I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Bonchap 4


__ADS_3

Ketiga wanita itu tersenyum kepada Galen yang tampak menarik ujung kaosnya dengan senyum-senyum , sesekali Galen melirik ke arah Fio, dengan mengerjabkan matanya kepada sang istri sembari berkata lirih. "Kenapa kamu baru bilang sekarang, kalau ada Mommy di sini, malu sayang!"


"Kamu juga sih, main masuk saja, tengok-tengok dulu dong!" jawab Fio.


Kemudian Eve beranjak berdiri dan menghampiri menantunya itu. Galen terlihat deg deg ser ketika sang ibu mertua berjalan menghampirinya.


"Aduh gawat-gawat nih, bisa-bisa di marahi nih, Mommy tahu gue lagi minta mimik susu, aduhh Asseemmm deh ah." rutuk suami Fio itu pada dirinya sendiri.


Eve menghampiri menantunya dan berkata, "Tolong jaga Fio! Mommy percaya kamu sangat menyayanginya, kami berharap kalian berdua bisa menjaga amanah dari Tuhan, Aku rasa sebentar lagi kalian berdua akan kedatangan seorang bayi, buah cinta kalian."


"Iya Mommy! Saya akan selalu menjaga Fio! Dan Saya sangat bersyukur jika memang benar Fio sedang hamil. Saya akan menjaganya sepenuh hati." jawab sang menantu.

__ADS_1


Kemudian Vega menghampiri Putranya dan berkata, "Terus kamu ngapain minta mimik susu sama istrimu? Udah tahu istrimu sedang pusing, tambah pusing nanti kamu gangguin!" ucap sang Mama sambil menjewer telinga putranya.


"Ampun, Ma! Iya iya Galen salah, lepasin dong, Ma!" rengek Galen. Kemudian Vega melepaskan jeweran tangannya dari telinga sang anak.


Sambil mengusap-usap telinganya, Galen mencurahkan isi hatinya kepada sang Mama.


"Mama tega banget sih, tahu nggak sih Ma! Galen tuh tadi mual, muntah-muntah terus, nggak tahu kenapa tiba-tiba bisa begitu, tanya tuh sama Papa, Galen nyamannya saat ada di dekat istri, Ma! Apalagi mimik cucu hehehe ...."


Sementara itu, Liora merasa kasihan melihat cucu menantunya yang ikut merasakan kehamilan istrinya, wanita tua itu pun menghampiri cucu menantu dan memberikan semangat kepada Galen.


"Aduh kasihan kamu, Galen! Uti mengerti keadaan mu, pasti kamu sangat merasa tersiksa, bukan? Ini semua terjadi karena kalian berdua benar-benar saling mencintai, sehingga ikatan batin bayi yang dikandung oleh Fio, merasa begitu dekat dengan ayahnya, sehingga kamu juga ikut merasakannya." ucap Liora menjelaskan. Galen tampak menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sesekali wajahnya sangat bersedih saat Liora menjelaskan tentang apa yang terjadi pada dirinya. Membuat sang Mama tampak mengerutkan keningnya dan berkata. "Kamu kenapa? Kok sedih, Istri sedang hamil kok sedih, harusnya kamu bahagia dong!" ucap Vega kepada putranya.


"Kalau saja Galen tahu rasanya hamil seperti ini, pasti Galen tidak akan mau membuat Fio hamil, Ma! Rasanya benar-benar sakit, Ma! Ah ini semua salahku, Ma!"


Ah benar saja, apa yang dikatakan oleh Galen membuat ketiga wanita itu menepuk jidatnya. Kemudian Galen spontan memeluk Fio dan berucap maaf kepada istrinya.


"Maafkan aku, Sayang! Aku sudah membuat mu hamil, Aku tidak tahu jika hamil itu rasanya seperti ini, luar biasa membuat perutku sangat kram, jika saja Aku tahu akan seperti ini, mungkin Aku tidak akan mengganggumu setiap malam, tapi ...." Galen tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa?" tanya Fio penasaran. Galen tersenyum dan menatap wajah istrinya.


"Tapi ... rasanya bikin nagih sih, Aku nggak bisa menghindari nya, Sayang!" ucapnya berbisik pada telinga Fio, agar Vega, Eve dan Liora tidak mendengarkan nya.

__ADS_1


...😁😁😁😁😁😁😁...


__ADS_2