I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Bonchap 1


__ADS_3

Setelah kepergian Willy, rupanya Liora sudah menyiapkan sesuatu untuk pengantin baru itu.


"Filio, Reyna! Kemari!" titah Liora sembari menyiapkan dua gelas minuman di depannya. Filio dan Reyna menghampiri Liora yang saat itu sedang duduk dengan dua gelas entah isinya apa, tapi yang jelas gelas itu di peruntukan untuk pasangan pengantin itu.


"Iya Uti! Ada apa?" tanya Filio.


"Duduklah kalian berdua! Uti punya sesuatu." ucapnya sembari memberikan segelas masing-masing kepada Filio dan Reyna.


"Apa ini Uti? Hmm seperti bau jamu." tanya Reyna sembari mencium aroma dari dalam gelas itu. Liora tersenyum dan kemudian menyuruh mereka berdua untuk meminumnya. Sementara Eve terlihat tersenyum melihat putra dan menantunya yang sedang bingung dengan minuman yang diberikan oleh mertuanya.


"Minumlah! ramuan ini akan mempercepat kalian berdua untuk segera punya momongan, dan ramuan itu akan membuat area sensitif kita menjadi kesat dan wangi, dengan begitu suamimu tidak akan pernah bosan untuk bersama mu, ini ramuan turun temurun, selain itu ramuan ini juga mempercepat kesuburan seorang wanita, Aku dan Mommy mu sudah tidak sabar ingin segera menggendong bayi kalian." ucap Liora penuh harap.


"Uti benar! Ayo diminum, setelah kalian minum itu, Mommy dan Uti mau keluar sebentar, mungkin sore nanti baru pulang, kalian di rumah saja ya!" seru Eve kepada keduanya.


"Mommy mau kemana?" tanya Filio.


"Mommy mau ke rumah Tante Vega dan Om Aldo, katanya sepulang dari acara pernikahan kalian, Fio mendadak sakit, Fio pingsan di rumahnya, mungkin Adekmu kecapekan, jadi Mommy dan Uti mau menengok Adek kalian."


Kemudian Reyna dan Filio meminum ramuan herbal itu, rupanya mereka berdua menghabiskan minuman itu, Liora sangat senang melihat keduanya menghabiskan ramuan buatannya.


"Sudah Uti!" Reyna tampak mengusap bibirnya yang terkena sisa-sisa ramuan yang menempel dengan tangannya, sementara Filio tidak menyadari jika masih ada ramuan yang menempel di sudut bibirnya.


Reyna tampak memberi kode kepada suaminya jika bibirnya memperlihatkan sisa jamu yang masih menempel di sudut bibirnya, namun rupanya Filio tidak mengerti maksud istrinya.


"Apa sih!" balas Filio yang masih belum faham maksud sang istri.


Hingga akhirnya Eve dan Liora berpamitan kepada keduanya, mereka berdua mengantarkan Eve dan Liora sampai di depan. Keduanya tampak melambaikan tangan kepada Eve dan Liora.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mobil mewah dimana Eve dan Liora berada, perlahan meninggalkan halaman luas Mansion mewah William Anthony. Hingga akhirnya mobil mereka benar-benar telah pergi.


Sejenak Filio menatap wajah sang istri dan langsung mengangkat tubuh Reyna untuk naik ke atas.


"Mas Filio! Turunkan Aku Mas! Aku bisa jalan sendiri." pekiknya sambil memaksa Filio untuk segera menurunkannya. Namun rupanya Filio tidak memperdulikan seruan istrinya, justru Filio lebih mempererat pelukannya agar Reyna tidak berontak.


Sesampainya di depan kamar, Filio membuka pintu kamar dengan menggunakan satu kakinya. Setelah pintu itu terbuka, Filio segera menurunkan tubuh sang istri dan segera mengunci pintu kamar mereka.


Reyna memperhatikan Filio yang sedang menatapnya tajam dan tampak berjalan menghampirinya. Sementara itu Reyna masih melihat di ujung bibir suaminya ada bekas sisa jamu yang masih menempel.


"Ya ampun, mas! Kamu belepotan banget sih!" ucapnya sembari membersihkan bibir Filio dengan jari-jarinya, namun tiba-tiba saja Filio menepis tangan Reyna, membuat Reyna sangat terkejut.


"Mas! Biar Aku bersihkan dengan tangan." balasnya, Namun rupanya Filio tidak suka jika sang Istri membersihkannya dengan tangannya


"Aku tidak mau di bersihkan pakai tangan, tapi ... Aku ingin Kamu membersihkannya dengan bibirmu!" . ucap Filio lirih sembari meraih pinggul Reyna.


Awalnya Reyna hanya menghilangkan bekas jamu itu di sudut bibir suaminya. Namun sepertinya Filio menginginkan hal yang lebih. Dengan cepat Filio mengambil kendali, dan Ia sekarang dengan mudahnya meraih bibir merekah itu.


"Mas Kamu ... emmpttt!" ucapnya yang terpotong karena bibir mungilnya di bungkam oleh sang suami yang menciptakan suasana romantis. Bertukar Saliva, mellumat dan menyesap saat kedua insan ini di landa cinta. Ciuman itu berlanjut pada leher jenjang Reyna, wanita itu mendongak dan membiarkan sang suami menikmati aroma tubuhnya.


Sejenak Filio merasakan aroma lembut dari tubuh istrinya, kini kecupannya berpindah pada kedua gundukan milik Reyna yang masih nampak stempel kepemilikan Filio. pria itu banyak sekali menabur bekas-bekas ciuman mautnya.


Menghisap secara bergantian, ujung Cherry yang terasa lembut dan kenyal itu. Hingga tak sadar Filio berhasil melorot baju istrinya hingga separuh badan, dengan posisi berdiri, Filio terus merrangsang libido Reyna dengan sentuhan-sentuhan nakal tangannya yang mulai memasuki area terlarang milik Reyna.


Reyna berteriak kecil saat dua tangan Filio masuk ke sarang ular anaconda itu. menggerakkan nya pelan namun sangat teratur, membuat si empunya menggigit bibir bawahnya karena Ia merasa sangat geli. Sementara lidah Filio terus bermain pada puncak gunung kembar Reyna.


Perlahan Filio mendorong tubuh istrinya untuk bersandar pada dinding, Filio menghimpit tubuh kecil itu, dengan tangkas pria yang kini hanya menggunakan boxer itu tampak sedang melepaskan seluruh kain yang menempel pada tubuh sang istri. Dan akhirnya teronggok sudah baju Reyna di atas lantai tanpa terkecuali.

__ADS_1


Dengan nafas yang naik turun, Reyna pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya nanti, setelah Filio juga menanggalkan kain miliknya, dengan cepat pria itu mengangkat satu kaki sang istri dan dengan perlahan Ia sematkan tongkat keperkasaannya pada tempat favoritnya.


Reyna melenguh dan memejamkan matanya, ketika ada sesuatu yang mulai bergerak masuk dan mendorong pada area intinya. benda itu bergerak dengan lembut. Reyna meremang, rasanya begitu syahdu, belum lagi kecupan Filio di seluruh tubuhnya, membuat wanita itu semakin ingin Filio memperlakukannya lebih.


"Oh ... sayang! Ini benar-benar mengasyikkan, bukan! Sangat sempit dan terasa merremas begitu nikmat." bisik Filio di sela-sela kegiatannya menggoyang.


Keduanya begitu menikmati permainan itu, hingga akhirnya mereka berdua telah tiba di ujung puncak, lagi-lagi jutaan sel kejantanan Filio telah berhasil di transfer ke dalam rahim Reyna, kali ini jumlahnya lebih banyak tidak seperti biasanya, sangat terasa membanjiri area favoritnya itu. Mungkin itu adalah khasiat ramuan yang diberikan Liora untuknya.


*


*


*


Bagi yang sudah selesai baca novel ini, silahkan kalian mampir ke karya baru othor yang berjudul MELAMAR OM DUDA, silahkan favorit kan setelah itu kalian baca dan beri like beserta komentar. Othor tunggu dukungan kalian 🥰


SINOPSIS


"Maaf Om! Saya tidak bisa menikah dengan Om! Semua ini Saya lakukan hanya demi sebuah pertaruhan, lebih baik Om lupakan Saya, karena kita tidak akan pernah menikah." ucap Cynthia kepada Rico.


"Kamu pikir ini sebuah permainan dan Kamu bisa semudah itu lari dariku, Aku sudah menerima lamaran mu, itu artinya siap atau tidak kamu harus menikah denganku, karena Aku terlanjur jatuh cinta kepadamu!" jawab Rico sembari menatap kedua bola mata Cynthia dan meraih pinggul ramping itu.


"Tidak bisa, Om!" jawab Cynthia dengan gugup.


"Oh ya! Jika begitu hari ini Aku akan menjadikan mu milikku, karena hanya dirimu lah, wanita yang membuat rasa cintaku bangkit kembali." jawab sang duda dengan tersenyum smirk.


Penasaran? Cuzz langsung 😁

__ADS_1



__ADS_2