I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Nggak enak nggak ada istri


__ADS_3

Zyva begitu bersemangat untuk datang ke rumah Willy yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal Ellen dan Rafael, sekitar lima belas menit, Zyva sudah sampai di kediaman William Anthony dengan naik taksi.


Satpam kediaman keluarga D'angelo itu melihat seorang gadis yang turun dari taksi, sejenak sang satpam mengerutkan keningnya seolah wajah sang gadis tidak asing baginya.


"Itu kok kayak Mbak Zyva ya?" Satpam itu tampak mengamati penampilan Zyva dari atas hingga bawah. Setelah taksi yang ditumpangi oleh Zyva pergi, akhirnya gadis itu mulai menghampiri satpam yang sedari tadi tengah memperhatikannya.


"Pak Agus! Ngapain Bapak bengong gitu?" sapa Zyva kepada sang satpam.


"Mbak Zyva toh ini?" tanya pria yang berusia seumuran dengan sang Papa.


"Iya Pak Agus! Saya Zyva, masa Pak Agus sudah lupa?" ucapnya sembari tersenyum.


"Astaga! Bapak benar-benar pangling loh Mbak Zyva, terakhir kalinya datang ke sini masih pakai seragam abu putih, sekarang Mbak Zyva udah kelihatan beda sekali, tambah cantik." puji Pak Agus kepada gadis yang dulu sering bermain dengan Fio saat mereka masih kecil.


"Pak Agus bisa aja! Oh iya Pak! Pak Dhe sama Bu Dhe ada ndak? Zyva ingin banget ketemu sama mereka." ucap Zyva.


"Ada Mbak, Tuan Willy baru saja pulang dari kantor, dan Non Fio juga ada di dalam bersama mereka," jawaban dari Pak Agus membuat Zyva begitu bahagia.


"Wah kebetulan sekali, soalnya Saya dengar Fio sudah menikah, takutnya Fio tinggal sama suaminya."


"Oh iya Mbak! Non Fio memang tinggal sama Mas Galen, tapi tadi sore Mas Galen nganterin Non Fio ke sini, sepertinya Non Fio lagi kangen sama keluarga sini." ucap Pak Agus.


"Baiklah kalau begitu Pak! Saya masuk ke dalam dulu, Saya sudah tidak sabar lagi ingin berjumpa Pak Dhe Willy, Bu Dhe Eve, Uti Liora, Fiona dan semuanya." ucap Zyva bahagia, sejenak Zyva melupakan kesedihannya akan perbuatan Bryan kepadanya.


"Iya Mbak Zyva."


Kemudian Zyva melangkahkan kakinya menuju Mansion utama William Anthony, Zyva berdiri di depan pintu dengan perasaan yang tak sabar ingin segera berjumpa dengan Fio dan keluarganya.


Di saat yang bersamaan, tampak keluarga besar Willy tengah bercanda, Zyva mulai memencet bel pintu, tampak seorang pelayan membukakan pintu untuk Zyva.


Kemudian pelayan itu datang menghampiri Willy dan menyampaikan jika ada Zyva datang ke rumah mereka.


"Maaf, Permisi Tuan! Ada tamu di luar." seru sang pelayan.

__ADS_1


"Tamu? Siapa?" tanya Willy.


"Ada Non Zyva Tuan!"


Tiba-tiba saja Fio begitu terkejut mendengar nama Zyva di sebut, iya Fio begitu merindukan saudara sepupunya itu yang beberapa tahun ini tidak bertemu karena Zyva melanjutkan studinya di luar negeri.


"Zyva ada di sini?" tanya Fio antusias.


"Iya Non!" jawab sang pelayan.


Dengan segera Fio menghampiri Zyva yang masih berada di ruangan depan, Fio setengah berlari menghampiri Zyva yang sedang berdiri di depan pintu.


"Zyva!"


Zyva menoleh ke arah sumber suara, gadis itu berbalik arah dan melihat Fio yang sudah ada di belakangnya.


"Fiona!"


"Zyva! Aku kangen banget sama kamu."


"Zyva! Kamu kok sudah pulang, dan nggak bilang-bilang lagi, kalau kamu bilang mau pulang, Aku pasti jemput kamu di bandara." seru Fio yang terkejut melihat kedatangan Zyva yang tiba-tiba.


"Iya, Aku sengaja memberikan kejutan untuk kalian," jawabnya dengan senyum yang mengembang.


"Zyva! Apa kabar kamu?" tanya Willy kepada gadis itu.


"Pak Dhe, Zyva baik," jawabnya sembari mencium tangan Willy. Kemudian Zyva berganti mencium tangan Eve dan memeluknya.


"Kami semua sangat merindukanmu Zyva, andai saja Filio juga ikut pulang, pasti Aku sangat bahagia sekali." ucap Eve yang juga sudah merindukan putranya yang beberapa tahun ini tidak Ia temui, mereka hanya berkomunikasi lewat video call saja.


"Filio pasti pulang kok Bu Dhe, Bu Dhe jangan khawatir." hibur Zyva. Dan setelah itu Willy mengajak Zyva untuk makan malam bersama.


"Oh ya Zyva, kapan kamu tiba di Indonesia?" tanya Willy.

__ADS_1


"Kemarin Pak Dhe!" jawabnya sembari tersenyum.


"Oh ya, Pak Dhe dan Bu Dhe dapat salam dari Mama dan Papa." ucap Zyva kepada keduanya. Willy dan Eve menjawab salam dari Ellen dan Rafael.


*


*


*


*


Setelah acara makan malam, tampaknya Zyva dan Fio saling curhat, kedua gadis itu tampak bahagia akhirnya mereka berdua bertemu kembali, teman masa kecil dan teman bermain yang selalu rukun dan tidak pernah berselisih.


"Selamat ya Fio! Sorry Aku nggak bisa menghadiri pernikahan kamu," seru Zyva.


"Nggak apa-apa lah! Santai aja lagipula nggak mungkin juga kamu datang, orang Bang Filio aja nggak hadir, kalian berdua masih sama-sama di luar negeri, yang terpenting tuh doa nya saja ya, biar Aku dan suamiku bahagia." seru Fio.


"Tentu saja, Aku pasti mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua." balas Zyva.


*


*


*


Sementara itu, malam ini tampaknya Galen tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun, sesekali ia melihat ke arah samping, biasanya ada Fio di sampingnya, tapi malam ini terasa begitu membosankan untuk Galen.


"Hmm ... betul juga kata Mbak Yem, Aku benar-benar tidak bisa tidur, mana cuaca dingin banget lagi, bukan Aku saja yang nggak bisa tidur, ini si Otong nggak bisa di ajak kompromi." ucap Galen sembari menghela nafasnya.


"Apa Aku susul Fio aja ya? Ah sumpah nggak enak banget nggak ada istri." ucapnya sembari mengambil ponselnya. Galen mencoba menghubungi nomor Fio.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Siapa yang mau nemenin Galen? Si doi lagi kesepian tuh nggak ada Fio 🤔😁...


__ADS_2