I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Pak Dhe dan Bu Dhe


__ADS_3

"Anu itu loh Nyonya, maksud saya mereka berdua tuh sudah merasakan kedamaian tanpa berantem lagi, gitu kan Non Fio, Mas Galen! Nyonya Iki bikin Saya panik wae loh." Mbak Yem tampak cengar-cengir sembari menatap kedua pengantin baru itu.


"Hehehe, iya betul itu Mommy, Mbak Yem benar." sambung Fio sembari tersenyum kecut.


"Baiklah kalau begitu, Aku balik dulu, ada tugas kuliah yang harus aku selesaikan." pamit Galen kepada sang istri.


"Mommy! Saya pulang dulu, titip Fio sebentar." ucapnya kepada sang ibu mertua. Eve tersenyum dan mengiyakan permintaan Galen.


"Iya! Kamu jangan khawatir!" jawab Eve sembari tersenyum. Tiba-tiba saja Mbak Yem berceletuk.


"Loh Mas ganteng kok pulang? Lah terus Non Fio tetap di sini?" tanya Mbak Yem dengan menaikkan kedua alisnya. Galen tersenyum dan berkata. "Iya Mbak Yem! Saya pulang dulu, biar istri saya di sini, biar dia menginap di sini sehari atau dua hari, Saya tidak apa-apa." jawab Galen kepada Mbak Yem.


Fio menatap sang suami dan berkata, "Kamu yakin sayang, ngizinin Aku tinggal di sini beberapa hari?"


"Iya, biar kamu puas dulu, lagipula Mommy, Uti dan Daddy pasti kangen banget sama kamu." ucap Galen sembari mengusap pipi Fio.


"Makasih banget loh Sayang!" Fio memeluk suaminya dengan manja.


"Yakin nih Mas Galen ganteng bisa tahan tidur tanpa Non Fio? Pengantin baru loh Mas! Pinginnya itu mesra-mesraan dan selalu bersama, lah ini Mas Galen di sana, Non Fio di sini, hmm Mbak Yem ndak njamin Mas Galen bakal bisa tidur nyenyak, insomnia pasti." ucap Mbak Yem kepada Galen yang tampak garuk-garuk kepalanya.


"Hehehe, ya bisalah Mbak Yem, Saya pasti bisa nahan anu kok." ucapnya yang bikin Liora dan Eve saling memandang. Sementara Mbak Yem tampak melototkan matanya sembari bertanya.

__ADS_1


"Maksud Mas Galen, nahan anu itu?" seru Mbak Yem dengan ekspresi wajah meringis.


"Maksud Saya nahan rindu Mbak Yem." jawaban Galen membuat wanita-wanita itu tampak tersenyum.


"Ohh ... nahan rindu toh!"


*


*


*


*


Setelah itu Fio masuk ke dalam bersama dengan keluarganya, mencurahkan kerinduan kepada sang Mommy yang terakhir kalinya bertemu saat Fio di boyong ke rumah Galen.


Tak berselang lama Willy datang dari kantor, Fio menghampiri sang Daddy dan memeluknya dengan bahagia.


"Daddy! Fio kangen banget sama Daddy!" ucapnya sembari memeluk Willy penuh kerinduan. Sebaliknya Willy juga menyambut kedatangan putrinya dengan bahagia, sejatinya Willy begitu merindukan sang putri yang beberapa hari ini telah menjadi seorang istri dan harus pergi ke rumah suaminya.


"Daddy juga kangen banget sama kamu, Fio! Oh ya di mana Suamimu?" tanya Willy.

__ADS_1


"Suamiku pulang Daddy, Fio di izinin nginep di sini beberapa hari, biar Fio puas dulu kangen-kangenan sama Daddy, Mommy, Uti dan semua yang ada di rumah ini.


"Fio sayang! Bukannya Daddy nggak suka kamu di sini, tapi suamimu pasti sangat membutuhkanmu, jangan lama-lama nginap di sini, kasihan suamimu." ucapan Willy rupanya di iyakan oleh Eve.


"Benar sayang! Daddy-mu benar, kami sangat senang melihatmu di sini, tapi kamu sudah memiliki kewajiban untuk melayani suamimu, ada baiknya sehari saja Kamu menginap, Jangan nunggu sampai berhari-hari, apa kamu bisa bayangkan dia kedinginan tidur sendirian, tanya tuh sama Daddy mu bagaimana rasanya tidur tanpa Mommy." seru Eve sembari menatap sang suami.


"Turu nek ora ono kancane kuwi, rasane ampyang, ora penak, ora ono sing di elus-elus, mundak migrain Sirah Iki."


(Tidur kalau tidak ada temannya itu, rasanya hambar, tidak enak, tidak ada yang bisa di elus-elus, kepala ini menjadi migrain)


Jawaban Willy membuat Eve tersipu malu, bagaimana pun kedua pasangan itu tampak mesra, meskipun keduanya sudah tidak muda lagi.


Sementara itu, Zyva yang sudah kembali ke rumah nya, gadis itu mengingat saudari sepupunya dan teman bermainnya sejak kecil yang merupakan adik kembar Filio yaitu Fiona. Zyva berniat untuk datang ke rumah Willy untuk berkunjung dan bersilaturahmi kepada keluarga yang sudah sangat berjasa atas kedua orang tuanya dan dirinya.


Hari itu juga Zyva meminta izin kepada Ellen dan Rafael untuk pergi ke rumah William Anthony. Dan keduanya menyetujuinya.


"Ma! Pa! Aku pergi dulu ke rumah Pak Dhe Willy dan Bu Dhe Eve, semoga saja ada Fio di sana, Aku sudah kangen sekali ingin berjumpa dengan mereka." pamit Zyva dengan tersenyum.


"Iya, pergilah! Hati-hati, salam kami untuk mereka." balas Ellen.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Hanya di novel ini seorang CEO di panggil Pak Dhe oleh keponakan nya 🤭🤫...


__ADS_2