Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 84 - My Ceo


__ADS_3

Sona dan Kevin, kedua orang itu masih ditoko buku, hingga siang hari gadis itu masih sibuk mencari buku yang menurutnya belum sesuai dengan yang dia inginkan, dan akhirnya setelah menelusuri semua semua rak buku, dia menemukan buku yang sudah cukup lama dan berdebu, itu buku sangat cocok dengannya.


Sona mencari keberadaan pria itu, dia lupa jika dia kesini bersama Kevin, saat langkahnya sudah didepan meja dimana tempat yang disiapkan untuk semua pengunjung membaca buku, dia melihat sosok Kevin yang tertidur dimeja.


Dengan hati-hati Sona meletakkan buku-buku yang ada ditangannya, lalu berjalan mendekati Kevin yang tertidur dengan posisi kepala yang bersandar disatu tangan, dan satu tangan lainnya memegang buku yang sudah lepas dari genggamannya, dia terlihat lebih tenang jika diperhatikan dari dekat dan juga sangat lucu.


Sona ingin sekali mencibit pipi yang mengemaskan itu, tapi jika diingat-ingat ini sudah tengah hari itu berarti sudah waktu untuk makan siang.


'kenapa pria ini tertidur? Apa dia merasa bosan karna menungguku? Atau memang dia kurang tidur?'


Memang, lingkaran hitam dibawa matanya terlihat sangat jelas, Kevin juga terlihat lebih seperti depresi, Sona terpaksa memilih untuk membiarkan pria itu tidur, dia kembali mengambil buku-bukunya dan berjalan kekasir untuk membayarnya.


Detik berikutnya Kevin sudah bangun, dia melihat kesegala arah untuk mencari dimana keberadaan gadis itu namun matanya tidak menemukan apapun, Kevin terkejut kenapa dirinya bisa tertidur disini padahal dia tipe orang yang tidak mudah tertidur.


“kamu sudah bangun?” ucap Sona, gadis itu kembali lagi ketempat tadi Kevin tidur, sambil membawa buku-buku yang banyak.


“Ya, kamu sudah selesai mencari buku?” Kevin bertanya, dia mengusap-usap matanya untuk memperjelas penglihatannya yang masih buram, dan melakukan gerakkan ringan untuk memberi respon pada tubuh untuk kembali bekerja.


“sudah aku juga sudah membayarnya, bagaimana kalau kita makan siang saja?”


“kamu sudah membayarnya? Bukannya membangunkanku, lain lagi biar aku yang membayar, ayo kita makan siang”


Kevin mengambil buku yang ada ditangan Sona, lalu tangan lainnya menarik gadis itu untuk keluar dari toko buku dan berjalan keparkiran untuk mengambil mobil, Sona hanya diam, dia tidak mau membuat suasana Kevin buruk lagi karna dirinya yang teruz menolaknya.


'apa aku mulai menyukainya?'


Di dalam mobil, baru saja Kevin ingin menyalakan mesin mobil tiba-tiba ponselnya berdering, awalnya dia ingin membiarkan saja namun saat melihat siapa yang menelpon dia segera mengangkatnya.

__ADS_1


Kevin : “Hallo, Ayah ada apa?”


Lian : “kau dimana? Cepatlah kekantor, jika ada meeting setelah makan siang”


Kevin : “apa aku harus ada disana?”


Lian : “jika tidak penting aku tidak akan menghubungimu, cepatlah”


Kevin : “baiklah Ayah”


Kevin menatap Sona yang ada disampingnya, dia bingung harus berkata apa pada Sona padahal dirinya ingin lebih lama didekat Sona.


“kamu bisa menghantarku pulang, makan siangnya bisa kita tunda dihari lain” ucap Sona.


“baiklah”


“jika seperti ini aku bisa telat untuk kekantor, Sona bagaimana kalau kamu ikut kekantorku dan kita makan siang disana”


“aku .. Aku takut menganggumu saja, aku bisa naik taksi kalau tidak bus”


“tidak apa-apa, lagi pula kamu akan terbiasa kekantorku nanti setelah menikah”


“kamu selalu saja membahas pernikahan, aku tidak bisa menikah jika bukan dari diriku sendiri yang ingin, dan pernikahan harus dilandasi oleh keinginanan kedua pihak bukan hanya satu pihak”


“Baiklah, setidaknya kita masih punya waktu untuk saling mengenal dan memahami bukan? Keputusan sudah ditetapkan kita akan kekantorku”


Kevin memutar balik mobilnya, dengan laju yang sedang dia segera menyetir menuju ke kantornya, tak lama kemudian mereka sampai didepan kantor Grup Jung, Sona menatap kagum pada gedung pencakar langit itu yang hampir seluruhnya bagian luar adalah kaca, dulu ayahnya pernah mengatakan jika perusahaan ini adalah perusahaan yang pernah menyelamatkan kantor ayah, Sona juga pernah berhadap bisa bekerja disini.

__ADS_1


“Sona, ayo masuk, aku sudah memesan makan untukmu”


Sona mengikuti Kevin dari belakang, dia menunduk malu saat semua pasang mata menatapnya dengan bingung, ini pertama kalinya dia kesini, mungkin orang yang ada disana terkejut melihatnya datang dengan atasan mereka.


“kamu malah sekali”


Kevin mengambil tangan Sona dan mengajak gadis itu segera masuk kedalam lift pribadi yang hanya bisa digunakan oleh Lian dan Kevin saja, Kevin menekan pada nomor 10 yang berarti mereka akan kelantai 10. Didalam lift Kevin dan Sona hanya terdiam.


Beberapa menit kemudian lift berhenti dilantai 10, dan lagi-lagi Sona dibuat kagum pada ruangan yang ada dilantai ini, hanya ada beberapa ruangan, dan selebihnya adalah ruang untuk beristirahat. Kevin mengenggam tangan Sona menuju ruangannya. Ruangan Kevin terlihat sangat luas jika hanya untuk satu orang saja.


“Sona, nanti Tuan Kim yang akan mengantarkam makanan untukmu, aku harus segera berganti pakaian dan pergi keruang rapat”


“Tunggu! Kau tidak mengganti pakaianmu disinikan?”


“aku sudah terbiasa mengganti pakaian disini, apa kamu ingin melihatku berganti pakaian?”


“Tidak! Maksudku kamu bisa berganti di toilet atau ditempat lain, tidak harus diruangan ini, bagaimana pun juga kita belum menikah”


“apa yang kamu fikirkan Sona? Aku akan berganti pakaian diruangan pribadiku, kamu kira aku akan membuka pakaianku didepanmu?”


Sona tertunduk malu, bagaimana dia bisa berfikiran seperti itu seharusnya dia tahu jika pria itu juga mempunyai ruang pribadi disini.


Kevin meninggalkan Sona dengan senyuman diwajahnya, dia berjalan kesudut ruangannya yang terdapat pintu disana, Ya kevin sengaja membuat ruangan pribadi untuknya didalam ruang kantornya.


Waktu berjalan begitu cepat hingga sore pun sudah berganti dengan malam, Sona saat lelah karna mengerjakan tugasnya hingga dia tertidur disofa, dan Kevin pria itu baru saja keluar dari ruang rapat, ini merupakan rapat yang paling panjang menurutnya.


Kevin kembali dengan wajah lelahnya, namun saat dirinya melihat Sona yang tertidur rasa lelahnya hilang begitu saja, Kevin menelpon Tuan Kim untuk menyiapkan mobilnya didepan kantor, lalu pria itu berjalan mengambil selimut untuk Sona.

__ADS_1


Dengan hati-hati Kevin mengendong Sona, dia tidak bisa membangunkan gadis itu, setelah itu dia segera membawa Sona keluar dari gedung ini dan menghantarnya pulang.


__ADS_2