
"Ayo sayang! Kamu harus keluar dan temui suamimu." titah Luna kepada sang putri yang saat ini terlihat begitu cantik dan menawan.
"Iya Ma!"
Kemudian Reyna mulai beranjak dari tempat duduknya, ditemani sang Mama, Reyna terlihat berjalan keluar dari ruangan yang memisahkan dirinya dan sang suami.
"Lihat tuh Bang! Reyna udah datang!" bisik Galen kepada Filio.
Filio membalikkan badannya, perlahan namun pasti Ia melihat seorang wanita yang sedang memakai gaun pengantin berwarna putih dengan anggunnya berjalan kepadanya.
Mata Filio tak berkedip sedikit pun, sungguh waktu seminggu bagi dirinya seperti seabad lamanya, pertemuan pertama sejak terakhir Filio memeluk gadis pujaan hatinya itu, seolah menjadi pertemuan yang begitu mendebarkan.
Senyum cantik di balik kerudung pengantin yang menutupi wajah Reyna, membuat Filio tak sabar ingin segera membuka tirai yang menutupi wajah Reyna.
Di tengah ruangan yang di saksikan oleh tamu undangan, kedua mempelai bertemu untuk pertama kalinya sebagai suami istri. Reyna mencium tangan suaminya dan kemudian di balas dengan kecupan hangat di kening Reyna.
__ADS_1
Perlahan Filio membuka kain penutup yang menutupi wajah cantik istrinya. Bibir, hidung, dan mata mulai terlihat di wajah sang istri yang telah Ia buka tirai penutupnya, satu kata yang terucap dari bibir Filio "Cantik"
Reyna tersenyum dan tampak malu-malu, kemudian Filio menyematkan cincin berlian di jari manis istrinya, pun sama Reyna juga menyempatkan cincin putih pada jari manis sang suami.
Keduanya saling menatap dan tersenyum, Filio menggandeng mesra tangan sang istri menuju ke tempat pelaminan, bak seorang Raja dan Ratu, keduanya terlihat begitu menawan, Cantik dan tampan.
Setelah keduanya sampai di Singgasana pengantin, Reyna dan Filio duduk bersanding dengan tatapan mata yang bahagia, melempar senyum kepada setiap tamu undangan yang begitu terpesona melihat pasangan pengantin baru itu.
Hingga akhirnya Filio terlihat curi-curi pandang kepada sang istri, sesekali Filio menoleh kearah Reyna yang saat itu jelas terlihat begitu menggoda.
"Jika saja kita tidak berada di sini, mungkin Aku sudah membuatmu tidak mengingat apa-apa." bisiknya sembari tersenyum nakal.
"Maksudmu, Mas?" Reyna tampak menatap mata sang suami dalam-dalam.
"Aku akan membuatmu hanya merasakan indahnya surga duniawi, dan hanya kita berdua yang bisa merasakannya, Aku dan Kamu." ucap Filio yang berharap penuh jika malam ini Ia akan menyatukan jiwa mereka dalam satu Cinta.
__ADS_1
Tampaknya ada senyum yang lain di wajah cantik sang istri. Perlahan Reyna membisikkan sesuatu di telinga sang suami, untuk sesaat Filio tersenyum bahagia, namun setelah beberapa detik kemudian senyumnya berubah menjadi masam, dan tak ada lagi senyum bahagia.
"Aku harap kamu bisa mengerti ya, Mas!" ucap Reyna setelah membisikkan sesuatu di telinga Filio.
Lemas sudah tubuh laki-laki itu, wajahnya berubah menjadi masam dan senyumnya pun berkurang setelah mendengarkan pengakuan istrinya.
Reyna melihat ekspresi Filio dengan menahan rasa ingin tertawa. Benar-benar ekspresi wajah Filio membuat Reyna merasa berhasil telah mengerjai suaminya.
"Kena kamu, Mas! Maafin aku, untuk sementara Kamu harus menahannya, hmm setidaknya kepura-puraan ini akan membuatku sedikit puas, karena kamu sudah membohongiku." batin Reyna yang di iringi senyum bahagianya.
"Ah ... sial banget! Padahal udah aku siapin dua telur ayam kampung untuk jamu malam ini, kata Daddy itu itu ampuh banget, terus gimana dong! Udah terlanjur Aku minum lagi."
Filio tampak memijit pelipisnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥