
Hari itu juga, Bryan terbang kembali ke Indonesia, sepertinya sudah tidak mungkin lagi Ia menemukan Zyva, gadis itu sudah menghilang entah kemana, Bryan tiba di rumah nya di sambut oleh kedua orang tuanya, Ruli dan Riris. Mereka tidak menyangka jika Bryan akan pulang secepat ini.
"Bryan! Kenapa kamu memutuskan untuk pulang? Bukankah kamu berniat untuk melamar Fio dengan status S1 lulusan London? Apa kamu sudah tidak ingin kembali kepada Fio?" tanya Ruli, sang Ayah.
"Entahlah Pa! Bryan bingung, iya Bryan memang masih menginginkan Fio, tapi ada satu hal yang membuat Bryan tidak tenang." jawabnya.
"Apa maksudmu?"
"Bryan sudah membuat kehidupan seorang gadis hancur, Pa! Dan Bryan merasa sangat bersalah kepadanya. Dia gadis dari Indonesia juga." sesal Bryan.
Ruli yang dulunya adalah seorang Casanova hanya bisa tersenyum dengan pengakuan sang anak, Ruli yang dulu sering sekali membobol gawang gadis-gadis yang dipacarinya menganggap jika penyesalan Bryan sangat berlebihan.
"Seorang gadis katamu? Dan kamu sangat menyesalinya? Apa kalian melakukannya suka sama suka?" tanya Ruli menyelidik.
"Tidak Pa, saat itu Aku sedang mabuk dan semuanya terjadi begitu saja, saat Aku terbangun Aku sudah tidak melihat gadis itu lagi, dia sudah pergi dan hanya meninggalkan noda darah pada sprei." penjelasan Bryan membuat Ruli mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kau memaksanya?" Ruli sedikit menaikkan nada bicaranya. Sontak Bryan sedikit terkejut mendengar Ruli yang sedikit marah saat mendengar penuturan darinya.
"I-iya Pa! Bryan tidak sadar Pa."
"Plakk."
Tiba-tiba saja sebuah tamparan keras melayang pada wajah Bryan, iya Ruli memang seorang Player dan sering berganti pasangan ranjang, namun Ruli tidak pernah memaksa wanitanya untuk tidur bersamanya, Ruli selalu meminta persetujuan kepada pacar-pacarnya, sebelum dirinya melakukan hubungan intim dengan mereka dan tak satupun ada wanita yang Ia paksa untuk tidur dengannya.
Bryan memegang pipinya dan menatap wajah sang papa yang terlihat marah.
"Tapi Bryan sudah mencarinya kemana-mana Pa, tapi dia tidak bisa Bryan temukan." jawabnya sembari menunduk.
"Papa tidak mau tahu, kamu cari gadis itu sampai ketemu! Sekarang kamu pergi dari rumah ini, dan jangan kembali sebelum kamu menemukan gadis itu dan kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu! Papa malu punya anak yang lari dari tanggung jawab, pergi sekarang!" titah Ruli untuk Bryan.
"Tapi Bryan harus mencarinya kemana Pa! Bryan sudah berusaha mencari nya di sudut kota London, kota London itu besar Pa, mana mungkin Bryan bisa menemukannya."
__ADS_1
"Kamu ini bodoh atau apa? Kamu bilang dia gadis dari Indonesia, seorang gadis yang tinggal di London sendirian, tapi dia masih menjaga kesuciannya, Dia gadis yang langka, kemudian kamu datang kamu ambil kesuciannya dengan paksa, akan sangat membuat gadis itu terluka dan bersedih Bryan! Papa yakin jika gadis itu sudah pulang ke Indonesia. Cari dia sekarang dan lakukan tugasmu sebagai seorang pria yang gentle!" seru Ruli sembari menatap wajah Bryan dengan serius.
Bryan tidak bisa berbuat apa-apa, jika Ruli sudah memutuskan sesuatu maka tidak bisa dibantah, sementara Riris juga tidak bisa berbuat apa-apa, Ia sadar jika perbuatan sang anak memang salah, meski tak menutup kemungkinan, dirinya juga tidak pernah bersalah, tapi setidaknya Ia bisa memahami bagaimana perasaan gadis yang sudah Bryan nodai.
"Ma! Tolong Bryan Ma! Bryan harus bagaimana?" ucap Bryan kepada Riris yang terlihat tegar meskipun hatinya sedih melihat sang anak yang mendapat hukuman dari suaminya.
"Bryan! Papamu benar, kami tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi seorang pengecut, pergilah dan cari gadis itu, bawa dia pulang, Mama juga seorang wanita, Mama tahu betul bagaimana rasanya dipaksa, sangat sakit Bryan, kamu sudah membuat kehidupan gadis itu menderita, sekarang kamu pergi dan jangan kembali sebelum gadis kamu bawa pulang ke rumah." jawab Riris dengan menahan agar air matanya tidak terjatuh.
Baru saja ia melihat sang putra yang baru datang dari luar negeri, sekarang Ia harus berpisah dengan dengannya lagi. Dan hari itu juga Bryan pergi dari rumahnya, sesuai perintah sang Papa yang harus mencari keberadaan Zyva yang sekarang entah dimana.
"Aku harus mencarinya kemana?"
Bryan melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah, entah kemana Bryan pergi, yang terpenting Ia harus menemukan dimana Zyva berada.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥