
Galen turun dari mobilnya, Ia sengaja tidak membawa masuk mobilnya ke dalam, supaya Ia lebih cepat membawa istrinya pulang, Galen berjalan menuju pintu gerbang yang saat itu sedang di jaga oleh satpam.
Pak Agus melihat kedatangan Galen dan menghampirinya.
"Loh! Mas Galen, kok ada di sini?" tanya satpam penasaran.
"Hehehe, iya Pak Saya mau menjemput istri saya." jawabnya dengan malu-malu.
"Oh gitu, ya udah kenapa mobilnya di taruh di luar Mas! Nggak di masukkan saja?" tanya satpam sekali lagi.
"Nggak usah Pak! Biar di situ saja, Saya yang yang akan menjemput istri saya sendiri di dalam." jawabnya sembari tersenyum.
"Oo ... ya udah, masuk aja Mas! Tapi kayaknya semua orang udah pada tidur deh! Mungkin saja Non Fio juga udah tidur, tadi ada Mbak Zyva datang ke sini, mungkin sekarang Non Fio tidur sama Mbak Zyva." kata Pak Agus menjelaskan.
"Oh gitu, ya udah Pak Saya masuk dulu." pamit Galen dan setelah itu Galen segera masuk ke dalam Mansion mewah William Anthony tersebut.
Sementara di kamar Fio, setelah Zyva menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya, kedua gadis itu rupanya sudah mulai terbawa ke alam tidurnya, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, seluruh penghuni Mansion rupanya sudah beranjak ke kamar masing-masing, hanya ada beberapa penjaga yang sudah melihat kedatangan menantu Willy tersebut, dan mereka membiarkan Galen masuk ke dalam Mansion utama.
Galen memperhatikan sekitar, Ia melihat suasana Mansion yang sepi, dalam fikirannya ini adalah kesempatan yang tepat untuk bersama sang istri, mengingat suasana yang mulai sepi, pasti akan menyenangkan bisa bermesraan dengan Fio.
Galen naik ke atas menuju kamar Fio, sejenak Galen mengendap-endap untuk masuk ke dalam kamar sang istri yang kini sedang tertidur bersama Zyva di sampingnya.
__ADS_1
Dengan sangat pelan sekali, Galen membuka pintu kamar Fio yang terletak di lantai atas. Dengan melangkahkan kakinya perlahan, Galen berharap tidak akan ada yang mengetahui kedatangan nya di kamar Fio.
Galen berjalan menghampiri Fio yang sedang tidur, sementara di sampingnya ada Zyva yang juga sedang tidur bersama Fio.
Galen mencoba membangunkan Fio yang saat itu sedang tidur dengan posisi terlentang. Galen menatap istrinya penuh gairah, kemudian perlahan Ia mencoba membangunkan Fio dengan menyentuh daerah sensitifnya.
Galen tampak memainkan jarinya pada tempat favoritnya, meskipun area itu masih terbungkus kain, namun Fio merasa jika ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja pada daerah miliknya.
"Ayo bangun Sayang! Cepatlah datang padaku, adikku udah bangun dari tadi nih, ayo dong sayang!" Galen berbisik pada telinga Fio, sontak Fio merasakan geli pada telinga dan area sensitifnya. Sehingga membuat Fio terbangun dan sontak melihat siapa yang sedang menyentuhnya.
Hampir saja Fio berteriak, namun dengan cepat Galen menutup mulut Fio dengan tangannya, sementara Galen tampak menutupkan satu jarinya pada bibirnya.
Fio tampak membulatkan matanya melihat sang suami yang tiba-tiba datang ke kamarnya. Galen membisikkan sesuatu pada telinga Fio.
"Ayo ikut sayang!" titahnya kepada Fio yang masih terkejut dengan kehadiran sang suami. Setelah itu Fio beranjak berdiri dan mengikuti Galen, sejenak Fio berkata kepada suaminya dengan berbisik lirih agar Zyva tidak ikut terbangun.
"Galen! Kok kamu ada di sini sih?" tanya Fio penasaran.
"Sudah ku bilang Aku tidak bisa tidur, kita pulang yuk!" rengek Galen sembari meraih pinggang Fio.
"Aduh Sayang! Nggak mungkin dong Aku pulang sekarang, ada Zyva sepupuku, nggak enak kalau Aku tiba-tiba pulang." jawabnya sambil mengusap wajah Galen yang sudah sangat ingin mencumbunya.
__ADS_1
"Terus gimana dong! Aku nggak bisa bobo sebelum itu ..." ucap Galen manja, sepertinya Fio mengerti maksud suaminya.
"Oke oke Aku ngerti, kita ke kamar sebelah saja, disini ada Zyva, nanti dia bangun." bisiknya pada telinga sang suami. Galen tampak berseri-seri saat Fio mengabulkan permintaannya. Malam itu juga Fio mengajak sang suami untuk masuk ke kamar sebelah yang biasa digunakan untuk kamar tamu.
Setelah sampai di dalam kamar, rupanya Galen sudah tidak sabar untuk segera menerkam istrinya.
"Akkhhh Galen! Kamu nakal banget, ah ... geli, sayang!" terdengar suara Fio yang tampak sedang menahan sesuatu yang membuat nya geli.
"Kamu tahu tidak sih, Aku tuh kangen banget sama semua yang ada pada dirimu, ini, ini, dan ini, semuanya ingin Aku nikmati." ucap Galen sembari mulai beraksi.
Sementara itu di dalam ruang kerja William Anthony, sang Daddy rupanya belum memejamkan mata, malam itu Willy tengah memeriksa beberapa laporan mengenai perusahaannya, tiba-tiba saja terlihat rekaman CCTV yang menyorot ke arah ruangan utama, dilihatnya seorang laki-laki tengah masuk ke dalam istananya, Willy melihat laki-laki itu tengah masuk ke dalam kamar Fio, Willy semakin mengezoom rekaman CCTV itu, untuk melihat siapa yang sudah berani masuk ke dalam kamar putrinya.
Setelah Willy mengezoom dan melihat siapa sebenarnya pria yang sudah menyusup rumahnya, tampaknya Willy menggelengkan kepalanya dan tersenyum setelah Ia tahu siapa sebenarnya yang sudah masuk ke dalam kamar Fio.
"Kalian ini tidak jauh beda seperti ku dulu." ucapnya lirih sembari tersenyum menatap layar CCTV itu.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Halah Halah si Galen ketahuan mertua juga😁😁 ...
__ADS_1