
Seperti biasa Fiona dan Galen pergi ke kampus barengan, hari ini mereka kebetulan berangkat bersama karena jadwal ngampus yang sama-sama pagi. Setelah beberapa menit mereka pun tiba di kampus dimana dulu Filio juga pernah menimba ilmu di sana, sebelum Ia memutuskan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Di sana sudah ada Reyna yang menunggu kedatangan Fio sembari duduk di sebuah bangku dan melambaikan tangan kepada Fio yang baru saja datang dengan mengendarai mobil bersama sang suami. Galen memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
"Aku turun dulu, Reyna sudah menungguku!" pamit Fio kepada sang suami sembari beranjak membuka pintu mobil, namun Galen tampak menghentikan nya dengan menahan satu tangan nya. Fio menoleh dan menatap wajah sang suami.
"Ada apa?" tanyanya dengan mengerutkan keningnya. Galen mendekati wajah Sang istri kemudian dengan lembut mengecup bibir Fio sekilas.
"Aku tidak bisa melihatmu pergi sebelum Aku menikmati bibir manis istriku!" ucapan Galen membuat Fiona tersenyum malu.
"Benarkah! Sampai segitunya kamu ingin merasakan bibir ini, hmm!" jawabnya sembari mencubit pipi sang suami. Galen tersenyum yang menunjukkan deretan giginya yang putih. Kemudian Fio mengecup pipi Galen dan setelahnya Ia keluar dari mobil.
"Daah ... sampai ketemu nanti, hari ini Aku ada kelas dosen narasumber dari Universitas luar negeri, Aku harus cepat, cuma Aku belum tahu siapa orangnya. Tapi Aku curiga saja jika itu Bang Filio." ucap Fio menebak.
"Filio? Dia sudah pulang?" tanya Galen penasaran.
"Belum tahu, dia bilang mau pulang secepatnya, Bang Filio pingin ngasih kejutan di hari pernikahan Daddy dan Mommy, tapi dia nggak mau bilang kapan, Aku nggak boleh ngomong dulu sama Mommy dan Daddy, Kamu tahu sendiri Bang Filio sangat cinta banget dengan kampus ini, Dia ingin banget mengabdi di kampus ini sebagai dosen, dia pernah bilang sama Aku jika dia pulang ke Indonesia, tempat pertama yang dikunjungi adalah kampus ini." ungkap Fio sebelum dirinya pergi meninggalkan mobil.
"Ya udah, kamu telepon saja Bang Filio, siapa tahu dia sudah pulang beneran." seru Galen yang juga turun dari mobilnya.
"Kamu benar, sayang! Tapi entar aja deh, Aku mau masuk kelas dulu, penasaran itu dosen beneran Bang Filio apa bukan sih, soalnya dengar-dengar Dia dari Universitas yang sama dengan Bang Filio."
Tiba-tiba saja terdengar suara Reyna datang menghampiri mereka berdua, gadis itu terlihat sedikit berbeda hari ini, biasanya Reyna selalu mengurai rambut hitamnya, sekarang Ia terlihat memakai rambut pendek palsu dengan poni sebagai pemanis.
"Fio!" panggilnya dengan sedikit terburu-buru.
__ADS_1
"Reyna! Tumben Elu beda banget hari ini!" seru Fio yang melihat penampilan sahabatnya yang terlihat berbeda hari itu.
"Hehehe, emangnya kenapa? Jelek ya? Lagi pingin aja sih ganti rambut pendek, habis bosen panjang terus." jawaban sambil merapikan poninya.
"Kayak bukan Elu tahu nggak! Nggak ada manis-manisnya." sahut Galen sembari menggaruk rahangnya.
Reyna terlihat cuek dengan ucapan Fio dan Galen, kedua sahabatnya itu sudah biasa mengomentari penampilan nya yang terkesan diluar kebiasaan Reyna yang setiap hari tampil feminim dan anggun.
"Ahh kalian pasti suka nih ledekin Gue! Bomat lah yang penting Gue nyaman, bosen dengan penampilan itu-itu saja, pingin nyoba sesuatu yang baru." jawaban percaya diri.
"Hah terserah Elu deh! Yuk ah kita masuk kelas dulu, Sayang Aku pergi dulu, bye!" ucap Fio sembari berpamitan kepada Galen. Dan Galen pun juga pergi menuju ke kelasnya.
Sebelum masuk ke dalam kelas, tiba-tiba saja Reyna kebelit pipis, Ia memutuskan untuk pergi ke toilet sebentar pada Fio.
"Aduh Fio! Gue ke toilet sebentar, kebelet nih!" ucapnya dengan ekspresi yang menahan rasa ingin buang air kecil.
Sementara itu Reyna yang kebelet pipis sepertinya Ia sudah tidak tahan lagi untuk segera masuk ke dalam kamar mandi, Sementara di dalam toilet cewek masih ada seseorang yang berada di dalam, maka Reyna harus menunggu sampai seseorang keluar dari toilet tersebut.
"Aduh lama banget sih nih orang! Mana udah kebelet banget nih!" ucapnya dengan tidak tenang.
Toilet cowok dan cewek letaknya bersebelahan, keduanya sama-sama tertutup, namun tiba-tiba saja pintu toilet pria sudah terbuka dan sekarang keadaan nya tidak ada yang berada di dalam toilet cowok, karena Reyna sudah benar-benar tidak bisa menahan pipisnya, akhirnya Reyna terpaksa masuk ke dalam toilet cowok yang kosong tersebut.
"Daripada Gue ngompol, mending pipis di sini aja deh, toh pasti udah nggak ada orang di dalam." ucapnya sembari beranjak masuk ke dalam toilet cowok.
__ADS_1
Kondisi toilet cowok yang memang diperuntukkan bagi kaum pria, tentu saja banyak Urinal yang berderet di sekitar kamar mandi, namun ada satu bilik khusus untuk WC duduk, membuat Reyna lebih mudah untuk buang air kecil tanpa dilihat oleh siapapun. Gadis itu masuk ke dalam bilik tersebut..
Sementara Reyna yang masih berada di dalam bilik, terdengar suara tap sepatu seseorang yang sedang masuk ke dalam toilet. Pria itu tampak sedang buang air kecil pada toilet Urinal dengan posisi berdiri.
Setelah Reyna selesai buang hajat kecil, Ia pun segera keluar dari kamar mandi tersebut, dengan sedikit terburu-buru Reyna keluar tanpa melihat jika ada seseorang yang sedang menikmati buang air kecil.
Tiba-tiba saja.
"Aaaaaaaaaaaa ... Mama apa itu, serem banget sih!" teriak Reyna sambil menutup kedua matanya saat melihat pemandangan yang seumur hidup belum pernah Ia lihat.
Sontak saja Pria itu langsung membalikkan badannya dan menutup kembali ritz celananya dengan cepat, namun naas tiba-tiba saja pria itu menjerit kesakitan saat si burung empritnya sedang terjepit ritz celana.
"Aaaaaaaa ...!" teriak pria itu sambil menahan Ritz celananya agar tidak terlalu dalam menjepit si burung empritnya.
Sontak jeritan pria itu membuat Reyna langsung menoleh ke arah pria yang terlihat histeris itu.
"Waduh tuh orang kenapa?"
Kemudian Reyna memberanikan diri untuk mendekati pria itu.
"Eh ... Mas nya nggak apa-apa?" suara Reyna rupanya membuat sang pria terkejut dan langsung menyadari jika suara tersebut sangat Ia kenali.
"Reyna!"
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥