
Malam itu juga Filio pun tak bisa memejamkan matanya, pria berperawakan tinggi tegap itu tampak berdiri di atas balkon kamar tidur nya, dengan wajah menatap langit yang tampak gelap di malam itu, pun sama Reyna juga berdiri di depan jendela kamar tidurnya, menatap langit yang sama, perasaan keduanya sama-sama bersedih. Baru saja mereka saling mencurahkan perasaan, namun dengan sekejap keduanya merasakan kepahitan.
Sejenak Reyna meraba bibir nya, Ia teringat bagaimana Filio mengecupnya dengan mesra, dan itu benar-benar tidak bisa Reyna lupakan begitu saja.
"Mas Filio! Kamu sedang apa? Apa kamu juga sedang merindukan Aku?" tanyanya entah pada siapa. Reyna hanya sendiri di dalam kamar tidak ada siapapun yang menemani nya, hanya hembusan angin yang menusuk pori-pori kulitnya, membuat Reyna merasa dingin dan mendekap tubuhnya sendiri.
Sementara Filio berusaha menyingkirkan bayangan Reyna dari pelupuk matanya, namun sia-sia, semakin Ia ingin melupakan, semakin Filio teringat akan gadis yang telah berhasil mencuri hatinya itu.
Sejenak Filio memperhatikan ponselnya, malam ini Ia begitu ingin melihat wajah gadis yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak itu. Filio memutuskan untuk menghubungi Reyna yang tentunya juga tengah memperhatikan ponselnya, berharap jika Filio akan meneleponnya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, ponsel Reyna tampak berdering, dan benar saja itu adalah telepon dari Filio.
"Mas Filio!"
Ada rasa bahagia saat Ia melihat nama Filio tengah melakukan panggilan telepon kepada nya, namun di sisi lain Ia harus menghindari Filio, bagaimana pun juga Reyna akan menikah dengan calon suami yang sudah diperuntukkan untuknya.
__ADS_1
Namun, sepertinya Filio tidak putus asa untuk terus menghubungi nomor Reyna, meskipun ia tahu Reyna sengaja tidak mengangkat telepon darinya. Berkali-kali Filio terus berusaha untuk menelepon Reyna, berkali-kali juga Reyna menolak panggilan nya, meskipun dalam hatinya Ia ingin sekali berbicara kepada Filio.
"Maafkan aku, Mas!" ucapnya lirih saat me-reject telepon dari Filio. Filio pun tak putus asa, Ia tetap terus menghubungi Reyna, hingga akhirnya Reyna terpaksa harus menerima telepon darinya, Reyna menekan tombol yes dan meletakkan ponselnya pada telinga nya, dengan netra yang mulai berkaca-kaca.
"Halo Reyna! Aku tahu ini kamu, Pliss tolong jangan ditutup teleponnya, Aku mohon padamu!"
"Ada apa lagi sih, Mas! Sudahlah kita terima saja kenyataannya, Mas jangan terlalu berharap banyak dari hubungan kita, kita tidak akan pernah bisa bersatu, Mas! Sebaiknya Mas lupakan Aku saja."
"Aku tidak bisa, Rey! Aku benar-benar tidak bisa, kita pergi saja yuk! Kita kawin lari, Aku tidak sanggup harus kehilangan kamu Rey! Tolong mengertilah,"
"Kamu sudah gila ya, Mas! Itu ide konyol Mas, Aku tidak mau kawin lari, itu sama saja Aku sudah membuat kedua orang tuaku malu, sudahlah, Mas! Kamu harus bisa terima kenyataan jika kita tidak akan pernah bisa bersama, mungkin Tuhan belum menjodohkan kita, maafkan Aku, Mas! Lupakan Aku, semua ini harus di akhiri, Aku sangat menyayangi kedua orang tuaku, maafkan Aku sekali lagi, selamat tinggal!"
Reyna menutup teleponnya dan itu membuat Filio sangat kesal dan marah, Filio spontan membanting ponsel miliknya, sehingga ponsel tersebut hancur berantakan, apalagi Reyna menyuruhnya untuk melupakannya, pria itu menjerit dalam kamar, sehingga membuat Willy terkejut dengan suara jeritan Filio dari dalam kamarnya. Willy yang saat itu masih belum beranjak tidur, tiba-tiba Ia dikejutkan dengan suara Filio dari dalam kamarnya.
"Kenapa tuh anak?"
__ADS_1
Willy kemudian datang ke kamar Filio, dan Ia melihat sang putra yang tengah duduk di atas lantai dengan ponselnya yang terlihat hancur berantakan, sembari menundukkan wajahnya Filio menggenggam erat tangannya.
Terdengar suara langkah kaki seseorang yang mulai mendekati Filio yang sedang bersimpuh di atas lantai. Filio perlahan melihat kaki siapa yang datang menghampirinya. Ia melihat dari bawah ke atas.
"Daddy!"
Willy berjongkok di samping putranya dan bertanya apa yang sedang terjadi.
"Kamu kenapa bisa seperti ini? Kamu sudah gila?" tanya Willy sembari memperhatikan putranya yang terlihat berantakan.
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥