
Dalam kamar itu, Galen mencurahkan kerinduannya kepada sang istri, Fio tidak bisa berbuat apa-apa, Ia pasrah saat Galen menggoyang tubuhnya dengan begitu syahdu, sepertinya Fio juga merasakan hal yang sama, hasrat itu sudah tidak bisa di tunda lagi.
"Faster Baby!" Fio memejamkan matanya sembari mengatakan hal yang membuat Galen semakin semangat untuk bercinta. Seluruh tubuh Fio di kuasai semua oleh Galen, sungguh pria itu sudah membuat Fio tidak bisa berkutik.
Hingga subuh menjelang, Galen berhenti dan istirahat, nafasnya sudah tersengal-sengal, sudah banyak tenaga yang Ia keluarkan untuk proses pembuatan adik tersebut, sehingga membuat Fio kewalahan menghadapi tenaga sang suami yang begitu luar biasa.
Setelah itu sejenak Fio istirahat, kemudian Ia bangkit dan segera memungut baju-bajunya yang berserakan di atas lantai, sembari menatap sang suami yang tampak terlentang di atas tempat tidur.
Fio mendekati Galen dan berkata, "Kamu nggak pulang? Ini sudah sudah jam empat pagi, Sayang!"
Galen melihat kearah jam dinding, Dirinya segera bangkit dan memakai pakaiannya kembali. Setelah itu Galen berniat keluar dari kamar tamu tersebut dan berpamitan kepada sang istri.
"Aku pulang dulu! Jaga dirimu, malam ini kamu sudah mulai pintar memanjakan diriku, cengkeraman mu begitu kuat, hampir saja Kamu membuat adikku keseleo." pujinya kepada Fio yang terlihat pipinya bersemu merah.
"Apa sih kamu ada-ada saja, udah pulang sana, nanti orang rumah pada bangun loh, apa kamu nggak malu jika mereka tahu kamu ada di sini?" ucap Fio sembari merapikan baju Suaminya.
Galen tersenyum dan dirinya ingat saat Ia membantah jika ditinggal Fio menginap di rumah Willy, Ia akan bisa menahannya, nyatanya Galen tidak kuasa jika harus berpisah dari istrinya sedetikpun, seperti perangko yang susah sekali di lepaskan, jika lemnya sudah terlanjur menempel pada sebuah kertas.
"Sebentar! Aku lihat keadaan luar dulu, siapa tahu ada yang lewat." ucap Fio sembari membuka pintu kamar dengan pelan.
"Ceeekeelleeeekkk"
__ADS_1
Pintu perlahan mulai terbuka, kepala Fio pelan-pelan menyembul dari balik pintu, memperhatikan sekeliling jika tidak ada orang yang akan melihat Galen keluar dari kamar itu.
Setelah Fio melihat keluar dan dirasa aman, Fio segera menyuruh Galen untuk segera keluar dari kamar itu.
"Sepertinya aman, cepat Kamu keluar, Sayang! Sepertinya para pelayan belum ada yang bangun." ucapnya kepada sang suami. Perlahan Galen mulai membuka pintu dan Ia beranjak keluar dari kamar itu, namun baru saja Galen melangkahkan kakinya, tiba-tiba lampu menyala dan tentu saja itu membuat Galen berhenti.
Fio dan Galen sangat terkejut, siapa yang sudah menyalakan lampu utama, sehingga membuat keduanya sangat terlihat dengan jelas, Perlahan Fio dan Galen sama-sama membalikkan badannya, keduanya benar-benar terkejut saat melihat Willy yang berdiri di belakang mereka.
"Daddy." seru keduanya bersamaan.
Galen dan Fio benar-benar salah tingkah saat Willy memergoki mereka berdua baru saja keluar dari kamar itu.
"Daddy! Ngapain Daddy di situ?" tanya Fio dengan malu-malu.
"Eh ... itu Daddy, Sa_saya kepikiran Fio terus, Saya khawatir saja jika Fio tidak bisa tidur tanpa Saya!" jawabnya sembari menahan rasa malunya.
"Terus! Ngapain sekarang kalian berdua berdiri di situ?" seru Willy sembari menyilangkan kedua tangannya. Membuat Galen dan Fiona cemas jika Willy marah kepada mereka.
"Maksud Daddy apa?" tanya Fio memberanikan diri.
"Ya sudah masuk kamar lagi sana, lanjutkan! Daddy juga mau lanjut ke kamar nyusul Mommy kalian." ucapan Willy sontak membuat Galen dan Fiona tertawa kecil, hampir saja jantung mereka copot, takut jika saja Willy akan marah.
__ADS_1
Akhirnya Galen dan Fiona dengan senang hati melanjutkan aktivitas mereka, sementara itu Zyva yang masih berada di dalam kamar Fio, tampaknya Zyva mulai terjaga, Ia terkejut tak mendapati Fiona ada di sampingnya.
"Loh Fio kemana? Kok nggak ada?" tanyanya sembari melihat kearah jam.
Sudah subuh, mungkin Fio sudah bangun duluan sebelum dirinya, akhirnya Zyva memutuskan untuk bangun juga. Namun tiba-tiba saja Zyva dikejutkan dengan sebuah laci di samping tempat tidur Fio yang sedikit terbuka.
Zyva tampak penasaran dengan isi dalam laci itu, secara tak sengaja Zyva melihat sebuah foto seorang pria yang terlihat sedikit mengintip dan menurutnya itu adalah seseorang yang pernah ia kenal.
"Foto siapa itu? Kayak pernah lihat!" pikir nya, karena penasaran Zyva membuka laci itu dan mengambil sebuah foto yang benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.
"Tidak mungkin! Dia!!"
Zyva tampak tidak percaya jika Ia melihat foto yang mengingatkannya pada seseorang.
*
*
*
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥