
Setelah beberapa menit, mobil mewah Filio berhenti di tempat biasa Reyna turun, kemudian Reyna bergegas turun dan keluar dari mobil Filio. Sebelum Reyna menutup pintu mobil itu, dirinya berucap kepada Filio agar pria itu melupakannya.
"Aku pulang, Mas! Sebaiknya Mas lupakan Aku dan lupakan pembicaraan kita tadi, anggap semua itu tidak pernah terjadi di antara kita, sebelum kamu semakin dalam mencintaiku, ada baiknya kamu lupakan Aku segera, mulai hari ini kita lupakan cinta kita masing-masing, karena Aku akan menikah dengan pilihan kedua orang tuaku, selamat tinggal, Mas Filio!"
Reyna kemudian menutup pintu mobil dan segera beranjak pergi meninggalkan mobil Filio, sejenak Reyna berdiri di pinggir jalan untuk menunggu mobil Filio pergi.
"Tidak semudah itu aku melupakanmu, Reyna! Kau akan tetap menjadi milikku, karena Aku yakin sekali jika kamu adalah milikku." gumam Filio sembari melajukan mobilnya pergi ke jalan raya.
Setelah mobil Filio menghilang dari pandangan Reyna, gadis itu mulai berjalan setapak menuju rumah nya yang tidak jauh dari lokasi Ia berhenti.
Setelah beberapa saat, Reyna mulai membuka pintu gerbang rumahnya, dengan membawa sebungkus martabak manis yang sempat Ia beli sebelum dirinya di antar pulang oleh Filio, Reyna meminta Filio mengantarkannya sebentar untuk membeli martabak manis di seberang jalan.
Reyna melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah, namun tiba-tiba saja Ray dan Luna sudah berada di depan pintu dan menghadang kedatangan Reyna yang terlihat sedih dan lesu.
__ADS_1
"Papa! Mama!" sapa Reyna kepada kedua orang tuanya yang terlihat kesal dan marah.
"Dari mana kamu?" tanya Ray dengan wajah dingin nya. Reyna menatap wajah sang Papa dengan sedikit takut, Ray memang terkesan lembut, namun jika pria itu marah, maka kemarahan nya lebih menakutkan daripada hantu pocong atau Mbak Kunti.
"Rey-Reyna dari beli ini, Pa!" jawabnya sembari menunjukkan martabak manis yang ia bawa. Spontan Ray membuang martabak manis itu hingga berceceran di atas lantai, Reyna menjerit ketakutan melihat kemarahan Ray kepadanya. Sementara itu Luna berusaha menenangkan sang suami yang tampak benar-benar marah.
"Ahhhhhh ...." Reyna menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat Ray membuang martabak manis itu ke lantai, setelah itu Ray berkata kepada sang Anak dengan serius.
"Ampun, Pa! Reyna minta maaf, Reyna ngaku salah, iya Reyna memang pergi dengan seorang teman Reyna, tapi itu tidak seperti yang Papa pikirkan, kami sudah berjanji tidak akan pernah bertemu lagi, Pa!" jawab Reyna dengan tangis yang mulai membasahi wajah cantiknya.
"Kamu mencintai pria itu?" tanya Ray tiba-tiba.
Reyna tidak bisa menjawabnya, Ia hanya bisa menangis, Reyna benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, Ia pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
"Cepat jawab! Katakan, apa kamu mencintai pria itu?" desak Ray yang membuat Reyna terpaksa mengatakan perasaannya yang sebenarnya.
"Iya ... Reyna mencintainya, Pa! Reyna tidak tahu kenapa perasaan Reyna seperti itu kepada nya, Reyna baru menyadari bahwa perasaan kami adalah sama, kami saling mencintai, tapi sayang! Cinta kami tidak akan pernah bisa bersatu, karena Reyna terpaksa harus menuruti permintaan Papa dan Mama, Reyna tidak akan mengecewakan Papa dan Mama, jangan khawatir Reyna akan menerima perjodohan itu, meskipun sebenarnya hati Reyna benar-benar hancur, sama seperti martabak manis yang Papa lemparkan itu hiks hiks hiks!"
Reyna berlari masuk ke dalam kamar, sementara Ray terlihat menghela nafas panjang, sejenak Ray duduk lemas di kursi sembari memegang pelipisnya.
"Aduhhh Reyna! Sayang ... kita harus bagaimana?" Luna pun ikut bingung dengan apa yang terjadi, di satu sisi Luna kasihan melihat putrinya, di sisi lain Ia dan keluarga besarnya sudah sepakat menjodohkan Reyna dengan putra William Anthony itu, yang tak lain adalah Filio Anthony. Namun sayangnya mereka belum menyadari jika pria yang baru saja di temui oleh Reyna adalah Filio Anthony, calon menantu mereka sendiri.
"Kita tidak punya pilihan lain, kita akan tetap menjodohkan mereka, jika perlu kita percepat tanggal pernikahan mereka, supaya Reyna bisa secepatnya melupakan pria itu." ucap Ray dengan serius.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1