I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Kena kamu


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu kamar pengantin, Reyna disuguhi pemandangan pintu kamar yang sudah dihiasi dengan dekorasi bunga-bunga yang segar dan cantik.


"Wow ... Mas! Ini cantik sekali." ucapnya saat melihat bunga-bunga yang masih terlihat segar itu, sesegar harumnya aroma pengantin baru. Kemudian Filio mulai membuka pintu dan mulai membawa masuk sang istri, untuk pertama kalinya Reyna masuk ke dalam kamar bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah Filio, pria yang selalu mengerjainya dan selalu membuatnya kesal, namun sekarang pria itu telah resmi menjadi suaminya.


Reyna semakin dibuat takjub ketika mata indahnya di manjakan dengan dekorasi kamar pengantin yang cantik dan sungguh terkesan begitu romantis.



"Ini indah sekali, Mas!" ucapnya sembari menyentuh bunga yang menghiasi setiap sudut ruangan, aroma bunga-bunga segar terasa begitu harum memenuhi ruangan yang cukup besar itu.


"Kamu suka?" Folio menangkap pinggang Reyna dan memeluknya dari belakang sembari menyandarkan dagunya pada pundak sang istri.


"Suka sekali! Tapi ... Aku minta maaf, Mas! Malam ini kita tidak bisa ...." Reyna tidak melanjutkan kata-katanya karena rencana nya yang sedang berpura-pura datang bulan sedang di mulai.


Filio yang sudah tahu rencana sang istri, berusaha untuk tidak membuat Reyna curiga, Filio masih berpura-pura untuk bersabar untuk menunda dulu malam pertama mereka.


"Iya Aku mengerti! Aku akan bersabar menunggu waktu itu tiba, sekarang mandi lah, Aku akan menunggumu di sini, jangan khawatir Aku tidak akan macam-macam." ucapnya sembari mengusap wajah sang istri.

__ADS_1


"Baiklah, Mas! Kalau begitu Aku mandi dulu." pamit Reyna sementara Filio menganggukkan kepalanya. Setelah itu Reyna segera masuk ke dalam kamar mandi.


Ada senyum nakal di balik wajah tampan Filio, pria itu membiarkan Reyna membersihkan dirinya, sementara Ia sedang berjalan menuju balkon kamarnya sembari menunggu Reyna keluar dari kamar mandi.


Di Waktu yang bersamaan, hujan mulai turun di malam itu, suasana dingin mulai menyelimuti kamar pengantin mereka, hujan yang disertai angin membuat tubuh dan wajah Filio terkena cipratan air hujan, Filio membiarkan dirinya kehujanan, sementara itu Reyna mulai keluar dari kamar mandi. Reyna keluar hanya menggunakan handuk piyama dengan rambut panjang yang sengaja Ia gerai.


Reyna sangat terkejut saat dirinya mendapati sang suami tidak ada di dalam kamar.


"Mas! Kamu di mana, Mas?" Reyna mencoba mencari keberadaan sang suami di sekitar ruangan mewah itu. Namun tak jua Ia temukan keberadaan sang suami.


"Mas Filio kemana ya?"


"Mas Filio kemana ya? Apa jangan-jangan dia sengaja tidak ingin tidur denganku, jadi dia memutuskan untuk keluar kamar, hmm bisa jadi seperti itu." pikirnya sembari beranjak tidur.


Namun tiba-tiba saja Reyna melihat sebuah pintu di sudut kamar yang sedang terbuka, Karena penasaran Reyna beranjak berjalan menuju pintu yang ternyata pintu ke arah balkon kamar. Reyna bertujuan untuk menutup pintu itu karena angin yang disertai hujan membuat suasana kamar terasa semakin dingin. Belum lagi pendingin ruangan yang masih menyala.


Setelah Ia sampai di depan pintu itu, Reyna dikejutkan dengan Filio yang sedang berdiri dengan kondisi basah kuyup dan sepertinya Filio terlihat menggigil kedinginan.

__ADS_1


"Mas Filio! Ngapain Kamu di situ, Mas!"


Reyna segera menghampiri Filio yang sudah terlihat gemetaran karena kedinginan oleh angin dan air hujan di malam itu.


"Mas Filio! Ya ampun kamu kedinginan, Mas!" ucapnya sembari membawa tubuh Filio yang basah kuyup itu untuk segera masuk ke dalam kamar.


"Ya ampun, Mas! Bajumu basah semua, Aku harus segera mengganti bajumu Mas!" ucap Reyna dengan sangat panik. Filio terlihat begitu menggigil seolah-oleh dirinya sedang hipotermia.


"Mas Filio! Kamu sadar dong, Mas! Jangan bikin Aku khawatir gini dong." ucap Reyna yang berusaha menormalkan kembali suhu tubuh suaminya. Gadis itu tampak melepaskan satu persatu baju suaminya yang sudah basah kuyup. Hanya meninggalkan boxer Filio, dimana gadis itu tidak berani untuk membukanya.


Reyna kemudian menutup kan selimut pada tubuh Filio, namun sia-sia saja Filio masih terlihat kedinginan sehingga membuat Reyna semakin panik.


"Kamu menggigil Mas, aduh aku musti gimana dong, kasihan Mas Filio, dia kedinginan sekali. Apa aku harus melakukan skin to skin? Ah ... masa aku harus melakukan itu sih, entar kalau Mas Filio bangun gimana? Ah tapi nggak mungkin, Mas Filio sepertinya sudah sangat menggigil sekali, hah ... ya udah deh aku nggak punya pilihan lagi."


Dengan mata yang masih terpejam dan pura-pura menggigil, Filio sangat bahagia saat Reyna mencoba menghangatkan tubuhnya dengan metode skin to skin.


"Yess ... kena kamu, Sayang!" gumam Filio dibalik kepura-puraanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2