
Di saat yang bersamaan Vega dan Aldo rupanya sudah pulang ke rumah, jam menunjukkan pukul 8 malam, tapi situasi rumah terlihat sepi, hanya ada pelayan yang masih sibuk merapikan ruangan.
Vega menanyakan kepada asisten rumah tangganya dimana Fio dan Galen berada.
"Anak-anak pada kemana? Kok sepi banget?" tanya Vega kepada sang asisten.
"Mas Galen dan Mbak Fiona sedang di kamarnya Nyonya!" jawab sang asisten.
"Oh ... ini oleh-oleh untukmu, ambillah!" seru Vega sembari memberikan sebuah bingkisan untuk asisten nya.
"Waahh bakpao telo, makasih Nyonya!" ucap sang asisten.
"Kamu panggil Galen dan Fiona, sekarang! Keburu dingin nggak enak!" titah Vega agar sang asisten memanggil Galen dan Fiona.
"Baik, Nyonya!"
Sang asisten akhirnya pergi memanggil Galen dan Fiona di dalam kamar mereka, sementara Aldo dan Vega masih menunggu kedatangan putra dan menantunya untuk makan bakpao bersama-sama.
Di sisi lain, kedua insan dalam kamar itu semakin mesra dan semakin jauh, tampaknya Fiona sudah pasrah dengan apa yang akan Galen lakukan, lepas sudah semua kain yang menutupi tubuh indah Fiona, gadis itu sekarang sudah berada di bawah Kungkungan suaminya, dan siap menerima Galen menjadi suami seutuhnya.
"Sebelum Aku melakukannya, apa kamu ikhlas memberikan nya padaku? Aku tidak ingin kamu melakukannya karena paksaan, karena sebenarnya Bryan yang lebih dulu menginginkanmu." ucap Galen yang sudah sangat siap untuk masuk ke dalam tubuh istrinya.
"Tidak usah kamu tanyakan lagi, di saat Aku bilang bahwa Aku mencintaimu, di situlah Aku bersedia untuk memberikan sesuatu yang paling berharga dariku, kamu suamiku dan kamu yang paling berhak atas diriku, Aku iklhas memberikannya kepadamu." ucapan Fio seperti embun di pagi hari, begitu menyejukkan hati Galen. Dan selanjutnya Galen pun mulai beraksi.
"Bersiaplah! Aku datang."
__ADS_1
Di saat yang bersamaan tiba-tiba saja terdengar suara pintu diketuk.
"Tok ... tok ... tok"
"Mas Galen! Mbak Fiona! Di panggil Nyonya sekarang!" ucap sang asisten di balik pintu.
Galen dan Fiona saling menatap, tapi sepertinya Galen tidak menghiraukan seruan sang asisten, Ia tetap melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti tadi, Fio mencengkram erat lengan Galen saat untuk pertama kalinya sebuah benda keras menerobos masuk kedalam sana, hanya dengan tiga kali dobrakan, akhirnya gembok pintu itu telah terbuka sempurna, ah lega rasanya kini Galen bisa bermain sepuasnya di dalam sana.
Ada rasa sakit memang, tapi tak sebanding dengan rasa nikmat yang belum Fio rasakan sebelumnya. Di sela-sela mereka berdua merasakan kenikmatan surgawi, Galen membisikkan sesuatu pada telinga Fio.
"Sekarang kamu milikku."
Fio tak mampu berkata apa-apa, dirinya hanya mampu menahan rasa nyeri sekaligus nikmat yang berpadu menjadi satu.
"Sebaiknya buka dulu deh pintunya, Siapa tahu ada yang penting?" ucap Fiona sembari mendorong dada Galen agar sedikit menjauh dari nya.
"Aduuuuhhhh ada apa lagi sih, ganggu aja." umpatnya sembari beranjak bangkit dari atas tubuh Fio dan kembali berbaring dengan menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya, melemas lah itu si belalai gajah.
Fio bangun perlahan dan mengambil piyama nya yang tergeletak di atas lantai, setelah itu Ia segera membuka pintu kamarnya dengan sedikit menahan rasa sakit di pangkal pahanya.
"Ceklek"
Dilihatnya sang asisten yang sedang berdiri di depan pintu.
"Maaf mbak Fio! Anda dan Mas Galen di tunggu Nyonya dan Tuan." seru sang asisten yang tampak mengerutkan keningnya saat melihat bibir Fio terlihat sedikit bengkak.
__ADS_1
"Ah iya! Kami akan segera turun." jawabnya sembari tersenyum.
"Waduh! Mbak Fio bibirnya kenapa tuh? Di gigit semut apa di gigit Mas Galen ya? Hihihi Kalau di gigit Mas Galen, ih Mas Galen ganas euy, sampai dower gitu." gumam sang asisten sambil senyum-senyum sendiri.
*
*
*
*
Di saat yang bersamaan, Bryan yang sedang makan bersama Zyva tiba-tiba saja Dirinya menyenggol gelas minuman di sebelahnya.
"Praaannggg"
Gelas itu pecah tak berbentuk, Bryan tampak mengusap wajahnya, bagaimana bisa dirinya ceroboh sekali. Seorang pelayan datang untuk membersihkan pecahan beling dari gelas yang di jatuhkan oleh Bryan.
"Kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak enak?" gumamnya bingung.
"Bryan! Ada apa?" tanya Zyva.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1