I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Mendadak romantis


__ADS_3

"Kita mau kemana, Mas?" tanyanya kepada pria yang tiba-tiba saja membuatnya gelisah.


"Sudah! Jangan banyak tanya, ayo naik!" Filio tampak membuka pintu mobil dan mempersilahkan Reyna untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Setelah Reyna masuk ke dalam mobil Filio pun langsung masuk juga ke dalam mobil dan Ia dengan segera melajukan mobilnya ke jalan raya menuju suatu tempat yang sudah Ia persiapkan untuk Reyna.


Setelah mobil itu menghilang dari jalan, tampak seorang wanita yang melihat Reyna pergi dengan menaiki mobil mewah tersebut.


"Loh itu bukannya Mbak Reyna, anaknya Bu Luna? Mau kemana malam-malam gini bersama pria ganteng, orang kaya seperti nya, jangan-jangan itu pacarnya, atau jangan-jangan itu penculik yang mau nyulik Mbak Reyna, aduuh gawat! Aku harus beritahu berita ini kepada Bu Luna."


Tanpa pikir panjang wanita yang biasa di sapa Bu Mimin itu langsung pergi ke rumah Ray yang berjarak tidak jauh dari lokasi dimana Reyna dan Filio janjian ketemuan.


Di saat Ray dan Luna sedang makan malam, tiba-tiba mereka berdua di kejutkan dengan seseorang yang sedang membunyikan bel rumah, sejenak Luna menghentikan aktivitas makannya dan segera membukakan pintu.


"Sebentar Sayang! Aku buka dulu pintunya." pamit Luna kepada sang suami. Dan Ray pun mengangguk. Setelah itu Luna beranjak pergi ke ruang depan untuk melihat siapa yang sedang bertamu malam ini.


"Ceklek." suara pintu terbuka, dilihatnya sang tetangga yang sedang berdiri di depan pintu rumah nya.


"Bu Mimin! Ada apa ya? Ada yang dapat Saya bantu, Bu!" sapa Luna kepada tetangganya itu.


"Begini Bu Luna! Sebelumnya Saya minta maaf jika kedatangan Saya kemari mengganggu ketentraman Bu Luna!" jawab sang tetangga.


Luna tersenyum dan mempersilahkan masuk untuk Bu Mimin. "Silahkan masuk Bu Mimin! Kita bicara di dalam, mari!" seru Luna kepada wanita itu. Rupanya wanita itu menolak untuk masuk ke dalam rumah, dengan alasan hal yang disampaikan nya cuma sebentar.


"Tidak perlu Bu Luna! Saya cuma sebentar kok, cuma mau menyampaikan saja, tadi Saya tidak sengaja melihat Mbak Luna naik ke dalam mobil bersama cowok ganteng banget Bu Luna, sepertinya cowok itu anak orang kaya, dilihat dari penampilannya dan mobilnya yang super mewah." ucap Bu Mimin.


Sontak apa yang diutarakan oleh Bu Mimin membuat Luna sangat terkejut, bagaimana mungkin sang putri membohongi nya.


"Bu Mimin yakin itu putri Saya? Soalnya Reyna pamit sedang pergi beli martabak manis di seberang jalan, ah mungkin Bu Mimin salah lihat kali." balas Luna yang masih belum percaya.

__ADS_1


"Ya ampun Bu Luna! Mana mungkin Saya salah lihat, orang Saya lihat dengan mata kepala sendiri, itu benar-benar Mbak Reyna, dia memakai baju berwarna pink, kan?" seru sang tetangga mencoba meyakinkan Luna.


Sejenak Luna mengingat jika Reyna memang memakai dress warna pink saat dirinya berpamitan untuk membeli martabak manis.


"Apa benar yang dikatakan oleh Bu Mimin, jika Reyna pergi bersama seorang pria, tapi siapa pria itu? Dan mereka mau kemana? Reyna ... ! Kamu sudah membuat Mama hilang kesabaran." gumam Luna yang sudah terlihat begitu marah.


"Baiklah Bu Luna, kalau begitu Saya permisi dulu, mari!" pamit sang tetangga.


"Oh iya Bu Mimin, terima kasih atas informasinya."


"Sama-sama, Bu!"


Setelah Bu Mimin pergi, Luna segera menemui suaminya yang sedang makan malam. Dengan langkah cepat Luna segera menghampiri Ray yang sedang menyantap hidangan makan malam.


"Sayang! Sayang! Gawat ... Reyna!" Luna tampak mengejutkan Ray yang sedang makan, alhasil Ray tersedak dan batuk-batuk saat sang istri mengagetkannya.


"Kamu kenapa? Ada apa kamu kelihatan gelisah gitu, hampir saja aku keselek piring," ucapnya kepada Luna yang terlihat mondar-mandir di samping Ray.


"Reyna pergi, Sayang!" ucap Luna dengan cemas.


"Loh bukannya memang tadi Reyna pamitan pergi, gimana sih!"


"Iya ... tapi dia bohong sama kita, Reyna pergi dengan seorang pria."


"Apa?" Ray tampak sangat terkejut mendengar penuturan dari sang istri, Luna menceritakan semuanya kepada sang suami tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus secepatnya melaksanakan pernikahan ini, sebelum Reyna berubah pikiran, dan siapa pria itu?"

__ADS_1


Ray sedikit berpikir tentang siapa pria yang sedang ditemui oleh putrinya, menurut info dari Bu Mimin, pria itu masih muda dan bukan dari kalangan biasa, dan pria itu sepertinya bukan orang sembarangan.


"Siapa laki-laki itu?"


*


*


*


Sementara itu mobil Filio berhenti di sebuah tempat yang sudah dipersiapkan khusus untuk Reyna, sebuah tempat romantis yang bernuansa emas, dengan kelap-kelip lampu yang menghiasi setiap sudut tempat.


Filio membukakan pintu mobil untuk sang gadis, Reyna menatap wajah Filio begitu dalam, kenapa pria itu mendadak romantis kepada nya.


Setelah Reyna turun dari mobil, Filio membawa Reyna masuk ke tempat tersebut, sebuah taman yang dihias khusus sedemikian rupa untuk pasangan sejoli yang akan menikmati malam di tempat itu. Di tambah lagi hujan rintik-rintik yang mulai membasahi bumi.


Filio dengan segera membawa Reyna berteduh di sebuah tempat berukuran 3x3 meter dengan atap yang terbuat dari jerami.


"Mas Filio! Untuk apa kita ke sini? Apa yang ingin Mas sampaikanlah? Cepatlah! Sebelum Mama dan Papa curiga jika Aku sedang membohongi mereka." ucap Reyna yang tampak cemas mengingat dirinya sudah membohongi sang Mama.


Filio menghampiri gadis itu dengan tatapan matanya yang tajam, sejenak Filio menyentuh wajah Reyna, entah kenapa Reyna merasakan belaian tangan Filio begitu lembut, tanpa Ia sadari, Reyna terpejam saat tangan lembut Filio mulai merambat pada rambutnya, dan tiba-tiba saja ikatan rambut Reyna di lepas oleh Filio, tentu saja rambut hitam Reyna tergerai dengan indah.


"Mas Filio! Apa yang kamu lakukan?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2