I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Rumah sederhana


__ADS_3

"Ya ... enggak apa-apa sih! Sebaiknya kamu hati-hati aja sama tuh cowok, kayaknya Aku ngerasa dia ada sesuatu sama kamu." ucapan Filio membuat Reyna mengerutkan keningnya.


"Gilang maksud Mas! Dia cowok yang baik kok, ya emang sih dia terkenal playboy, tapi sama aku dia baik kok!" jawab Reyna.


"Jangan mudah ketipu kamu, yang baik belum tentu tulus, siapa tahu dia punya niat jelek di belakang kamu, apalagi dia playboy tuh, mending kamu jauhin tuh cowok, sebelum menyesal!"


"Diih ngapain juga Mas ngelarang -ngelarang Aku berteman dengan siapa, dengar ya Mas! Kita tuh nggak ada hubungan apa-apa!" ucap Reyna ketus.


"Kata siapa nggak punya hubungan apa-apa, kamu tuh udah bikin anuku ...." belum selesai merampungkan kata-katanya, Reyna rupanya segera menyela pembicaraan Filio.


"Cukup-cukup Mas! Mas nggak usah ingetin itu lagi, Iya maaf Aku akan menuruti permintaan Mas Filio untuk menikah dengan Mas, tapi untuk berteman dengan siapa maaf Reyna nggak bisa memenuhi permintaan Mas yang itu, karena itu hak Reyna untuk berteman dengan siapa saja." balas Reyna dengan serius.


"Shiiit ... keras kepala juga nih cewek!" Filio terdiam dan melanjutkan perjalanannya.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, tiba-tiba Filio berhenti di persimpangan jalan dan itu membuat Reyna terkejut.


"Loh kok berhenti, Mas!" Reyna menatap Filio yang sedang memegang kemudi mobil nya.


"Dimana arah rumah mu?" pertanyaan Filio yang tiba-tiba membuat Reyna menaikkan alisnya dan berkata, "Rumahku?"


"Iya dimana arah rumah mu?" tanya Filio yang terus memaksa.


"Iya iya, jalan ini belok ke kiri sekitar dua ratus meter terus ke kanan dikit, nah disitu rumah Reyna!"


Tanpa pikir panjang mobil Alphard Vellfire itu langsung belok ke arah kiri, Reyna terlihat bingung kenapa Filio tiba-tiba membelokkan mobilnya ke arah rumahnya.


Setelah mobil Filio hampir tiba di rumah Reyna, Reyna meminta Filio untuk di turunkan di tepi jalan agak sedikit jauh dari rumahnya, Ia takut jika sang Mama melihat nya pulang bersama seorang laki-laki.


"Turunkan Aku di situ saja, Mas!" tunjuk Reyna di sebuah ujung jalan.

__ADS_1


"Di sana?"


"Iya!"


Mobil Filio berhenti di depan sebuah rumah sederhana yang terlihat sangat biasa sekali, kemudian Reyna turun dari mobil Filio dan mengucapkan maaf sekaligus terima kasih.


"Terima kasih Mas Filio sudah mengantarkan Reyna pulang, dan Reyna juga minta maaf jika tadi sudah membuat Mas Filio celaka!" ucap gadis berparas ayu itu.


"Tidak masalah, eh ini rumahmu?" tanya Filio sembari melihat rumah dimana Reyna menyuruh Filio untuk menghentikan mobilnya di depan rumah tersebut.


Sontak Reyna menoleh ke arah rumah di belakang nya, sejenak Ia berpikir untuk membohongi Filio jika itu adalah rumahnya, supaya Filio tidak menuntutnya untuk menikah dengannya, karena tidak mungkin Filio akan menikah dengan gadis yang sederhana.


"Oh iya Mas! Ini rumahku, ya udah Aku masuk dulu Mas, Mas pulang aja, istirahat di rumah biar cepat sembuh lukanya." seru Reyna sembari tersenyum.


Filio memperhatikan rumah sederhana tersebut dan setelahnya Ia pergi meninggalkan Reyna yang masih berdiri di depan rumah sederhana itu.


"Aku semakin penasaran dengan mu, Reyna! Rupanya kamu bukan gadis sembarangan, ada kesederhanaan dalam dirimu, Aku harap kamu tidak seperti dugaan ku,"


Reyna terus menatap mobil Filio hingga akhirnya mobil itu hilang dari pandangannya. Akhirnya Reyna bisa bernafas dengan lega, kini Ia berjalan sekitar lima puluh meter menuju ke rumah nya.


Sesampainya di rumah, rupanya sang Mama sudah menunggu kedatangan putri satu-satunya itu.


"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang?" tanya Luna sembari menyilangkan kedua tangannya. Spontan Reyna menoleh kearah sang Mama yang sedari tadi berdiri di depan jendela menunggu kedatangan sang putri.


"Mama! Tadi ... tadi Reyna habis nganterin teman ke klinik." jawabnya dengan gugup.


"Ke klinik? Memangnya kenapa dengan temanmu?" tanya Luna menyelidik.


"Dia ... dia terluka Ma! Dia habis kejepit resleting itunya Ma! Kasihan kan Ma!" jawab Reyna polos.

__ADS_1


"Kejepit resleting celana maksudmu? Ya ampun kok bisa sih."


Reyna kemudian menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada sang Mama, Luna hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil. Hanya saja Reyna tidak menceritakan jika Filio meminta dirinya untuk menikah dengan Filio.


Tiba-tiba saja Luna mengucapkan sesuatu kepada Reyna yang membuat gadis itu sangat terkejut bukan main.


"Reyna, kemari! Duduklah dulu, Mama mau bicara." seru Luna kepada sang putri. Reyna mendekati Luna dan duduk di samping sang Mama.


"Ada apa, Ma?"


"Sebenarnya ada sesuatu hal penting yang harus kamu ketahui, Minggu depan Mama dan Papa sepakat untuk menjodohkan kamu dengan seorang pria, dia adalah ....! belum sempat Luna melanjutkan kata-katanya Reyna terlihat tidak suka dengan rencana perjodohan dirinya.


"Aduh Mama! Udah deh ... kenapa sih Mama dan Papa harus ngejodohin Reyna, Reyna masih belum mau nikah Ma! Reyna masih ingin menikmati kesendirian, ayolah Ma! Reyna nggak mau!" ucapnya sembari mengerucutkan bibirnya.


Luna mendekati sang putri dan mencoba merayu nya.


"Dengar sayang! Mama dan Papa tidak akan salah pilih, kamu pasti suka dengan pria pilihan kami, Kamu sudah dewasa, sudah waktunya kamu berumah tangga, pilihan kami pasti tepat, dia pria yang baik dan dia baru saja pulang dari luar negeri." ucap Luna mencoba meyakinkan Reyna.


"Siapapun dia, tetap saja Reyna tidak suka, karena Reyna sudah ..."


"Sudah apa?" tanya Luna menyelidik.


"Aduh gawat! Masa aku harus bilang sih jika Aku udah janji sama Mas Filio untuk menikah dengannya?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...NAH LOH 😁...

__ADS_1


__ADS_2