I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Mengantarkan Fio


__ADS_3

Tiba saatnya Galen mengantarkan Fio ke rumah kedua orang tuanya, mobil mereka tiba di depan Mansion mewah milik William Anthony itu, kebetulan ada Mbak Yem yang berada di luar Mansion.


"Loh itu bukannya mobil Mas Galen?" Mbak Yem terlihat begitu memperhatikan kedatangan Fio dan Galen. Setelah mobil berhenti Fio dan Galen turun dari mobil.


"Aduh Gusti! Non Fio tenan kuwi, halah dalah kok tambah ayu tenan."


(Ya Tuhan! Non Fio beneran itu, astaga! kok tambah cantik sekali) ucapnya sembari menyambut kedatangan Fio dan Galen.


"Mbak Yem!"


"Non Fio! biyuh jian tambah uayu tenan, Mas Galen mesti tambah nemplok wae nek ngene iki, Yo opo ora Mas?"


(Non Fio! Aduh beneran tambah cuantik sekali, Mas Galen pasti tambah lengket saja kalau begini, ya apa tidak Mas) Mbak Yem tampak menggoda Galen.


"Ya tentu saja Mbak Yem! Gimana Aku nggak tergila-gila padanya, istriku ini memang paling cantik." jawabnya dengan senyum.


"Syukur saja Non Fio dan Mas Galen ndak berantem lagi kayak dulu, Mbak Yem ini sampai bingung lihat kalian berdua berantem melulu, sekarang Mbak Yem senang bisa melihat Mas Galen dan Non Fio udah baikan, Tuan dan Nyonya pasti sangat senang, apalagi Nyonya besar Liora, pasti beliau orang yang paling bahagia melihat kalian berdua rukun," ucap asisten rumah tangga keluarga besar D'angelo itu.


"Kita setiap hari tetap berantem kok mbak Yem!" imbuh Galen dengan senyum nakalnya.


Sontak apa yang dikatakan oleh Galen tersebut membuat Mbak Yem dan Fio terkejut.

__ADS_1


"Maksud Mas Galen itu apa?"


Galen tersenyum dan berkata sembari merangkul Fio.


"Kami berantemnya di atas kasur iya kan, Sayang!" ucapan Galen membuat kedua wanita itu menghela nafasnya.


Galen melirik ke arah sang istri yang terlihat malu-malu meong itu.


"Hmmm Mas Galen ini loh, senengane guyon wae, ya mesti berantemnya yang itu di atas kasur, kalau ndak di atas kasur, mosok Yo neng nduwur ubin, atos mundak dengkul sampyn loro."


(Hmmm Mas Galen ini loh, sukanya bercanda melulu, ya tentu berantemnya yang itu di atas kasur, kalau tidak si atas kasur, masa iya di atas lantai, keras nanti lutut Mas Galen bisa sakit) rupanya ucapan Mbak Yem membuat Galen dan Fiona tertawa, nyatanya mereka pernah melakukannya di atas lantai langsung, namun lutut Galen menjadi sakit karena menyentuh langsung ke lantai, sedangkan dirinya harus bekerja keras untuk memompa.


Galen tampak garuk-garuk kepalanya, memang kenyataannya seperti itu. Kemudian Galen mengantarkan sang istri untuk masuk ke dalam rumah.


"Fiona sayang! Apa kabar kamu, Nak!" ucap Eve sembari memeluk putrinya itu.


"Fio baik Mommy! Gimana kabar Mommy, Daddy dan Uti? Fio benar-benar kangen banget." jawabnya begitu bahagia bisa melihat sang Mommy lagi.


"Kita semua baik-baik saja." Jawab Eve sembari tersenyum. Begitu pun Liora yang terlihat sangat senang melihat cucunya datang.


"Fio, Cah ayu! Rene Nduk, Uti kauangen."

__ADS_1


(Fio, anak cantik! Sini Sayang, Nenek kangen banget.)


Fio segera menghampiri Liora yang sudah tidak sabar ingin memeluknya. Galen ikut senang melihat istrinya bahagia.


"Nak, Galen! Ayo duduk dulu, gimana kabar Mama dan Papa kamu?" tanya Eve sembari mempersilahkan menantunya untuk duduk.


"Mama dan Papa baik Mommy." jawabnya dengan senyum.


"Syukurlah! Mommy ikut senang, oh iya ada apa kok tiba-tiba kalian berdua datang? Nggak kasih kabar dulu," seru Eve pada keduanya.


"Ini Mommy, Fio katanya kangen sama Mommy dan semua keluarga besar di sini, jadi hari ini Saya antarkan Fio kemari," balas Galen.


"Oh ya ampun! Kamu baik banget udah ngantarin Fio kemari, Makasih ya! Oh ya Galen apa Fio masih nakal seperti biasanya? Nih anak sama kamu udah kayak Tom and Jerry, apa kalian masih saling bertengkar?" tanya Eve penasaran, Eve pun tahu bagaimana dulu Fio dan Galen selalu berantem.


Tiba-tiba saja Mbak Yem menyahuti.


"Non Fio sama Mas Galen udah ndak bertengkar lagi Nyonya! mereka berdua udah berdamai, rupanya Non Fio dan Mas Galen udah ngerasain yang namanya anu ... eh."


Mbak Yem tampak menutup mulutnya.


"Maksud Mbak Yem, anu apa?" Eve tampak mengerutkan keningnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2