
Sementara di tempat lain, saat itu Zyva di antarkan oleh Bryan pulang ke rumahnya, sekaligus untuk mengetahui alamat rumah Zyva, dengan begitu akan mudah untuk Bryan membawa kedua orang tuanya datang untuk melamar Zyva.
Selama dalam perjalanan Zyva tampak diam karena dirinya begitu malu, Zyva memang baru mengenal Bryan, tapi pria itu sudah berhasil menikmati tubuhnya, meskipun Bryan tidak sadar saat melakukannya. Namun Zyva masih begitu ingat ketika Byran benar-benar membuatnya tidak berdaya.
Bryan yang melihat Zyva tampak terdiam, berusaha untuk mencairkan suasana dengan berdehem.
"Ehem ... Zyva! Apa kamu tidak lapar? Bagaimana kalau kita cari makan dulu?" ajak Bryan. Kemudian Zyva menoleh dan mengiyakan permintaan Bryan, karena dirinya pun merasa lapar.
Karena mendapat persetujuan dari Zyva, akhirnya Bryan mengajak Zyva ke restoran untuk makan malam. Sesampainya di restoran, keduanya turun dari mobil dan menuju sebuah restoran yang terkesan romantis.
Bryan menarik kursi untuk Zyva dan mempersilahkannya duduk, setelah itu Bryan memesan makanan kepada pelayan. Bryan juga bertanya kepada Zyva untuk dipesankan makanan apa, Zyva hanya bisa mengatakan terserah apa saja.
Bryan akhirnya memesan dua porsi steak daging dan 2 gelas jus jeruk, sambil menunggu makanan datang Bryan tampak memperhatikan gadis itu dalam-dalam, seperti ada ketertarikan pada gadis yang merupakan sepupu Fio itu. Mungkin karena Bryan sudah pernah menyentuhnya, seolah-olah ikatan batin itu mulai saling menguatkan.
__ADS_1
"Zyva! Aku benar-benar minta maaf sama Kamu atas kejadian waktu itu, Aku benar-benar tidak tahu jika Aku telah melakukan hal itu kepadamu, itu diluar kesadaran ku, hanya yang kudengar suara jeritan yang Aku kira hanya suara lalu, setelah itu Aku tidak mendengarkan suara itu lagi, antara sadar dan tidak, Aku mendengar suara desaahan kecil yang di iringi nafas yang terputus-putus, hanya itu yang kuingat, suara itu bukan suara kesakitan, tapi seperti sedang menikmati."
Penjelasan Bryan tentang kejadian saat itu, membuat Zyva tersipu malu, pasalnya Zyva memang mulai menikmati apa yang dilakukan oleh Bryan, meskipun awalnya Zyva benar-benar merasakan sakit yang luar biasa.
Zyva menundukkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan bola mata Bryan yang menuntutnya untuk terus memandang wajahnya.
"Bryan bukanlah pria yang kucintai, tapi kenapa Aku merasa begitu dekat dengannya, apa karena kami pernah melakukan hubungan terlarang itu?" gumam Zyva sembari menyelipkan rambutnya di balik telinga nya.
"Aku rasa Zyva gadis yang baik, dan mungkin dia gadis yang dikirimkan untuk menggantikan posisi Fio, Fio sudah tidak mencintaiku lagi, dan Aku sudah mengikhlaskannya pergi bersama Galen, mungkin ini saatnya Aku move on, setidaknya Zyva datang tepat waktu, meski pertemuan kami di awali sebuah kejadian di malam itu." keduanya saling menatap satu sama lainnya, hingga tak terasa pelayan datang membawa pesanan mereka.
Sementara sang pelayan tampak menggelengkan kepalanya melihat Bryan dan Zyva seperti itu. Dengan terpaksa pelayan itu berkata cukup keras agar keduanya tersadar dari lamunannya masing-masing.
"Halo ... halo Mas, Mbak ... mbak, pesanan sudah datang yuhuuuu!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja keduanya terkesiap dan sangat terkejut, keduanya terlihat salah tingkah. Zyva membuang wajahnya sedangkan Bryan tersenyum kepada sang pelayan.
"Oh iya Mbak! Makasih." ucapnya sembari menatap Zyva yang terlihat salah tingkah.
"Ayo Zyva! Makan dulu." serunya dengan malu-malu. Zyva mengangguk dan mulai menyentuh makanannya.
*
*
*
Sementara di dalam kamar Galen, kedua insan yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, nyatanya kini Galen dan Fiona terhempas di atas ranjang, saling mengatur nafas karena baru saja mereka berhasil menyatukan hasrat bersama.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥