
Reyna terlihat lemas tak bertulang, Ia takut jika Filio akan mengerjainya lagi, sebagaimana dulu putra Willy dan Eve itu sering sekali mengganggu Reyna semasa remaja.
"Aduuh Mas Filio mau apa lagi sih, nggak bosan-bosannya dia gangguin Gue mulu, bete tahu nggak sih!" gumamnya sembari memperhatikannya Filio yang kini lebih terlihat berwibawa saat menjelaskan materi di depan kelas, tanpa sadar Reyna senyum-senyum sendiri melihat Filio yang pandai membawakan materi dengan begitu jelas.
"Ada yang lain dari Mas Filio! Bikin kesel sih tapi Dia kelihatan dewasa banget, tampan lagi ... Eh wait wait Reyna kok Elu jadi memuji pria itu sih, hahhh bodo!" Reyna tampak menggelengkan kepalanya dan mencoba memalingkan wajahnya dari Filio yang sedang memperhatikannya.
Filio tersenyum menatap wajah Reyna yang tampak kesal, Filio semakin gemas ketika Reyna tampak sedang komat-kamit mengumpat dirinya.
"Heeeeehhh ... lama banget sih, mana kaki dah pegel nih, seenak jidatnya saja nyuruh-nyuruh orang berdiri di sini, untung saja Elu Kakaknya Fiona, jika bukan udah Gue penyet-penyet Lu kayak sambal terasi." umpat Reyna sambil mengepalkan tangannya.
Tiba-tiba Filio mendekati gadis itu dan berkata di sampingnya. "Hmm siapa yang mau di penyet-penyet?"
Sontak Reyna terkejut setengah mati dan tanpa sengaja mengeluarkan kata-kata mutiara yang keluar dari bibir mungilnya.
"Eh ... tuyul kodok curut! Duhhh ngagetin aja deh Bapak!" seru Reyna sembari mengusap dadanya.
"Ngomong apa kamu tadi?" tanya Filio penasaran.
"Ngomong? Saya nggak ngomong apa-apa, Pak! Orang saya dari tadi berdiri di sini terus kok!" bantahnya.
"Jangan macam-macam kamu ya! Berani kamu dengan Aku, Aku akan bikin kamu nangis di pojokan kelas, hmm mana itu rambut kuncir kudamu? Sekarang udah nggak di kuncir lagi, padahal Aku pingin sekali narik lagi rambutmu itu! Hhh gadis aneh!" serunya sembari menatap mata Reyna yang menatapnya penuh kesal.
Tiba-tiba saja Reyna mengucapkan sesuatu kepada Filio yang membuat Filio terdiam.
__ADS_1
"Kenapa Mas Filio selalu ingin mengganggu Aku? Salah Aku apa, Mas? Aku tidak pernah mengganggu Mas Filio, Mas Filio jahilin Aku setiap hari pun Aku nggak balas, karena Aku menghormati Mas Filio sebagai kakak Fiona, tapi kenapa Mas selalu saja membuatku menangis, Mas Filio jahat tahu, nggak! Dulu dan sekarang tetap jahat! Permisi, Aku tidak butuh berada di kelas ini lagi!" balasnya sembari berlalu meninggalkan kelas.
Fiona yang melihat Reyna yang sedang kesal tampak terkejut dengan sikap Reyna yang tiba-tiba pergi begitu saja dari kelas.
"Loh! Reyna mau kemana? Kok main pergi gitu aja!" Fio tampak memperhatikan wajah Filio yang sedang salah tingkah.
"Abang sama Reyna kenapa tuh? Mereka bertengkar lagi?" gumam Fiona penasaran.
Sementara di luar Reyna keluar dan duduk di sebuah bangku panjang, gadis itu tampak cemberut, namun setidaknya Ia sudah lega mengatakan hal itu kepada Filio.
Tiba-tiba saja seorang mahasiswa cowok datang menghampiri Reyna yang sedang duduk sendirian.
"Elu kenapa? Nggak masuk kelas?" tanya Gilang, cowok paling keren kedua setelah Galen, Gilang termasuk cowok yang cukup populer di kampus, namun sayang Dia seorang player, Gilang sering sekali Gonta ganti pacar, dan sekarang incarannya adalah Reyna. Gilang mulai merapat saat tahu Reyna sedang duduk sendirian.
"Dosen siapa? Apa dosen baru itu? Pak Filio Anthony!" jelas Gilang menebak.
"Ya ... siapa lagi, gimana ceritanya sih tuh orang bisa jadi dosen di sini, kesel tahu nggak sih Gue!"
"Udah! Nggak usah kesel, entar cantiknya ilang, eh ... Elu ada acara nggak nanti malam? Gue mau ajakin Elu keluar?" tanya Gilang yang mencoba merayu Reyna.
"Hmm sorry, Gue nggak bisa! Gue ada acara sama keluarga Gue!" tolak Reyna secara halus.
"Ohh ... gitu, tapi kapan-kapan Elu mau kan Gue ajak?" tanya Gilang yang terus memaksa.
__ADS_1
Dan Reyna pun menganggukkan kepalanya. Keduanya terlihat sedang bercanda dan tertawa, hingga tampak begitu akrab, tanpa Reyna sadari seseorang sedang memperhatikannya dari belakang.
Kedua mata itu menatap Reyna dan Gilang yang sedang bersenda gurau, seolah menunjuk jika pemilik sepasang mata elang itu tidak menyukai pemandangan yang ada di depannya. Gilang tampak menyelipkan rambut Reyna di telinga dan itu membuat Filio sakit mata.
"Shiiit! Semua cewek itu memang sama, nggak di luar negeri nggak di sini, Aku yakin Reyna pasti juga sama saja dengan cewek-cewek di luar sana," gumamnya sembari berjalan menghampiri kedua pemuda pemudi itu.
"Ehem ...."
Sontak Reyna dan Gilang berhenti bercanda dan menoleh ke arah Filio yang berdiri di samping mereka.
"Pak Filio!" sapa Gilang kepada Filio yang sedang menatapnya penuh kesal. Namun Filio rupanya tidak menggubris perkataan Gilang, Ia justru berbicara kepada Reyna yang masih duduk di bangku panjang itu.
"Reyna! Sekarang kamu harus ikut dengan ku! Dan kamu tidak boleh menolak! Jika kamu menolak maka nilaimu akan Aku kurangi, Aku tunggu di mobil, sekarang!" titah Filio kepada Reyna, kemudian Filio segera pergi dari hadapan mereka berdua.
Gilang tampak terkejut dan bertanya kepada Reyna.
"Pak Filio mengajak Elu kemana?" tanya Gilang penasaran.
"Bukan urusan Elu!" jawab Reyna sembari beranjak pergi meninggalkan Gilang.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1