I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Lima belas menit


__ADS_3

Reyna tersenyum dan menganggukkan kepalanya, meskipun rasanya sangat nyeri dan sakit, namun apalah daya semuanya sudah terlanjur terjadi, maka ia terpaksa harus merasakannya, meski tak dipungkiri sensasi antara nyeri dan nikmat itu sama-sama saling mendominasi.


"Aku akan bergerak lembut, Aku tidak ingin menyakitimu, tahanlah sebentar saja, rasa sakit ini akan berubah menjadi nikmat, dan kamu pasti akan suka." balas Filio sambil menggerakkan pinggulnya pelan-pelan. Reyna mendesis dan semakin mencengkram bahu Filio.


Gerakan lambat bak liukan ular itu, rupanya telah membuat area tempat penyatuan menjadi licin, karena produksi basah-basah yang semakin lama semakin banyak akibat rangssangan yang ditimbulkan oleh gerakan ular anaconda Filio. Rupanya Reyna yang awalnya tampak kesakitan, nyatanya sekarang dirinya justru menikmati setiap tusukan dan hujaman yang terasa begitu menggetarkan dinding rahimnya.


Tak ada rasa sakit lagi, yang ada hanya sebuah kenikmatan surga duniawi yang terjadi pada malam yang dingin itu, tak berhenti di situ saja, Filio yang terus menggerakkan turbin kejantanannya, sesekali dirinya bermain pada bulatan kecil yang berada di atas puncak gunung kembar Reyna.


Tentu saja itu membuat si empunya menggeliat dan semakin merremas rambut sang suami.


Suara-suara erotis itu pun tercipta begitu mengalun, memenuhi ruangan yang sengaja di desain remang-remang, agar suasana romantis semakin lekat, sejenak Filio membelai lembut wajah istrinya, akhirnya dia berhasil membuat sang istri merasakan nikmatnya percintaan di malam pertama sebagai pasangan pengantin baru.


Hingga akhirnya Filio merasa dirinya akan siap menebarkan benih-benih calon bayi pada rahim sang istri, di sisi lain Reyna pun juga merasakan hal yang sama, dirinya juga sudah bersiap menuju puncak bersama.


"Mas, Aku ... pingin pipis." ucapnya dengan terbata-bata.


"Keluarkan Baby! Kita sama-sama."

__ADS_1


Masih dengan posisi klasik, namun cukup membuat keduanya sangat menikmati permainan yang membuat jiwa ini melayang-layang, belum ada variasi model bercinta, hanya yang cukup mencolok adalah sebuah bantal yang Filio letakkan di bawah pinggul istrinya sehingga dengan mudahnya benda keras itu masuk dengan sempurna, dan kini tiba saatnya Filio dan Reyna merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.


Desaahan dan rintihan terdengar begitu seksi hingga akhirnya satu lenguhan yang panjang mengiringi pelepasan sel-sel calon bayi yang Filio lepaskan di dasar rahimmu sang istri, sungguh terasa denyutan-denyutan kenikmatan itu menjalar ke seluruh tubuh keduanya, keduanya sama-sama menggelinjang merasakan hal yang benar-benar membuat mereka gila.


Setelah beberapa saat akhirnya Filio berhasil menanamkan benih-benihnya pada tempat yang seharusnya, posisi pinggul Reyna yang terganjal oleh bantal, sangat memudahkan pasukan kecebong untuk berenang dan masuk ke dalam rahim yang siap untuk di buahi.


Tidak lama memang mereka beraktivitas di malam itu, hanya lima belas menit,namun cukup bagi pasangan pengantin baru itu menikmati indahnya pernikahan untuk pertama kalinya.


Perlahan ular anaconda itu mulai keluar dari persembunyiannya, melemas ketika sudah berhasil melepaskan jutaan sel-sel calon bayi ke dalam rongga rahim si calon ibu.


"Aku cinta kamu, Mas!" ucapnya sembari membelai dada itu dengan mesra. Filio membalasnya dengan kecupan hangat pada puncak kepala Reyna.


"Maafkan aku! Jika Aku sudah membohongi mu tentang ...." Filio tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba saja bibir nya di bungkam oleh ciuman Reyna.


"Mmmpptt ...."


Sejenak Reyna melepas ciuman itu dan berkata, "Tidak perlu minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf, Aku sudah bohong jika Aku sedang datang bulan, maafkan aku, Mas! Jika saja Aku tahu rasanya seperti ini, Aku tidak akan berfikir untuk bohong, karena milikmu benar-benar perkasa, Mas! Awwww ...sssss!"

__ADS_1


Reyna tampaknya masih mendesis kesakitan di saat ada sesuatu yang masih begitu mengganjal pada pangkal pahanya.


"Kamu kenapa? Masih sakit?" Filio tampak mencoba menenangkan istrinya dan mencoba melihat tempat yang terasa nyeri bagi istrinya itu.


Reyna mengangguk dan memperhatikan Suaminya yang masih memeriksa kondisi tempatnya menyematkan ular anaconda nya itu.


Tampaknya Filio tersenyum ketika melihat kondisi terkini tempat yang sekarang menjadi tempat favorit nya itu.


"It's Beautiful! You are still a Virgin." ucapnya sembari melihat bercak darah yang ada di permukaan sprei putih itu.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Udah goll ya 😁...


...Cepat kirimkan bunga setaman kalian, Othor mau mandi kembang nih 😁...

__ADS_1


__ADS_2