
"Eh emangnya apa yang bikin kamu nggak mau? Gaya banget kamu pake nggak mau segala, entar lihat aja nih ya sekali saja Kamu kecemplung, bakal nyari lagi kamu, Papa jamin dah!" ucap Aldo yang merasa dirinya begitu pengalaman saat merasakan malam pengantin saat bersama istrinya.
"Galen punya tanggung jawab Pa!" balas Galen.
"Tanggung jawab? Apa maksudmu?"
"Galen sudah berjanji pada Bryan untuk menjaga Fiona, Galen tidak mau mengkhianati persahabatan kami, Galen berjanji untuk tidak menyentuh Fiona Pa." ungkap Galen yang membuat Aldo tertawa.
Galen yang melihat sang papa malah tertawa tampak bertanya kepada Aldo.
"Kok malah ketawa sih Pa? Emang ada yang lucu?" tanya Galen dengan ekspresi penuh tanya.
"Galen Galen, oke lah Papa ngerti kamu tidak mau melihat Bryan kecewa, tapi apa Kamu bisa melakukan itu, bersabar dalam kespanengan, bersabar saat kamu tidur bareng setiap hari bersama Fiona? Dan Elu juga jangan bego, Fiona itu sangat cantik, banyak pria-pria kaya diluar sana yang ditolak sama William Anthony, Willy itu orangnya pilih-pilih, dan kenapa Willy lebih memilih Elu, karena Willy tahu Elu itu pria yang tangguh jawab, jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini." bisik Aldo
"Tapi Galen sudah janji Pa!"
"Janjimu itu ngga sah."
"Kok bisa gitu?"
"Ya iyalah, antara Kamu dan Bryan yang lebih berhak atas Fiona itu ya kamu dodol, secara hukum dan agama kamu dan Fiona adalah suami Istri yang sah, Fiona milikmu, kamu berhak atas Dia seutuhnya, bukan Bryan." jelas Aldo sambil berkacak pinggang dan sedikit ngegas hingga muncrat lah itu air ludahnya.
"Hehehe iya iya Pa! Tapi nggak usah ngegas gitu dong, santai Pa! Entar bisa-bisa muka Galen yang tampan ini basah kena hujan dari mulut Papa." balas Galen sembari cengar-cengir.
Aldo tampak mengelap mulutnya dengan tangan, setelahnya Ia menyuruh putranya untuk segera masuk ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Ya udah! Sekarang Kamu masuk ke kamar, Papa nggak mau lihat kamu di luar lagi, mana sedang hujan, dingin tahu, memangnya kamu nggak kedinginan apa, Papa aja mau masuk ke kamar nyusul mamamu, ah dingin-dingin gini enaknya bobo bareng sama bini, udah sana masuk ke kamar!" titah Aldo sambil mengusir Galen agar segera masuk ke dalam kamarnya.
"Iya iya Pa! Bawel amat!"
Galen berjalan menuju ke kamarnya, namun tiba-tiba Aldo memanggilnya lagi.
"Galen tunggu!"
Galen menoleh kearah Aldo yang masih berdiri di tempatnya sambil membuka layar ponselnya.
"Ada apa Pa?"
"Mana HPmu?" tanya Aldo.
"HP buat apa Pa?"
Kemudian Galen memberikan ponselnya kepada sang Papa, Aldo tampak sedang serius mengirimkan sesuatu pada ponsel Galen.
Setelah beberapa menit akhirnya selesai juga Aldo mentransfer beberapa video ke dalam ponsel Galen.
"Nih HP mu, papa sudah isikan beberapa video bagus untukmu, supaya kamu bisa mempelajari nya dengan baik." ucap Aldo sambil memberikan ponsel Galen kepada putranya.
"Video? Video apaan Pa?" tanya Galen penasaran.
"Udah! Entar lihat sendiri di dalam kamar, Papa mau ke kamar, cari anget-anget." ucapnya sambil pergi meninggalkan Galen yang tampak garuk-garuk kepalanya sambil melihat video apa yang sudah dikirimkan oleh Papanya.
__ADS_1
Sepertinya Galen lebih memilih melihat video itu di dalam kamar, supaya Perhatiannya terhadap Fiona bisa di alihkan, mengingat dirinya hampir saja menyentuh gadis itu. Apalagi sekarang Fiona sedang memakai pakaian seksi yang pastinya itu bisa membangkitkan gairah kelelakian Galen.
"Ceklek"
Suara pintu kamar dibuka oleh Galen, suasana dalam kamar itu terasa sunyi, Galen melihat Fiona sudah berbaring di atas tempat tidur dengan menutupkan selimut pada seluruh tubuhnya.
"Ah syukurlah Fiona udah tidur! Aman." gumam Galen sembari dirinya juga ikut berbaring di sebelah Fiona.
Namun sepertinya Fiona belum memejamkan matanya, dirinya masih terjaga setelah hampir saja mereka berdua berciuman. Fiona rupanya sedang pura-pura tidur agar Galen tidak curiga jika dirinya masih terjaga.
Setelah dirasa aman, Galen mencoba membuka video yang sudah dikirimkan oleh Papanya tadi. Galen membuka galeri penyimpanan video, sontak matanya dibuat terbelalak oleh gambar yang terdapat dalam cover video tersebut.
"Anjiirrr, gambar apaan tuh, kok kayak anu sih!" pikirnya yang mulai penasaran. Galen kemudian meng-klik video tersebut, dan sontak saja Galen disuguhi pemandangan yang belum pernah ia lihat selama ini, Galen memang persis seperti sang Papa, somplak namun dalam masalah ranjang pemuda itu begitu polos.
"Astaga! Papa ngirimin video apaan sih, anjayyyy gede amat Otong nya, mana bisa muat." ucapnya lirih.
Galen rupanya belum mengecilkan volume suara ponselnya, sehingga suara dari video itu terdengar begitu jelas di telinga Fiona.
"Diiih, Galen lihat video apaan sih? Hiii kok gitu amat suaranya."
Fiona tampak bergidik ketika mendengar suara-suara yang mampu membangkitkan gairah itu.
Sejenak Galen mengusap keringatnya yang keluar dari wajah tampannya, rupanya Galen merasa jika adik kecilnya ikut terbangun dan ingin bebas dari kerangkeng nya.
"Asseeeemmm, kok jadi panas dingin gini sih, apa yang harus Gue lakukan?" gumamnya sembari menahan sesuatu yang sudah menegang di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥