I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Hujan


__ADS_3

Fio sepertinya juga kesal dengan sikap Galen, Fio segera masuk ke dalam mobil tanpa berbicara kepada Galen sedikitpun, akhirnya Galen pun ikut masuk ke dalam mobil dan segera pulang ke rumah.


Di sepanjang perjalanan Fio memilih untuk diam tak bicara sedikitpun, begitu juga dengan Galen yang juga diam seribu bahasa, keduanya sama-sama marah dan kesal, entah siapa yang harus disalahkan, sepertinya mereka berdua tejebak dalam perasaan masing-masing.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil mereka tiba di rumah juga, Fio segera turun dari mobil dan Ia dengan segera masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Galen, sementara itu Galen pun tampak menghela nafas panjang, kali ini Ia melihat Fio tidak biasa, ada yang tidak baik-baik saja.


Vega melihat menantunya yang sudah pulang dari kampus.


"Fio! Kok udah pulang?" tanya Vega kepada sang menantu yang tampak lemas.


"Iya Ma! Fio pulang cepat karena kepala Fio pusing banget, Fio ingin istirahat." jawabnya sembari memegang kepalanya.


"Oh ya sudah, Kamu istirahat saja nanti Mama suruh pelayan ambilkan makan untukmu!" ujar Vega.


"Tidak usah Ma! Fio udah makan tadi." jawabnya sembari tersenyum.


"Oh gitu, ya udah Mama tinggal arisan dulu ya, mungkin nanti Mama pulang nya bareng sama Papa, kamu istirahat saja, biar Mama suruh Galen jagain kamu." ucap Vega kepada menantunya itu.


"Iya Ma!"


Tiba-tiba saja Galen datang, Vega yang melihat kehadiran Galen tampak berbicara kepada putranya itu untuk menjaga Fiona.

__ADS_1


"Galen! Mama mau pergi arisan dulu ke rumah Nyonya Handoko, kamu di rumah saja, jaga Fiona katanya ia mengeluh sakit kepala. Nanti Mama pulang agak malam soalnya setelah arisan Papa mau ajak makan malam sebentar, jadi ... ya mungkin Mama sedikit pulang telat." ungkap Vega.


"Iya Ma!" jawab Galen, kemudian Vega segera pergi ke luar rumah, sementara Galen mengantarkan sang Mama sampai depan rumah.


Fio sepertinya masuk ke dalam kamar duluan, sementara Galen tampak sedang menutup pintu utama rumah, sejenak Ia terdiam, Ia merasa jika dirinya dan Fiona tidak baik-baik saja.


Galen memutuskan untuk menenangkan dirinya di taman rumah, Ia mencoba merilekskan pikiran nya setelah apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Fiona.


"Astaga! Kenapa Gue bisa kayak gitu sih! Apa Gue cemburu ya?" ucapnya sembari memijit pelipisnya. Galen duduk di sebuah kursi dekat kolam ikan yang menghadap pada sisi depan kamar tidurnya.


Galen merebahkan punggungnya dan Ia tampak memejamkan matanya, suasana siang itu semakin panas dengan bertambahnya memanasnya hubungan mereka, keduanya masih saling gengsi untuk saling meminta maaf.


Fio bangkit dan duduk sembari menopang kepalanya dengan kedua tangannya, Ia marah, kesel, sedih, kenapa Galen melakukan hal itu kepadanya. Tiba-tiba saja dirinya tersadar tentang apa yang terjadi baru saja.


"Kok Gue jadi begini sih, Galen cuma sahabat Gue, dan hubungan kita berdua cuma sekedar persahabatan nggak lebih." Fio mencoba menampik perasaannya kepada Galen, dan tiba-tiba saja terdengar suara hujan deras, Fio beranjak pergi untuk menutup jendela kamar yang menuju balkon kamarnya, namun pandangannya terganggu oleh seseorang yang sedang duduk di kursi taman.


"Galen! Ngapain dia di sana, hujan deras banget lagi, bisa-bisa sakit tuh anak!" pikirnya sembari memperhatikan Galen yang membiarkan dirinya kehujanan.


Dengan cepat Fio mengambil payung dan menghampiri Galen yang terlihat sudah basah kuyup oleh air hujan.


Perlahan Galen melihat Fio datang dengan membawa payung menghampiri dirinya. Fio berjalan mendekati Galen dan memayungi tubuh Galen agar tidak terlalu terkena air hujan. Galen menatap Fio yang sedang memegangi payung di sampingnya.

__ADS_1


"Ngapain Elu di sini?" tanya Galen.


"Elu bisa sakit Len! Hujannya gede banget, ayo kita masuk!" ajak Fio yang ditanggapi dingin oleh Galen.


"Gue nggak mau! Gue mau di sini saja, kalau Elu masuk, masuk saja!" jawabnya sambil memalingkan wajahnya.


"Udah deh Galen! Nggak usah keras kepala, Elu bisa sakit tahu nggak." ucap Fio khawatir.


Galen berdiri dan menghadap ke arah Fio, wajah Galen yang terkena air hujan sungguh membuat Fio begitu gemetar, spontan Galen meraih tangan Fio dan Ia mengambil payung yang dipegang Fio, kemudian Galen membuang payung itu ke sembarang arah.


"Awwww Galen! Kenapa payungnya di buang?" Fio tampak terkejut kenapa Galen tiba-tiba membuang payung yang Ia bawa.


Galen mulai mendekati Fio yang mulai basah oleh air hujan.


"Galen, apa yang kamu lakukan?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Waduh Galen mau ngapain yak?🤔🤭...

__ADS_1


__ADS_2