
Filio menatap dalam-dalam bola mata Reyna, sejenak Filio membelai lembut surai indah yang menghiasi wajah ayu seorang Reyna, terdengar ucapan dari bibir putra Willy dan Eve tersebut yang membuat Reyna tidak bisa menggerakkan kakinya, Ingin sekali dirinya melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari posisi Filio. Namun, sayang Reyna benar-benar tak mampu untuk menjauh dari sosok Filio yang mulai mewarnai hatinya.
"Mas Filio! Plis jangan mendekat! Kenapa perasaanku jadi seperti ini, kakiku terasa kaku, Aku ingin menjauh darinya tapi hatiku tak bisa, Reyna jangan bilang kamu mulai mencintai saudara kembar Fiona, ini tidak mungkin." gumam nya sembari berusaha mengatur nafasnya yang mulai terlihat naik turun.
Filio semakin dekat dengan wajah gadis itu, kedua tangannya menangkup wajah Reyna sembari berkata dengan lembut.
"Aku mencintaimu! Menikahlah denganku!" kata-kata Filio membuat Reyna tidak percaya, Reyna melepaskan tangan Filio dari wajahnya dan berdiri membelakanginya seraya berkata, "Itu tidak mungkin, Mas! Kamu pasti bercanda." ucap Reyna dengan suaranya yang terdengar bergetar.
Filio berdiri di belakang Reyna dengan kedua tangannya yang mulai melingkar pada pinggang Reyna, membuat si gadis tampak panas dingin, benar-benar pelukan Filio dari belakang membuat Reyna tak bisa menahan gejolaknya. Dengan cepat Reyna membalikkan badannya dan tentu saja tangan Filio masih melingkar sempurna pada pinggang Reyna.
__ADS_1
Tatapan mata keduanya saling bertemu, ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, namun sangat mudah terlihat saat kedua mata itu saling berbicara.
"Aku mencintaimu, Reyna! Entahlah dari kapan rasa itu datang, yang jelas Aku mulai merasa nyaman saat bersamamu, Aku memang suka menggoda mu, tapi dibalik itu semua, ada rasa terpendam yang sebenarnya sudah ada dalam hatiku, disaat kau mengatakan jika kedua orang tuamu ingin menjodohkan mu dengan seseorang, di situlah Aku merasa tidak rela jika kamu harus menjadi milik orang lain, menikahlah denganku! Dan Aku akan menjadikan mu milikku satu-satunya."
"Mas Filio! Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja perasaan ku sangat aneh kepada mu, kamu memang jahat, jail, suka sekali gangguin Aku, tapi entah kenapa Aku suka kamu melakukan itu padaku, apakah ini yang dinamakan cinta, disaat aku merasa tidak rela jika diriku harus dimiliki oleh orang lain, Aku mencintaimu, Mas!"
Entah kenapa tiba-tiba saja Filio menyentuh bibir indah Reyna, dalam hitungan detik Filio mulai mengecup manis bibir Reyna, keduanya terpejam saat bibir mereka saling bersentuhan, ditambah lagi suasana romantis dalam rintikan air hujan.
"Jangan, Mas! Ini tidak boleh." ucapnya sembari meraba lehernya yang telah tersentuh oleh kecupan hangat dari Filio.
__ADS_1
Filio mendekati Reyna dan berkata, "Kenapa? Bukankah Kau juga menikmatinya? Jika seperti ini lebih baik kita menikah saja," ucapnya sembari memegang pundak Reyna.
Reyna berbalik badan ke arah Filio.
"Itu tidak mungkin, Mas! Mama dan Papa sudah sangat yakin dengan pilihan mereka, dan Aku tidak berani melanggar perintah mereka, lebih baik kita lupakan hubungan ini, anggap saja kita tidak pernah bertemu, sekarang tolong antarkan Aku pulang!" ucapnya sembari pergi meninggalkan Filio yang tampak memejamkan matanya dan menahan perasaannya.
"Shiiit ... kenapa semua ini harus terjadi!" kesalnya sembari memukul tiang penyangga tempat itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥