
Sejenak Bryan terdiam, simalakama bagi Bryan, keinginan untuk kembali bersama Fio harus terhalang oleh tanggung jawabnya kepada Zyva.
Galen menunggu Bryan berbicara, dan akhirnya sebuah kata yang terucap dari mulut Bryan membuat Galen tersenyum bahagia.
"Gue ikhlasin deh Fio buat Elu."
Sontak Galen merangkul Bryan dengan senang, akhirnya Galen terlepas dari ingkar janjinya kepada Bryan.
"Wei makasih banyak Bro! Elu yakin mau ngelepasin Fio buat Gue?" tanya Galen sekali lagi.
"Ya iya lah, Gue ikhlas ... Gue nggak mau nyakitin Fio karena Gue sudah berbuat itu kepada gadis lain, tanggung jawab Gue lebih besar kepada gadis itu ketimbang Gue mengharapkan Fio, lagipula Fio juga udah nikah sama Elu, ya udah lah Gue ikhlasin aja Fio buat Elu, emangnya kenapa Elu nggak mau, eh Fio masih ori loh, Gue kagak pernah nyentuh dia." ucap Bryan kepada Galen yang tampak senyum-senyum.
"Ya iya lah, Orang Gue sendiri yang merawanin dia." gumam Galen dengan wajah berseri.
"Beneran nih Elu rela ngelepasin Fio? Elu nggak apa-apa, kan? Jika Fio hidup selamanya bersama Gue?" tanya Galen untuk meyakinkan jika Bryan benar-benar telah mengikhlaskan Fio untuknya.
__ADS_1
"Apa Gue pernah bercanda sama Elu, Elu sahabat Gue, dan Gue yakin Elu pasti bisa membahagiakan Fio, buktinya Elu aja bisa kok nggak nyentuh Fio, eh ngomong-ngomong Elu beneran bisa jagain Fiona selama Gue di London?" pertanyaan Bryan membuat Galen garuk-garuk kepalanya.
"Hehehe ... sorry bro! Kayaknya Gue musti jujur deh, Gue dan Fio, Fio udah ...." Galen tidak melanjutkan kata-katanya, sementara Bryan sudah bisa menangkap apa yang dimaksud oleh Galen.
"Fio udah jebol maksud Lu?" Bryan berkata sambil menatap Galen serius. Sontak Galen salah tingkah, bagaimana dirinya harus menjelaskan kepada Bryan. Tapi yang jelas hari itu juga Galen ingin menuntaskan semua nya, apalagi sekarang Bryan sudah mengikhlaskan nya.
Galen mengambil nafasnya dalam-dalam, kemudian Ia mengatakan semuanya kepada Bryan tentang hubungannya dengan gadis yang pernah di cintai oleh sahabatnya itu.
"Oke! Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya, setidaknya Elu juga merasa tidak di bohongi, sebelumnya Gue minta maaf sama Elu, Gue dan Fio sudah melakukan kewajiban sebagai suami istri, dan kami melakukannya dengan sadar, Gue cinta sama Fio, dan Fio pun tidak menolaknya, kami melakukan suka sama suka, Gue harap Elu tidak marah."
Bryan tampak menghela nafasnya dalam-dalam, bagaimana pun juga Galen adalah suaminya yang sah, dan Bryan harus menerima kenyataan yang sesungguhnya, meskipun hatinya sakit, tapi demi persahabatan nya dengan Galen, dia harus lapang dada, karena ada seorang gadis yang sedang menantikan kehadirannya, bukan Fio tapi Zyva.
"Selamat! Untuk apa?" Galen tampak mengerutkan dahinya.
"Elu udah bisa menjebol gawang Fio! Elu udah berhasil menaklukkan Putri William Anthony, Gue salut sama Elu, Gue yang bertahun-tahun nungguin Fio, nyatanya memang Fio bukanlah jodoh Gue, sudahlah ini memang sudah takdir."
__ADS_1
Akhirnya janji Galen kepada Bryan hilang sudah, tak ada lagi rahasia di antara mereka, Bryan sudah mengikhlaskan Fio untuk hidup bahagia bersama Galen, sementara ini Bryan masih di pusingkan dengan keberadaan Zyva yang belum Ia ketahui.
"Hari ini Gue bahagia, akhirnya Elu bisa ikhlas, Elu memang teman Gue yang paling top, sekali lagi terimakasih sudah merelakan Fio." Galen tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada Bryan, hubungan persahabatan mereka pun tetap terjaga dengan baik.
"Sekarang Gue mau Elu nolongin sekali lagi." sahut Bryan serius.
"Apa?"
"Bantu Gue nyari gadis itu!"
"Okay, eh tapi dari tadi Gue belum tahu siapa nama Ciwi itu, spill dong siapa namanya?" tanya Galen penasaran.
"Zyva."
"Hah ... siapa?"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥