![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
hari berjalan begitu cepat hingga tidak terasa Lian dan Risa sudah 3 minggu berada di Hawai, mereka memang berencana untuk bulan madu selama 1 bulan demi memberikan Kevin seorang adik.
awalnya Risa menolak untuk berbulan madu selama satu bulan, tapi Lian terus memaksanya dan juga ayahnya begitu saja setuju dengan semua rencana yang Lian buat untuk mereka.
sudah 3 hari terakhir juga setiap paginya Risa selalu muntah-muntah, sama seperti pagi ini Lian terbangun Karena suara Risa yang terdengar sampai ke kamar.
"sayang apa kamu baik-baik saja? kamu sudah 3 hari seperti ini, aku bener-bener cemas dengan kondisimu Risa" ucap Lian,
dia mendekati Risa lalu mengusap punggungnya untuk memberikan kehangatan, Lian terus berada disamping Risa sampai dia benar-benar selesai.
dengan sangat berhati-hati Lian membantu Risa keluar dari kamar mandi dengan menggendongnya dan meletakkannya di sofa, lalu Lian berlutut di depan Risa sambil memegang kedua tangan Risa.
wajah terlihat sangat pucat, Risa juga terlihat sangat kurus Karena akhir-akhir ini dia jarang makan bahkan dia juga menolak untuk makan, di wajahnya terlihat sangat jelas bahwa dia sangat kesakitan. keringat dingin juga mulai Lian rasakan melalui tangan yang digenggam.
"apa kamu membutuhkan sesuatu? atau mau aku peluk? atau mau yang lainnya?"
Lian dengan sangat sabar menghadapi kondisi Risa yang sekarang, sebisa mungkin dia mengecilkan suaranya.
"Lian--" sebelum Risa melanjutkan ucapannya perutnya mulai mual lagi, dia juga begitu saja meninggalkan Lian di ruang tamu dan pergi berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya.
"mau ku buatkan teh hangat"
Risa hanya mengangguk lemas, dia masih fokus dengan masalah perutnya,
satu cangkir teh hangat sudah Lian buatkan untuk Risa, dia membawakan cangkir itu ke ruang tamu lalu memberikan kepada Risa yang sedang membaringkan tubuhnya di sofa.
"minumlah sedikit, ini bisa membantu menghilangkan rasa mualnya walaupun sedikit" Lian memberikan secangkir tea yang dia buat tadi ke Risa, memposisikan tubuh Risa menjadi duduk agar mudah untuknya.
"terima kasih" Suara Risa sangat serak dan juga sangat lemas.
"sayang, mau ku panggilkan dokter atau mau pergi ke rumah sakit?" tanya Lian.
"kita kerumah sakit saja Lian"
"baiklah, kamu tunggu disini saja, aku akan menyiapkan mobil" Lian segera pergi keluar hotel dan menuju ke parkiran.
Tak lama kemudian Lian kembali, dia mengambil selimut untuk Risa, lalu setelah itu Lian Menggendongnya sampai ke mobil mereka.
hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di rumah sakit terdekat, Lian tidak punya banyak waktu untuk mencari rumah sakit terbaik. dengan sigap Lian langsung keluar dari mobil dan berlari mengambil kursi roda untuk Risa.
setelah itu dia membawa masuk Risa ke dalam rumah sakit, yang langsung ditangani oleh suster yang melihatnya, membawa Risa ke ruang UGD dan tak lama kemudian dokter pun datang.
__ADS_1
Lian hanya bisa menunggu Risa di luar ruangan, ada perasaan khawatir saat dia memikirkan Risa, Lian tak ingin terjadi sesuatu padanya, keringat dingin mulai bercucuran memenuhi keningnya.
tidak lama pintu ruangan itu terbuka, dengan cepat Lian menghampiri dokter tersebut.
"dokter, bagaimana kondisi istriku?" Tanya Lian
"selamat istri anda sedang hamil usianya baru 2 minggu, hanya saja untuk kehamilannya kali ini cukup beresiko untuknya, mengingat kondisi kesehatannya yang menurun drastis, tolong jaga kesehatannya dan tolong jangan sering melakukan hubungan intim " ucap dokter itu.
setelah berbicara dengan dokter, Lian langsung pergi keruangan di mana ada keberadaan Risa, wajahnya terlihat lebih baik daripada tadi pagi. Lian berjalan mendekati Risa yang tertidur, dia menarik kursi dan duduk di sisi ranjang.
tangan Lian terulur untuk memegang tangan Risa dan mencium tangannya, "Sayang kamu harus kuat, aku yakin kamu adalah wanita yang hebat, aku akan selalu menjaga kesehatanmu"
"Lian, apa aku sakit parah?" Tanya Risa, Saat dia membuka matanya kepalanya terasa begitu pusing dan badan juga sangat lemas.
"tidak sayang, kamu hamil" ucap Lian
"Hamil?"
Lian mengangguk Saat Risa menatapnya, tangan Risa langsung menyentuh perutnya yang masih rata, ada perasaan bahagia di dalam lubuk hatinya, akhirnya dia akan menjadi seorang Ibu yang seutuhnya. satu air mata bahagia mengalir dari mata Risa.
"tidak, jangan menangis sayang" tangan Lian secara reflek menghapus air mata Risa, dia langsung memeluknya.
"Risa, aku berjanji akan selalu ada untukmu, jika kamu menginginkan sesuatu langsung katakan padaku, dokter juga bilang jika kamu harus menjaga kesehatanmu dan kamu tidak boleh menolak untuk makan, Karena bayi kita membutuhkan asuhan nutrisi darimu" ucap Lian, dia memberikan satu kecupan manis di kening Risa.
"Lian kamu akan menjadi ayah untuk kedua kalinya"
"bagaimana jika kita segera pulang, aku ingin memberikan kabar baik ini pada keluargamu dan juga Kevin, kamu beristirahatlah aku akan kembali nanti, aku harus mengurus kehilanganmu dulu" ucap Lian.
"hm"
dalam ruangan rumah sakit, Risa menatap dinding putih itu, dia mulai menghayal tentang kehidupannya setelah melahirkan nanti, mengurus Kevin dan juga calon anaknya di masa depan adalah hal yang mungkin akan merepotkan tapi juga memberikan kebahagian untuknya,
"sayang, apa kamu mendengar ibu? sayang, ibu sangat bahagia dengan kehadiranmu di sini, di dalam perut ibu, jadilah anak yang baik ya sayang dan juga ibu akan selalu menjaga kesehatanmu, ibu juga akan memperkenalkan kamu dengan kakakmu dan juga ayahmu yang sangat luar biasa hebat, kamu harus melihatnya" Ucap Risa, dia sedang berbicara pada calon anaknya yang ada di dalam perutnya sambil mengelusnya, mungkin ini akan menjadi kebiasaan Risa.
************
hari mulai menunjukan pukul 10 malam
"sayang apa kamu masih sibuk?" tanya Risa.
"sebentar lagi aku akan selesai sayang" ucap Lian, dia masih sibuk mengemas barang yang akan mereka bawa besok pagi.
__ADS_1
setelah mengetahui Risa hamil, Lian langsung memutuskan untuk kembali ke korea, dia tidak mengizinkan Risa membantu, jadi semua barang yang akan dibawa untuk penerbangan besok pagi dia yang mengemas.
"ada apa? kamu ingin sesuatu?" tanya Lian.
"aku tidak tahu, aku ingin sesuatu tapi aku bingung aku yang aku inginkan"
Lian berjalan mendekatinya, kemudian dia memeluk Risa dan mengelus perutnya, dia berkata.
"sayang, jangan menyusahkan Ibu, katakan pada ayahmu ini apa yang kamu inginkan ayah akan mengusahakannya"
"Lian sepertinya aku ingin muntah"
Risa berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang baru saja dia makan.
"sayang apa anak kita tidak menyukai makanan di sini?" tanya Lian yang sudah ada di sampingnya membantu Risa mengeluarkan semua isi perutnya.
setelah selesai, entah kenapa tiba-tiba Risa menangis dan langsung memeluk Lian.
"Risa, jangan seperti ini, beritahu aku apa yang kamu rasakan, jika seperti ini mana aku bisa mengerti, apa kamu ingin menjambak rambutku? atau mau ku elus perutmu?"
Lian membawa Risa kembali kamar dan memberikan secangkir air mineral, Risa masih menangis. bukannya menerima air darinya Risa menjambak rambut Lian.
"Lian maaf seperti anakku minta padaku untuk menjambak rambut ayahnya"
"Lian aku ingin makan ramen, aku juga ingin makan kaldu ayam, aku ingin makan es krim dengan taburan kacang"
"baik-baiklah sayang, tapi bagaimana bisa mencari ramen di malam hari seperti ini Risa, dan juga kaldu ayam aku tidak bisa memasaknya, es krim dengan taburan kacang bagaimana menemukan tukang es krim siram seperti ini?"
"kamu mengeluh! kamu baru saja bilang jika aku membutuhkan sesuatu kamu akan mencarinya dan membelinya! baru seperti saja kamu tidak sanggup untuk berusaha mencarinya! menyebalkan!" Risa melipat kedua tangannya, menandakan bahwa dia marah.
"tidak sayang aku sanggup baiklah aku akan membuatkan semuanya untukmu, istriku yang cantik ini ingin apa lagi?" tanya Lian, dia tidak ingin membuat masalah besar, karena Lian tahu jika wanita hamil emosi akan cenderung akan berubah-ubah jika ingin emosi mereka stabil maka mau tidak mau dia Harus menuruti semua keinginannya.
Lian seperti ke supermarket terdekat, dan kembali 15 menit kemudian, dia juga langsung bergegas membuat makanan yang Risa ingin tapi sebelum memulainya dia kembali ke kamar untuk memberikan Risa es krim yang dia inginkan.
"sayang maaf jika es krimnya tidak sesuai dengan keinginanmu"
"aku suka es krim ini, terima kasih Lian"
Lian kembali ke dapur dan mulai memasak walaupun harus melihat internet sebagai petunjuknya, sebisa mungkin dia membuat kaldu ayam dan ramen dengan baik.
Diam-diam Risa memperhatikan Lian dari belakang, dia sekarang berada di meja makan, lihat suaminya yang kesulitan membuatnya ingin sekali membantunya tapi dia uruskan niatnya karena dia ingin merasakan masakan Lian, sambil memakan es krim yang Lian belikan.
__ADS_1