I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Awas kamu ya!


__ADS_3

"Zyva, nama gadis itu!" Jawab Bryan sembari mengingat-ingat wajah Zyva saat terakhir kali Ia bertemu dengannya.


Galen berpikir kenapa namanya sama dengan sepupu Fio, kemudian Galen mencoba untuk bertanya bagaimana ciri-ciri gadis yang sedang dicari oleh Bryan itu.


"Apa gadis itu rambutnya sebahu?"


"Iya."


"Kulitnya putih?"


"Iya!"


"Tingginya kira-kira segini deh, sepundak Gue."


"Iya."


"Nggak salah lagi, itu beneran Zyva yang sama, gawat Lu bro, Elu bisa di cincang tuh sama bokap mertua Gue Lu." ucap Galen menakut-nakuti Bryan.


"Hah maksud Elu apa? Elu tahu di mana Zyva yang Gue maksud?" tanya Bryan semakin penasaran.


"Ya iya lah, secara tuh Ciwi keponakan nya bokap mertua Gue, sepupunya Fio, dia baru pulang dari London beberapa hari yang lalu, ah beneran dah itu emang Zyva yang Elu cari." seru Galen serius.


"Beneran nih, Elu nggk ngerjain Gue, kan?"


"Ya elah, ngapain juga Gue ngerjain Elu dodol! Tapi Gue khawatir aja sama Elu, Bokap mertua Gue pasti marah nih jika tahu Elu udah ngerusak keponakannya, secara Bokap mertua Gue sayang banget sama Zyva, entar di sunat habis Lu." ucap Galen yang tahu betul bagaimana Willy, jika ada keluarganya yang di sakiti oleh orang lain, apalagi Zyva adalah keponakannya, Willy tidak segan-segan memberi hukuman bagi mereka yang sudah mengganggu keluarganya.

__ADS_1


"Gue nggak perduli, sekarang juga anterin Gue ke rumahnya Zyva, biar Gue bisa plong nggak di kejar rasa bersalah terus, ayok!" ucap Bryan sembari menarik tangan Galen.


"Eh eh ... Gue nggak tahu dimana alamat rumahnya Zyva, yang tahu bini Gue tuh, entar deh Gue bilang sama Fio."


"Ahh kelamaan bro, sekarang aja!"


"Nggak bisa! Sekarang Gue kuliah dulu, entar deh beneran Gue bakal anterin Elu ke rumah nya Zyva."


"Ya udah deh, tapi beneran ya jangan bohong Lu!"


"Kagak! Dah Gue pergi dulu."


"Okey."


Akhirnya Galen pergi dengan mengendarai motor sport kesayangannya, kali ini Ia tidak menaiki mobil, Karena mobil nya dipakai oleh sang istri, hari ini mereka tidak bareng ngampus, Fio pagi sedangkan Galen sore.


"Lepaskan Aku! Siapa kalian, ihhh lepaskan!" rengek Mawar kepada dua pria yang sedang menarik tangannya.


"Hei lepaskan gadis itu?" tiba-tiba terdengar suara seorang dari arah belakang pria-pria itu. Sontak kedua pria itu menghampiri Galen dan seraya berkata. "Heh siapa Lu! Kurang ajar berani-beraninya Lu, rasain Lu."


Kedua pria itu menyerang Galen dan mencoba mengeroyoknya, namun dengan mudah Galen mengatasi mereka, hanya dalam satu menit Galen sudah membuat dua pria itu kabur. Setelah itu Ia menghampiri Mawar yang terlihat menangis.


"Sudah! Jangan menangis, mereka sudah pergi, lagian kenapa Elu berada di tempat sepi kek gini sih, bahaya tahu nggak, untung Gue lihat Elu." ucapnya sembari memberikan tas nya yang terjatuh.


"Makasih banyak Len! Elu udah nolongin Gue, Gue nungguin taksi dari tadi nggak ada yang lewat, mana sebentar lagi masuk kuliah, bakal telat nih." ucapnya sembari celingukan mencari taksi lewat.

__ADS_1


"Ya udah, Elu bareng Gue aja." tawar Galen untuk memberi tumpangan kepada Mawar.


"Nggak usah Len! Nanti ngerepotin Elu lagi." jawab Mawar.


"Udah nggak apa-apa, Gue ikhlas nolongin Elu, daripada Elu terlambat, bakal di hukum Lu sama dosen killer itu."


Akhirnya Mawar menerima tawaran dari Galen untuk berangkat ke kampus bersama, mengingat mereka adalah teman sekampus.


Mawar naik di belakang Galen, karena hari itu Galen menaiki motor sport, Mawar duduk di belakang Galen seolah begitu mesra karena kondisi jok motor yang cenderung menurun. Sehingga terpaksa Mawar berpegang pada pinggang Galen.


"Maafkan Gue ya Len! Gue pinjem pinggang Elu buat pegangan, Gue takut jatuh." ucap Mawar saat dirinya sudah duduk di belakang Galen.


"Iya santai saja."


Setelah itu motor Galen segera melaju ke jalan raya dengan cepat, saat di persimpangan jalan tiba-tiba saja Mobil Fio berpapasan dengan motor sang suami, dan benar saja Fio tampak membulatkan matanya saat melihat Galen membonceng seorang wanita dengan mesra.


"Itu keknya motor laki Gue deh! Eh siapa tuh cewek? Eh itu bukannya si bunga bangkai ya? Ihhh ngapain sih Galen boncengin tuh cewek, ihh kesel deh, awas kamu ya!"


Fio tampak kesal melihat pemandangan yang baru saja ia lihat, sang suami yang sedang berboncengan dengan Mawar.


Setelah Fio berpapasan dengan motor suaminya, Ia segera melanjutkan perjalanan menuju rumah Zyva, hari itu juga Fio ingin mengatakan kepada Zyva jika Bryan sudah pulang ke Indonesia.


"Pokonya Zyva harus tahu jika Bryan sudah pulang, Aku harus mempertemukan mereka berdua, apa aku harus hubungi Bryan ya?" Fio mulai berpikir bagaimana caranya untuk mempertemukan Zyva dengan Bryan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2