I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Sekarang dan untuk selamanya


__ADS_3

Galen menangkup wajah Fio yang kini terlihat basah, hujan yang turun membuat keduanya basah kuyup, dalam guyuran air hujan itu, Galen menanyakan sesuatu kepada Fio.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Galen sembari menatap wajah Fio yang begitu dekat dengannya, Fio melihat ada kekhawatiran dalam wajah Galen.


"Dia dosen baru di kelas, dia mengajak makan siang bersama, Gue terpaksa menerima undangannya, itu pun bersama Reyna." jawabnya sembari memegangi tangan Galen yang masih menangkup wajahnya dengan kedua tangan Galen.


"Kenapa Elu tidak izin dulu, kenapa Elu pergi begitu saja tanpa seizin dari Gue, kenapa?" ucapan Galen rupanya membuat Fio ikut kesal. Fio melepaskan tangan Galen dari wajahnya, Ia berbalik dan membelakangi Galen sembari berkata, "Kenapa Elu jadi nyalahin Gue, Elu sendiri pergi bersama si bunga bangkai itu, itu pun Elu nggak ngomong dulu, sekarang Elu nuntut Gue musti izin dulu, Elu pikir Elu siapa ngatur-ngatur Gue." ucap Fio sambil menatap wajah Galen.


"Karena Gue suami Elu, Gue punya tanggung jawab besar untuk jagain Elu, ngerti nggak?" Galen pun semakin dibuat pusing dengan pernyataan Fio.


"Suami kata Lu? Kita menikah karena perjodohan, dan itupun tidak ada ikatan cinta, Gue tidak cinta sama Elu, dan Elu pun tidak cinta sama Gue, jadi untuk apa pernikahan ini terlalu di harapkan, toh pada akhirnya kita akan berpisah setelah Bryan Kembali dari London, dan Elu sama Gue akan berpisah juga." ucap Fio yang tampak biasa-biasa saja, namun sebenarnya gadis itu sedang menangis.


"Elu musti tahu, Gue nggak bisa melihat Elu bersama gadis lain, entahlah kenapa tiba-tiba saja Gue merasakan hal seperti itu, Gue kesal, marah, benci sama Elu, Gue sadar jika kita hanyalah sahabat, dan tidak mungkin cinta itu hadir di antara kita, itu mustahil." ucap Fio sembari menundukkan wajahnya.


"Tidak ada yang mustahil, siapa bilang tidak ada cinta diantara kita? Karena cinta itu perlahan mulai datang dalam hati ini, Gue cinta sama Elu."

__ADS_1


Sontak apa yang diucapkan oleh Galen membuat Fiona mengangkat wajahnya dan menatap dalam-dalam mata Galen.


"Apa maksud Lu, Galen? Katakan sekali lagi?" pinta Fio yang ingin mendengar Galen mengucapkannya kembali.


Galen semakin mendekati Fio, kemudian ia meraih tangan Fio dan meletakkannya pada dada sebelah kirinya.


"Elu dengar detak jantung ini? Setiap aliran darah dan setiap debaran jantung Gue, akan selalu ada nama Elu di sini. Fiona Anthony Gue mencintai Elu, sekarang dan untuk selamanya." ucapnya sembari menahan tangan Fio pada dadanya, sehingga sangat terasa debaran jantung Galen begitu berirama, membuat Fio tak mampu berkata apa-apa.


Sementara itu Galen semakin mendekati bibir Fiona, dalam perasaan yang tak karuan, Fiona tidak bisa menolak saat Galen mencoba menciumnya.


"Gue juga cinta sama Elu, Galen! Gue Sayang sama Elu." ucapnya lirih sembari menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Galen.


Fiona memeluk Galen, ada tangis bahagia di sana, namun seolah tak terlihat karena air hujan telah menghapus air mata itu.


Akhirnya Galen dan Fiona kini sudah mengetahui perasaan masing-masing, cukup lama mereka hujan-hujanan di luar, seperti anak kecil yang sedang lari-larian, Galen mengejar Fio yang tampak sedang menggodanya, ah sungguh keduanya begitu menikmati kebersamaan itu, hingga kejadian tadi saat di restoran sudah lenyap dari ingatan mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Galen tampak bersin-bersin, Fio menghampiri suaminya dan melihat keadaannya.


"Galen! Elu kenapa?" tanya Fio sembari membawa Galen untuk berteduh. Galen terlihat menggigit, Fio memeriksa suhu tubuh Galen dengan menyentuh dahinya.


"Astaga! Elu demam, ayo kita masuk! Elu sih di suruh masuk malah hujan-hujanan, sakit beneran, kan?" ucap Fio sembari memapah tubuh Galen yang terlihat menggigil.


Setelah mereka berdua sampai di dalam kamar, Fio segera mengganti pakaian Galen yang sudah basah kuyup. Satu persatu Fio membuka baju suaminya, sementara Galen tampak pasrah dengan kondisinya yang tidak vit.


Setelah Fio berhasil melepaskan baju dan celana Galen, kini tinggal celana kolor milik Galen yang tersisa. Fio tampak garuk-garuk kepalanya, Ia bingung apakah dirinya juga melepaskan kolor milik Galen, sementara dirinya belum melihat bentuk isi dari kolor milik Galen.


"Di buka apa enggak ya? Gue takut nih, seseram itukah bentuknya" ucapnya sembari bergidik ngeri.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Kira-kira Fio berani buka nggak ya? 🤔...


__ADS_2