
Sementara itu, sekarang Fio dan Reyna sudah berada di dalam kelasnya, tak berselang lama seorang dosen baru masuk ke dalam kelas Fio.
Pria itu berumur sekitar 25 tahun, dosen muda yang terlihat cukup tampan. Bastian Setiawan, pria itu menyebutkan namanya kepada mahasiswanya. Sepertinya pesona dosen tampan itu membuat sebagian ciwi-ciwi yang berada di dalam kelas merasa kagum dengan Bastian.
Namun tidak dengan Fio, Ia merasa biasa saja melihat Bastian dosen barunya, tapi tidak dengan Bastian, pria itu rupanya diam-diam memperhatikan Fiona yang sedang duduk di kursi nomor tiga.
"Ssttt ... Fio! Rupanya ada penggemar baru Elu!" bisik Reyna sembari menyikut tangan sahabatnya itu.
"Hah! Penggemar apaan?" jawabnya sambil menoleh ke arah Reyna.
"Tuh!" ucap Reyna dengan memberi kode kearah Bastian yang sedang memandang Fiona.
Spontan Fiona menoleh pada dosen barunya itu, dilihatnya Bastian yang sedang tersenyum kepadanya. Dengan cepat Fiona membalas senyum Bastian dengan senyum paksa, dan setelahnya Fio membuang wajahnya, rasanya Fio begitu risih saat Bastian menatap dirinya.
"Diiih, tuh dosen matanya nggak juling apa!" ucapnya sembari memalingkan wajahnya. Reyna tampaknya tersenyum melihat sahabatnya itu mengumpat.
"Hehehe, tega banget Elu bilang matanya juling, Elu nggak lihat apa, anak-anak pada histeris melihat Pak Bastian tuh!" seru Reyna saat melihat teman-teman perempuan mereka tampak sedang tebar-tebar pesona untuk mendapatkan perhatian Bastian.
"Tahu tuh mereka, lebay banget, tuh dosen juga nggak cakep-cakep amat, masih cakepan juga suami Gue, eh ... " tiba-tiba saja Fio menutup mulutnya karena tak sengaja dirinya memuji ketampanan Galen.
"Nah, ya! Ketahuan Elu mengagumi si Galen, lama-lama Elu bakal jatuh cinta tuh sama dia, secara Elu udah mengakui kalau Galen itu tampan." seru Reyna yang tampak menyindir Fiona.
"Enak aja jatuh cinta, ogah banget Gue jatuh cinta sama si dodol itu," jawabnya sambil memutar bola matanya.
"Elu jangan gitu! Sorry ya bukannya Gue nggak suka Elu sama Bryan, tapi menurut Gue, Galen itu cocok banget sama Elu, Gue nangkepnya itu kayak ada sesuatu yang kalian berdua sembunyikan deh, ada sesuatu yang kayak ingin kalian sampaikan, tapi kalian berdua enggan dan gengsi untuk mengakuinya, apa karena belenggu kata persahabatan ya?" ucap Reyna menebak.
__ADS_1
"Udah ah Reyna, Gue nggak mau bicarakan ini lagi." Fiona tampak mengalihkan pembicaraan dengan memperhatikan Bastian yang sedang menerangkan di depan kelas.
*
*.
*
*
Setelah kuliah berakhir, Reyna dan Fiona tampak sedang bergegas ke kantin, namun tiba-tiba saja Bastian menghampiri mereka berdua.
"Fio, Reyna! Apa kalian sedang sibuk?" tanya Bastian dengan senyum manisnya.
"Eh Pak Bastian! Kami mau ke kantin Pak!" jawab Fiona.
"Tapi Pak! Apa tidak merepotkan Pak Bastian, soalnya kita makannya banyak loh Pak!" jawab Fio.
"Tidak masalah, apapun yang kalian makan pasti aku bayar, bagaimana?" Bastian terus mendesak untuk mengajak kedua gadis itu untuk makan siang.
Sementara itu Reyna berbisik pada Fio.
"Udahlah Fio, nggak apa-apa kali ini cuma makan siang doang, apalagi ditraktir sama dosen ganteng, kayak nya baik deh orangnya." bisik Reyna.
Sejenak Fio berfikir, tidak ada salahnya menerima undangan dari sang dosen, akhirnya mereka berdua pun menerima undangan Bastian untuk makan siang bersama.
__ADS_1
Rupanya Fio dan Reyna di ajak makan siang di restoran dekat kampus, mereka bertiga tampak memesan makanan, namun dari kejauhan ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka bertiga.
"Kamvret! Fio sama siapa tuh? Ini nggak bisa dibiarin, Gue musti kesana, kali aja tuh cowok macam-macam sama bini Gue, awas saja." Galen tampak geram melihat Fio yang sedang makan siang bersama Bastian.
Namun tiba-tiba saja Mawar, mahasiswi baru itu menghampiri Galen yang kelihatan kesal.
"Hai Galen! Elu udah lama nunggu ya!" ucap Mawar yang membuat Galen terkejut.
"Eh Mawar! Enggak, Gue baru saja nungguin Elu di sini." jawabnya. Mawar melihat Galen yang sedang memandang kearah sebuah restoran di seberang jalan.
"Galen! Elu lihatin apa?"
"Eh ... enggak, Gue mau ajak Elu makan di tempat itu, mau nggak? Di situ makanan nya enak-enak, mau ya? Harus mau , ayo ayo!" Galen berkata sembari menarik tangan Mawar agar segera ikut dengannya untuk makan siang di tempat Fio berada.
"Eh ... eh ... Galen! Tunggu dong!" Mawar tampak kesulitan berjalan cepat karena ia memakai hak tinggi, sehingga membuat langkah nya goyang dan akhirnya terjatuh lah si Mawar karena Galen dengan cepat menarik tangan Mawar.
"Eh ... eh ... Galen stop! Awwww."
"Bruuuggg"
Galen segera melihat ke belakang, dilihatnya Mawar yang sedang jatuh tengkurap karena sepatu hak tingginya tidak bisa dibuat untuk berjalan cepat.
"Waduh! Ngapain sih tuh ciwi-ciwi pakai jatuh segala, ngerepotin aja." gumamnya sembari menghampiri Mawar yang masih belum bisa berdiri.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Gimana sih Mas Galen itu, anak orang di jatuhin 😁...