I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Kita belum selesai


__ADS_3

Sementara itu Galen yang sudah terlanjur digantung oleh sang istri, wajahnya terlihat kusut, Ia melihat Fio yang merasa kesakitan saat berjalan, dengan segera Galen menghampiri Fio dan membantunya untuk berjalan, sementara si burung empritnya Galen biarkan bergelantungan begitu saja.


"Kamu tidak apa-apa? Apanya yang sakit? Aku lihat kamu tampak kesakitan!" seru Galen sembari meraih tubuh Fio.


"Ini semua gara-gara kamu! Nyeri banget tahu nggak!" jawabnya sambil menatap wajah sang suami yang selalu membuat Fio ingin tersenyum.


"Hei ... kenapa tersenyum? Apa Aku terlihat sangat tampan?" ucapnya yang membuat Fio menggelengkan kepalanya.


"Terserah deh!" Fio tampak memutar bola matanya.


"Kok terserah, bilang iya gitu loh biar akunya seneng." Galen tampak berdiri menghadap Fio yang sedang menuju ke kamar mandi.


"Galen minggir! Aku mau ke kamar mandi, kamu ngehalangin mulu ah." pinta Fio agar Galen membiarkan dirinya ke kamar mandi.


"Nggak bisa dong! Kan kita belum selesai." Galen meraih kembali pinggang istrinya dan mellumat kembali bibir Fio yang sudah terlihat sedikit bengkak itu.


Fio mendorong tubuh Galen dan berkata. "Nanti saja, sekarang kita temui Mama dan Papa dulu, mereka sedang menunggu kita." ucapnya sembari menarik bulu yang tumbuh di sekitar putting milik sang suami. Sontak apa yang dilakukan oleh Fio membuat Galen mendekap dadanya.

__ADS_1


"Aduh njiiirr! Sakit tahu, kok di cabut sih." pekiknya saat merasakan mak celekit pada area putting nya.


"Salah sendiri nggak mau pergi, mau di cabut lagi?" Fio mulai membuka dada sang suami dan mengancam akan mencabut bulunya lagi.


"Eh ... nggak-nggak, ya udah ke kamar mandi sana." seru Galen sembari melindungi area dadanya agar tidak tekena cabut bulu dari sang istri.


Fio terlihat tertawa kecil melihat Galen menutup dada dengan kedua tangannya, sementara si burung empritnya dibiarkan bergelantung manja di antara kedua pahanya.


Fio segera pergi ke kamar mandi, sedangkan Galen agak nya masih malas jika bersentuhan dengan air, kondisinya yang kurang fit membuat Galen merasa sangat dingin jika menyentuh air. Galen berjalan menuju ranjang tidurnya, tanpa sengaja ia melihat bercak darah segar di atas sprei nya. Iya darah dari selaput kewanitaan milik Fio yang sudah robek akibat tusukan burung empritnya.


Ada senyum mengembang dari bibir Galen, Pria itu bahagia rupanya Ia laki-laki pertama yang sudah menyentuh putri William Anthony yang dulu terkenal di kawal oleh banyak bodyguard itu. Siapapun yang mendekati Fio, tidak akan semudah itu untuk menyentuhnya, meskipun sebagai pacar Fio sekalipun, Willy tidak akan membiarkan laki-laki manapun untuk berani menyentuh sang putri, Ia selalu mengirimkan bodyguard untuk menjaga putrinya sekalipun saat pergi bersama Bryan.


*


*


*

__ADS_1


*


Di sisi lain akhirnya Bryan terbangun dari tidurnya, pria itu tampak memegang kepalanya yang masih terasa sangat berat, Bryan bangun dan melihat dirinya yang tanpa memakai kain penutup apapun, Bryan Terkejut kondisi dirinya yang sudah telanjang bulat.


"Kenapa denganku!" ucapnya sembari mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi, tanpa sengaja Bryan melihat noda darah yang tertinggal pada sprei miliknya.


"Darah? Kenapa ada darah di sini? Darah siapa ini?" tanya nya entah pada siapa.


Tak jauh dari samping nya Bryan menemukan celana dalaam seseorang yang sudah terkoyak, benda berwarna putih itu terlihat sudah rusak seolah seseorang telah merobeknya paksa.


"Punya siapa ini? Bukankan ini milik wanita? Kenapa tiba-tiba saja ada di kamarku? Dan Aku tidak memakai apapun, Jangan-jangan telah terjadi sesuatu kepada ku?" pikir nya mulai menebak.


Tiba-tiba saja Bryan teringat Zyva, gadis yang terakhir kali bertemu dengannya sebelum Bryan akhirnya mabuk dan tidak sadar sudah menodai Zyva.


"Zyva! Dimana dia? Apa dia yang mengantarkan ku pulang? Aku harus mencarinya dan dia harus menjelaskan semua ini."


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2