I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Minggu depan


__ADS_3

Hingga akhirnya acara makan malam pun telah usai, hari itu juga Willy memutuskan kapan hari pernikahan Filio dan Reyna akan segera dilangsungkan, tampak Ray dan Luna juga ikut menyimak bagaimana keputusan Willy beserta keluarga besarnya.


"Baiklah! Karena anak-anak kita rupanya sudah sangat siap untuk menikah, maka dari itu Saya akan mengumumkan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan bulan depan."


Rupanya ucapan Willy mendapat penolakan dari sang anak, Filio terlihat menolak jika pernikahan mereka di adakan satu bulan lagi.


"Maaf Dad! Filio tidak setuju jika harus bulan depan, Filio ingin secepatnya saja, bulan depan rasanya terlalu lama Dad! Kalau bisa sekarang atau besok gitu Dad!" ucapnya yang membuat seluruh keluarganya tertawa kecil.


Reyna tampak begitu malu, pipinya bersemu merah saat mendengar permohonan Filio kepada Daddy-nya. Willy terpaksa memijit pelipisnya sendiri mendengar ucapan sang anak yang membuatnya geleng-geleng kepala.


Lantas Willy membalas pernyataan sang anak dengan sebuah kalimat yang membuatnya begitu malu.


"Eh ... ingat! Kemarin-kemarin kamu nggak mau loh bertemu dengan calon istrimu, kamu bersikeras untuk menolak Daddy jodohkan dengan pilihan Daddy! Sekarang giliran sudah ketemu, minta di percepat pernikahannya, maunya opo toh kamu iku." seru Willy sampai mengeluarkan logat Jawanya.


"Itukan beda Dad! Filio ndak tahu kalau Calon Istriku itu adalah Reyna, kalaupun tahu pasti Filio nggak akan menolaknya, Filio pasti bersedia dan setuju." jawabnya dengan santai.


"Halah preett! Wong kamu itu loh panggah gegeran terus, bendino padu terus, moso Iyo kamu tuh bakal mau nikah sama Reyna, Daddy Ora percoyo blas."


(Halah preett! Orang kamu itu loh selalu berantem terus, masa iya kamu akan mau menikah sama Reyna, Daddy tidak percaya sama sekali.) jawaban Willy membuat Filio cengar-cengir.

__ADS_1


Eve yang melihat putranya tampak malu, lantas Ia berbicara kepada sang suami untuk segera mempercepat pernikahan mereka berdua, pastinya Eve lebih memahami bagaimana perasaan Filio yang sudah tidak sabar ingin segera menjadikan Reyna sebagai istrinya.


"Sudahlah, Sayang! Kita turuti saja permintaan Filio, Aku lihat Filio sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah dengan Reyna, kita percepat saja, bagaimana kalau Minggu depan? Aku rasa Minggu depan waktu yang tepat untuk merayakan pernikahan mereka yang bertepatan dengan Anniversary pernikahan kita, bagaimana?"


Rupanya usulan dari sang Mommy membuat Filio tersenyum lega, dengan cepat Filio menyatakan setuju dengan pendapat sang Mommy.


"Aku setuju Mom! Sebenarnya satu Minggu cukup lama juga sih, tapi nggak apa-apa, daripada bulan depan, ah Daddy kelamaan, capek lah Dad nunggu kelamaan."


"Hah ... dasar kamu tuh, nggak sabar banget sih, kita tunggu juga gimana menurut Pak Ray, dia yang punya gadis itu loh, Jangan lupa itu, kamu juga harus minta izin kepada calon mertuamu, jangan main ambil saja anak gadis orang." seru Willy yang membuat seluruh keluarga tertawa bahagia, suasana makan malam itu sekarang menjadi begitu hangat hingga akhirnya Ray memutuskan untuk menyetujui jika pernikahan Filio dan Reyna akan di laksanakan Minggu depan.


"Baiklah Pak Willy! Karena saya merasa jika putri saya juga sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah dengan putra bapak, maka dari itu Saya pasti setuju dengan usul Bu Evelyn untuk menyegerakan pernikahan mereka Minggu depan, bagaimana Ma! Mama setuju, kan!" Ray tampak menatap wajah sang istri.


Setelah acara makan malam dan penentuan tanggal pernikahan mereka, akhirnya kedua keluarga saling berpamitan untuk kembali pulang. Reyna pun tampak ikut pulang bersama Ray dan Luna, sementara itu Filio masih belum bisa jauh-jauh dari Reyna, Ia memutuskan untuk membawa Reyna dan mengantarkannya pulang.


"Maaf Om dan Tante! Jika di izinkan bolehkah Saya yang mengantar Reyna pulang, Saya masih ingin berbicara kepadanya." pinta Filio kepada kedua calon mertuanya.


Ray dan Luna saling menatap, setelah itu Ray mengizinkan Reyna untuk ikut bersama Filio tapi dengan satu syarat, Filio harus mengantarkan Reyna pulang tepat waktu.


"Om izinkan, tapi pulang nya jangan malam-malam."

__ADS_1


"Iya Om! Om jangan khawatir Reyna akan pulang secepatnya."


Hingga akhirnya satu persatu keluarga mereka meninggalkan Filio dan Reyna, dan terakhir ada sepasang pengantin baru, Fio dan Galen yang mulai menghampiri Filio dan Reyna yang tangannya tak mau terlepas sedikitpun.


"Selamat ya Abangku, Sayang! Aku sangat senang sekali akhirnya kalian berdua bisa rukun, dan sebentar lagi Reyna akan menjadi kakak ipar ku, ya ampun nggak bisa bayangin, biasanya kalian tuh kayak Tom and Jerry, sekarang kalian sudah sama-sama saling mencintai, nggak kebayang pasti entar malam pertama berantem juga nih."


Tiba-tiba saja Reyna berceletuk jika tidak akan ada malam pertama bagi dirinya.


"Kamu salah Fio! Tidak akan ada malam pertama bagi kami." jawab Reyna dengan menundukkan wajahnya. Fio yang sudah tahu hal yang sebenarnya dari Filio tampak menyunggingkan senyumnya kepada calon kakak iparnya itu.


"Kenapa Elu bicara seperti itu? Dengar Reyna! Tidak ada yang tidak mungkin, tapi Gue yakin Bang Filio dan kamu pasti bisa melakukannya." bisiknya kepada sang sahabat.


"Ahh ... nggak mungkin Fio! Orang itunya sudah di sunat separuh." jawabnya yang membuat Fio tertawa terpingkal-pingkal.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Persiapkan baju buat kondangan nya Filio dan Reyna ya! Dan jangan lupa bawa doa restunya, dan juga salam templeknya yang tebal 😂...

__ADS_1


__ADS_2