I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Cinta terbungkus kata sahabat


__ADS_3

Fiona terlihat gugup saat Zyva menanyakan hal itu, Fio mencoba mencari alasan yang tepat agar dirinya tidak salah bicara.


"Di-dia Bryan, teman satu kampusku dulu, dan sekarang Dia sedang berada di London, memangnya kenapa?" tanya Fio penasaran.


Zyva berdiri dari tempat duduknya, mencoba menenangkan diri sembari menghela nafasnya. Fio pun ikut berdiri menghampiri Zyva.


"Zyva? Kamu kenal Dia?"


Zyva menoleh ke arah Dio dengan tatapan yang sendu, kemudian Zyva mengucapkan sesuatu yang benar-benar membuat Fio terkejut setengah mati.


"Bryan, Dia laki-laki yang sudah merebut kesucian ku."


Fiona membulatkan matanya, dirinya tak menyangka jika Bryan melakukan hal sekeji itu kepada Zyva.


"Zyva! Kamu tidak bercanda, kan?" Fio mencoba meyakinkan dirinya jika Zyva tidak mungkin melakukan hal itu dengan Bryan. Zyva menggelengkan kepalanya sembari tertunduk lesu.


"Bagaimana itu bisa terjadi, Zyva? Pasti kalian saling bertemu dan menjalin hubungan, iya kan?" Fio terus mendesak Zyva untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


Zyva menghela nafasnya dalam-dalam, sepertinya Ia harus mengatakan hal yang sebenarnya, Ia tidak sanggup jika harus menahan sendirian tentang apa yang telah menimpanya.


"Waktu itu Aku dan Bryan tidak sengaja bertemu di perpustakaan kota, Bryan menabrak ku dan Aku terjatuh, akhirnya Bryan minta maaf dan mengajakku makan siang sebagai tanda permintaan maaf darinya, dan Aku menyetujuinya, hingga akhirnya kami berdua pergi di sebuah bar yang di sana, Bryan mabuk dan aku mengantarkannya pulang, setelah sampai di apartemennya, Aku bawa dia masuk ke dalam dan ...." Zyva tidak melanjutkan kata-katanya karena dirinya begitu berat untuk mengatakannya, karena di saat itulah Bryan menganggapnya pacarnya dan saat itu juga Bryan telah mengambil paksa aset berharga miliknya, sebuah keperawanan.


"Dan ... apa yang selanjutnya terjadi?" tanya Fio yang terus mendesak Zyva untuk mengakuinya. Zyva tertunduk dan berkata, "Di saat itu Dia menganggap ku sebagai kekasihnya, dalam keadaan mabuk Bryan menganggap ku sebagai pacarnya, dan di situlah dia memaksaku untuk melakukannya."

__ADS_1


Fio menggelengkan kepalanya, betapa yang dilakukan oleh Bryan telah membuat Zyva begitu menderita.


"Ini tidak bisa di biarkan, Zyva! Percaya lah padaku, Kamu akan mendapatkan keadilan itu, Bryan pasti akan mempertanggung jawabkan perbuatannya atas dirimu, Aku berjanji padamu."


"Tidak mungkin Fio! Bryan akan menikahi gadis itu, tidak mungkin Dia akan bertanggung jawab atas diriku, dan aku tidak mau merusak hubungan mereka, Bryan mencintai gadis itu." Tiba-tiba saja Fio menyahuti pernyataan Zyva.


"Tapi gadis itu sudah tidak mencintainya lagi." balas Fio yang membuat Zyva terhenyak.


"Apa maksudmu, Fio? Gadis itu sudah tidak mencintai Bryan lagi?" Zyva mengerutkan keningnya saat mendengar penuturan dari Fio.


"Iya kamu benar, Karena sebenarnya aku lah gadis itu, Bryan adalah pacarku, tapi itu dulu, sekarang Aku sudah menjadi istri Galen, dan selamanya akan tetap seperti itu," Zyva lagi-lagi dibuat penasaran dengan pengakuan Fio.


"Fio! Tapi bagaimana bisa? Bryan masih mengharapkan mu, sementara Kamu dan Galen sudah menikah dan sama-sama mencintai."


"Begitulah Zyva! Aku dan Galen berawal dari sahabat, setelah menikah Aku sadar jika persahabatan kami selama ini adalah rasa cinta yang terbungkus oleh sebuah kata sahabat, hingga akhirnya kami sadar jika kami memiliki perasaan yang sama, Aku dan Galen saling mencintai, dan Aku berharap Bryan bisa mengikhlaskan Aku."


Fio menghampiri sepupu nya itu dan berkata.


"Aku akan membawa Bryan kepadamu, dan Dia akan bertanggung jawab!"


Zyva mulai tersenyum dan wajahnya sedikit berbinar saat mendengar penuturan dari Fio. Setidaknya ada secercah harapan untuk Zyva.


*

__ADS_1


*


*


*


Sementara di apartemen milik Bryan, Pria itu terasa bingung, sungguh dalam hatinya Ia masih mencintai Fio, tapi Dia juga tidak mau lepas tanggung jawab begitu saja, Ia sadar jika dirinya juga sudah bersalah. Sudah berbagai tempat Ia datangi untuk mencari keberadaan Zyva, nyatanya Zyva tidak Ia temukan keberadaan nya.


"Aku harus cari kemana lagi gadis itu?" Bryan menyerah karena tidak bisa menemukan Zyva di kota besar itu, akhirnya Bryan memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan berniat kembali lagi kepada Fio.


"Lebih baik aku pulang saja, tentunya aku bisa melupakan kejadian itu, hah benar-benar sial, kenapa aku bisa sebodoh itu." rutuknya pada dirinya sendiri.


*


*


*


*


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2