I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Gadis yang polos


__ADS_3

Setelah beberapa menit akhirnya sang dokter membuka tirai penutup dan keluar dari ruang pemeriksaan, Reyna melihat Filio yang sedang terbaring di atas tempat tidur. Reyna mulai mendekati Filio yang terlihat sangat lemas itu, gadis itu mulai kasihan kepada kakak dari sahabatnya itu.


"Ya ampun Mas Filio! Kamu nggak apa-apa, kan? Pasti sakit banget ya!" ucapnya kepada Filio yang sedang berpura-pura kesakitan.


"Ini semua gara-gara kamu! Aku harus kehilangan separuh kekuatanku, coba kamu pikir gadis mana yang mau menikah dengan ku, jika tahu keadaan ku seperti ini." kesal Filio yang semakin membuat Reyna merasa bersalah.


"Mas Filio kok nyalahin Aku terus sih! Maafin Aku Mas! Aku nggak bermaksud membuat mu kaget!" jawabnya polos.


"Pokok nya kamu harus bertanggung jawab bagaimana pun juga!" Filio terus berusaha membuat Reyna begitu bersalah atas dirinya.


Reyna tidak punya pilihan lain, sebagai bentuk permintaan maaf Reyna terhadap Filio, Ia akan menuruti semua perintah Filio.


"Baiklah! Apa yang harus Aku lakukan untuk mendapatkan maaf dari mas Filio!" celetuk Reyna yang tiba-tiba membuat Filio menyunggingkan senyumnya.


"Yes ... Aku berhasil mengerjai kamu Reyna! Sepertinya ini permainan yang menyenangkan!" gumam Filio dibalik senyum smirk nya.


"Kamu harus menikah denganku!"


Ucapan Filio sontak membuat gadis cantik itu membelalakkan matanya.


"What ... ! Menikah dengan Mas Filio? Ayolah Mas, Mas Filio nggak bercanda, kan?" jawabnya sembari menatap tajam wajah Filio yang masih berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu pikir wajahku yang tampan ini kelihatan bercanda! Aku serius, coba kamu pikir, yang tahu kekuranganku itu cuma kamu, kalau saja gadis lain yang tahu, mungkin mereka nggak akan pernah mau menjadi istriku, jadi! Menurut ku cuma kamu gadis yang bisa menerima kondisi ku yang seperti ini, lagipula ini semua juga karena ulahmu!"


"Tapi, Mas! Apa harus dengan cara menikah untuk menebus semua kesalahanku? Aduh Mas Filio! Pilihan lainnya apa nggak ada? Soal menikah itu bukan main-main loh Mas! Secara burung emprit mu udah ...!" Reyna tampak tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu malu punya suami yang tidak sempurna, dengan kondisi ku yang sekarang? Hah perempuan itu sama saja! Ingin mendapatkan suami yang sempurna, nggak ada yang tulus!" kesalnya pada Reyna yang terlihat salah tingkah.


"Bu-bukan itu Mas! Aku takut saja jika nanti sudah menjadi istrimu, Aku tidak bisa melayanimu dengan baik, aduh Mas Filio, lebih baik pikirkan dulu matang-matang soal pernikahan, ini bukan main-main loh Mas!" Reyna terlihat gugup dengan permintaan Filio yang menurutnya begitu cepat itu.


"Jadi! Kamu ingin melihat ku menderita terus seperti ini! Tega kamu!"


"Bu-bukan gitu Mas! Ihhh ... kenapa sih ini harus terjadi padaku!" Reyna terlihat mengerucutkan bibirnya dengan ekspresi bingung, sementara Filio tampak sedang menahan tawanya dalam hati.


"Hmm mampus kamu Aku kerjain! Lagian siapa juga yang mau nikah sama kamu! Palingan kamu juga sama kayak gadis-gadis itu."


Akhirnya hari itu juga, Reyna mengantarkan Filio pulang ke rumahnya, dalam perjalanan tiba-tiba saja Reyna mendapati ponselnya berdering. Reyna melihat ke layar ponselnya.


"Mama!"


"Halo! Iya Ma ...."


"Sebentar lagi Ma! Reyna sedang bersama teman, setengah jam lagi Reyna pasti pulang, Mama jangan khawatir ya!"


"Ya udah hati-hati, Nak! Jangan pulang malam-malam!"


"Iya Ma! Bye!"


Kemudian Reyna menutup ponselnya dan memasukkan nya ke dalam tasnya, sementara Filio terlihat masih menyetir mobilnya dengan sesekali menoleh ke arah Reyna yang terlihat gelisah.


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


"Enggak apa-apa, Mas?"


"Kamu mau pulang?"


Pertanyaan Filio membuat Reyna sedikit bahagia.


"Mama tadi telepon! Mama nanyain Aku lagi dimana, biasanya jam segini Aku sudah ada di rumah, pasti Mama khawatir!"


"Oh ya! Ini baru jam 7 malam loh, masa udah ditanya in!" Seru Filio tidak percaya.


"Boro-boro jam tujuh, jam lima aja kadang udah di cariin." jawab gadis itu santai.


"Wew anak rumahan dong kamu? Setahuku dulu Kamu sering banget main ke rumah sama Fio, mainmu udah cukup di situ doang nggak Kemana-mana lagi?" tanya Filio menyelidik.


"Ya ... kadang di ajak anak-anak ke Cafe juga sih! Tapi aku nggak pernah lama, Mama protektif banget, udah kayak security aja, ya iyalah emang Emak Gue security dulunya!" sahut Reyna dengan tersenyum.


"Hmm ... Reyna gadis yang polos, apa dugaanku salah ya!" gumam Filio sembari sesekali menengok kearah Reyna.


"Mas Filio kenapa? Nengok-nengok mulu, bikin salting aja deh!" ucapan Reyna membuat Filio salah tingkah.


"Nggak usah ke GR an kamu! Dilihatin doang udah salah faham! Eh ngomong-ngomong siapa tuh cowok yang berbicara sama kamu tadi?" tanya Filio mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ngapain Mas Filio tanya-tanya?" tanya Reyna sembari memperhatikan ekspresi wajah Filio yang terlihat tidak tenang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2