan gadis itu." jawabnya sembari tersenyum kepada Eve.
"Ya sudah! Jangan kecewakan kami, Kami sangat mempercayaimu." ucap sang ibu sembari menepuk bahu sang anak.
"Lebih baik kita berangkat dulu, sepertinya Filio butuh persiapan sebentar, Dia pasti datang," Seru Eve kepada Willy dan sang mertua.
Akhirnya William Anthony beserta istri dan ibunya berangkat ke hotel untuk makan malam bersama keluarga Ray, mereka juga mengajak sang putri, Fiona beserta sang menantu yang turut hadir dalam acara yang akan membuat hidup Filio dan Reyna berubah.
Setelah beberapa menit, keluarga besar D'angelo datang di hotel bintang lima, dimana Willy sudah memesan tempat khusus untuk jamuan makan malam bersama calon besannya.
__ADS_1
Sudah ada Willy beserta sang istri, Liora dan juga Fiona dan Galen yang sudah bersiap menyambut kedatangan keluarga calon besan mereka.
Sementara di parkiran hotel, mobil Ray sudah terparkir, mereka bertiga mulai masuk ke dalam hotel dan menuju tempat jamuan makan malam, Ray dan Luna terlihat bahagia namun berbeda dengan Reyna, meskipun malam ini Ia berdandan cantik, namun nyatanya hatinya tidak tenang, jiwanya berada bersama kedua orang tuanya, namun hatinya masih ada di tempat lain yang tak lain adalah di hati Filio.
"Reyna! Ayo kita masuk, keluarga besar calon suamimu pasti sudah menunggu kedatangan kita." seru Luna kepada sang putri yang tampak masih berdiam diri di tempatnya.
Reyna terkesiap dan memasang senyum paksa, setelah itu Ia mengikuti langkah kaki kedua orang tuanya.
Hingga tiba-tiba Reyna dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sedang menyambut kedatangan keluarga mereka.
"Selamat datang Pak Ray! Apa kabar? Senang sekali bertemu dengan Anda kembali." sapa Willy sembari merangkul Ray penuh keakraban.
"Terima kasih Pak Willy! Saya juga senang bisa bertemu dengan Anda kembali." balas Ray yang juga ikut senang dengan pertemuan ini.
Sementara Reyna terlihat begitu terkejut saat melihat keluarga Fiona tampak menyambut kedatangan keluarga mereka.
"Tunggu Pa! Apa maksud semua ini?" tanya Reyna sembari memperhatikan keluarga besar William Anthony yang tengah berdiri menyambut kedatangan keluarganya dengan senyum yang merekah.
"Fio ... Galen! Kalian?" Reyna semakin terkejut ketika melihat sahabatnya juga hadir dalam acara makan malam itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥