
Perlahan Reyna melepas handuk yang Ia tutupkan pada kepalanya, dengan sedikit malu-malu Reyna berbicara kepada Filio dengan sedikit menjauh kan wajahnya pada layar ponselnya. Sementara Filio terlihat menyandarkan kepalanya pada sandaran tempat tidur miliknya, pria itu terlihat tengah menikmati video call bersama Reyna.
"Dari mana Mas Filio tahu nomorku? Dan untuk apa Mas Filio menghubungi ku?" tanya Reyna menyelidik.
"Nggak apa-apa, Aku hanya memastikan jika ucapan mu itu benar, dan kamu tidak sedang membohongi ku." ujar Filio yang tampak memandang wajah Reyna dalam-dalam. Gadis itu tampak bingung apa yang harus Ia katakan kepada Filio. Jika dirinya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
"Mas Filio! Ada yang ingin Aku bicarakan sama Mas! Dan ini penting sekali! Karena ini menyangkut rencana Mas untuk menikah dengan Aku."
"Katakan saja! Aku akan mendengarnya!"
Kemudian Reyna mulai mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Filio terlihat serius mendengarkan ucapan Reyna.
"Maafkan aku Mas! Aku tidak tahu harus berbuat apa! Di satu sisi Aku sudah berjanji kepada Mas Filio untuk menikah dengan Mas, tapi di sisi lain Mama dan Papa sudah menyiapkan calon suami untukku, dan sebentar lagi keluarga besarnya akan datang ke rumah untuk melamar ku, Mas! Sementara Aku belum membicarakan tentang hubungan kita kepada Mama dan Papa Meskinya sebenarnya kita tidak ada rasa cinta, tapi Aku sudah berjanji padamu untuk bersedia menjadi istrimu, sebagai permintaan maaf ku Karena sudah membuat mu cacat seumur hidup."
Entahlah apa yang ada di dalam pikiran Filio saat itu, antara rasa ingin tertawa karena kepolosan Reyna, dan rasa tidak rela jika Reyna harus menikah dengan orang lain. Sejenak Filio terdiam dan tampak mengerutkan keningnya, dirinya juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba perasaannya berubah begitu saja, awalnya Ia hanya iseng untuk mengerjai sahabat adiknya itu, tapi entah kenapa lama-lama Filio mulai tertarik dengan keluguan Reyna yang dengan mudahnya Ia tipu tentang kecelakaan yang menimpa burung empritnya.
"Mas ... Mas Filio! Hello ... kok malah bengong sih!" seru Reyna yang membuat Filio terkesiap dari lamunannya.
"Hah ... iya! Sorry ... Aku sedang memikirkan sesuatu." jawaban sembari memikirkan ide untuk menghadapi masalah ini. Ada ketidak relaan Filio saat mendengar jika Reyna akan di jodohkan dengan pria lain.
__ADS_1
"Katakan padaku! Jika di haruskan memilih, siapa yang kamu pilih, Aku atau pria itu?" pertanyaan Filio membuat Reyna semakin bingung, pertanyaan konyol namun cukup membuat Reyna pusing setengah mati.
Jika dirinya memilih pria itu dan menuruti perintah Ray dan Luna, maka akan ada seseorang pria yang menderita karena cacat fisik yang dideritanya akibat terjepit ritz celana, sehingga burung empritnya tinggal separuh.
Namun, jika Reyna menikah dengan Filio dan menutupi aib pria itu, maka tidak menutup kemungkinan Ray dan Luna akan sangat kecewa, sungguh kali ini Reyna di buat simalakama.
"Tolong jangan tanyakan itu, Aku bingung harus jawab apa?" ucapnya dengan wajah yang sendu.
Tiba-tiba saja Filio berucap ingin bertemu dengan Reyna malam ini juga.
"Aku ingin bertemu dengan mu Sekarang, kita selesaikan masalah ini. Aku tunggu kamu di depan rumah mu."
"Loh kok dimatiin sih! Aduh Mas Filio ada-ada saja tahu nggak! Jam segini mana bisa Aku keluar rumah, yang ada pasti di gembok tuh pagar."
Reyna tampak bingung, Ia mencari cara agar Ia bisa keluar dari rumah, Reyna terlihat mondar mandir memikirkan cara agar dirinya di izinkan sang Mama untuk keluar rumah. Tiba-tiba saja Reyna punya ide agar bisa keluar dari rumah dengan mudah.
"Aku tahu!"
Reyna segera mengganti bajunya dengan penampilan yang sederhana, Reyna terlihat begitu anggun dan feminim, tidak seperti saat kuliah, kali ini Reyna mengenakan dress selutut berwarna pink yang Ia padu dengan cardigan berwarna hitam, dengan rambut yang Ia ikat di tengah.
__ADS_1
Setelah Reyna bersiap-siap, kemudian Reyna bergegas menemui Ray dan Luna yang sudah duduk di ruang makan, Reyna tampak menghampiri keduanya dan berkata. "Pa! Ma! Reyna pamit izin keluar sebentar dong! Reyna pingin beli martabak manis di seberang jalan, Reyna pingin banget soalnya, boleh ya Pa! Ma!" rayu gadis itu kepada Ray dan Luna.
"Ya sudah! Tapi ingat jangan lama-lama, ini sudah malam." balas Luna sembari memakan santapan malam di depannya.
Terlihat wajah bersinar dari Reyna, dengan senang Reyna mencium pipi Luna dan Ray, setelahnya gadis itu segera pergi ke luar rumah.
"Akhirnya! Aku bisa keluar juga dari rumah, eh ... kok aneh sih, kenapa Gue seneng banget saat Mas Filio ngajak ketemuan, Ih God! Jangan-jangan Reyna udah tergoda dengan Mas Filio ... oh no no no! Itu impossible, nggak mungkin Mas Filio suka sama Gue, dia suka banget jahilin Aku." ucapnya sambil komat-kamit di pinggir jalan yang sama saat dirinya turun dari mobil Filio.
Tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil yang membuat Reyna terkejut, ah benar saja itu adalah mobil Filio.
"Mas Filio! Dia datang juga."
Perlahan mobil itu berhenti dan seseorang turun dengan elegannya. Pria itu menghampiri Reyna dan mengajaknya untuk naik ke mobil bersamanya.
"Ikutlah denganku!" titahnya sembari menarik tangan Reyna agar gadis itu ikut dengannya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...ADUUHHH MEREKA MAU NGAPAIN YAK! BIKIN DEG-DEGAN WOY 😁😁...