I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Tidak nafsu makan


__ADS_3

"Reyna! Mama mengerti perasaanmu, tapi untuk makan malam besok, Mama berharap kamu bisa mempersiapkan dirimu lahir dan batin untuk menerima calon suamimu, Kami semua sangat menyayangimu, Nak! Kami ingin kamu mendapatkan jodoh yang terbaik, Mama yakin pria pilihan kami adalah orang yang tepat untuk menjadi Suamimu!" seru Luna yang masih menutupi jati diri calon suami Reyna, yang tak lain adalah Filio Anthony.


Meskipun berat hati, Reyna terpaksa menyetujui permintaan sang Mama.


"Iya, Ma! Reyna pasti akan menuruti permintaan Mama Mama dan Papa." jawabnya dengan lesu.


"Baiklah! Mama tinggal dulu, sekarang tidurlah!" titah sang Mama kepada Reyna. Dan akhirnya Luna pun beranjak pergi dari kamar Reyna. Saat itu juga Luna mengatakan hal yang sebenarnya tentang apa yang terjadi kepada putri mereka.


"Apa? Jadi ... pria yang dimaksud oleh Reyna itu adalah Filio Anthony? Calon mantu kita sendiri?" Ray tampak terkejut tak percaya dengan ucapan sang istri kepadany.


"Iya, Sayang! Reyna sendiri yang bilang, jika dia sangat mencintai Filio Anthony, hmm kita sudah melukai perasaan Reyna, ternyata mereka berdua sudah saling mencintai." sambung Luna yang begitu bahagia dengan berita ini.


"Kamu benar! Reyna ... maafkan Papa, hari ini kamu boleh menangis sepuasnya, tapi besok malam tangismu akan berganti menjadi kebahagiaan, pria yang kamu cintai akan datang untuk menikahimu," balas Ray yang tampak ikut terharu. Luna memeluk sang suami, harapan mereka untuk menjodohkan Reyna dan putra William Anthony, sungguh akan menjadi perjodohan yang indah dan pastinya Reyna dan Filio tidak akan pernah menyangka jika mereka berdua memang sudah berjodoh.


*

__ADS_1


*


*


*


Keesokan harinya, seperti biasa pagi ini Reyna bersiap untuk pergi ke kampus, namun ada yang berbeda di hari ini, Reyna yang terbiasa ceria dan periang, hari ini gadis itu tampak murung, tidak ada senyum terukir di wajahnya, Ia berjalan menuju ruang makan, dimana Ray dan Luna sudah menunggunya untuk sarapan.


"Pagi Ma! Pa!" sapa nya kepada kedua orang tuanya, Ray dan Luna saling menatap, mereka berdua melihat wajah sang anak yang terlihat sedih dan muram.


Tiba-tiba saja Ray mengingatkan kembali tentang makan malam bersama keluarga besar calon suami Reyna.


"Reyna! Jangan lupa malam ini Kamu akan bertemu dengan calon suamimu, Papa dan Mama berharap kamu tidak mengecewakan kami, Papa dan Mama sudah jauh-jauh hari membicarakan masalah ini dengan pihak keluarga calon suamimu." ucap Ray sembari menikmati sarapan paginya.


Reyna hanya diam dan dirinya hanya memegang sendok garpu tanpa menyentuh makanannya sedikit pun, gadis itu melamun, apa jadinya jika Ia menikah dengan orang yang tidak Ia cintai, sementara pria yang dicintainya tidak mungkin menjadi miliknya.

__ADS_1


"Reyna! Ayo dimakan, kamu harus sarapan, ini Mama buatin masakan kesukaan kamu loh." ucap Luna saat melihat sang putri hanya diam tanpa menyentuh makanannya.


Reyna terkesiap dan menaruh sendok garpu nya kembali, setelah itu Ia langsung berpamitan kepada Ray dan juga Luna.


"Maaf Pa! Ma! Sepertinya Reyna harus berangkat sekarang, sampai jumpa!" pamitnya kepada keduanya sembari mencium tangan Ray dan Luna.


"Loh tapi sarapan nya kok nggak di makan, Rey?" seru Luna kepada Reyna yang beranjak pergi ke kampus.


"Reyna nggak lapar, Ma! Reyna berangkat!" jawabnya sembari beranjak pergi keluar rumah. Ray menatap wajah sang putri yang terlihat bersedih itu.


"Sayang! Apa sebaiknya kita berterus terang saja kepada Reyna jika calon suami nya itu adalah Filio Anthony, Aku tidak tega melihatnya seperti itu, kamu tahu sendiri dia begitu mencintai Filio, sampai Reyna tidak nafsu makan seperti itu." ucap Luna yang merasa tidak tega melihat hubungan putri nya dengan Filio yang keduanya pasti sama-sama bersedih.


"Tidak perlu, malam ini akan menjadi momen yang sangat membahagiakan sekaligus mengharukan bagian mereka, kita lihat bagaimana reaksi Reyna saat bertemu dengan calon suami nya."


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2