Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 64 - Group Kim


__ADS_3

Di Sebuah gedung yang berlantaikan 25 lantai itu hampir memiliki tinggi yang setara dengan gedung yang ada di dekatnya, gedung yang dipenuhi dengan kaca yang akan langsung memantulkan cahaya matahari itu membuat siapapun akan sangat takut menatapnya lama-lama karena mengakibatkan penglihatan yang terganggu, perusahaan yang paling maju di kota Busan yang sudah berhasil mempekerjakan 1500 karyawan yang berkualitas dan tentu saja unggul dalam bidangnya.


Dengan gebung yang begitu tinggi hanya bisa dipimpin oleh satu orang, tentu saja sebuah perusahaan pasti memiliki satu orang yang menggerakkan semua sistem pekerjaan dalam bidangnya masing-masing, perusahan yang berlabelkan Grup Kim ini bergerak dalam bidang pertanian dan juga pakan, bisa dibilang perusahaan yang kini Han jalankan lebih difokuskan pada bidang makanan dan juga pertanian.


Kini perusahaan itu sudah berjalan normal kembali setelah melewati masa krisis hampir 5 bulan lamanya semenjak kondisi sang ayah yang terus memburuk hingga akhirnya sang ayah menyerah pada penyakitnya dan akhirnya dia pergi meninggalkan dua putra yang kini hidup dengan keinginan mereka masing-masing, jika Han ada di Busan untuk mengurus semua perusahaan sang ayah lain berbeda dengan Sean yang kini sedang merintis usahanya dari awal, kini adik Han sedang berada di London untuk melanjutkan hobinya menjadi seorang pelukis dan berjanji akan menjadi seorang pelukis terkenal hingga ‘go internasional’ .


Han memang yang menyuruh Sean untuk mengejar semua impiannya, sebagai kakak dia hanya bisa memberikan itu sebaik kebahagiaan yang tidak sempat dia berikan selama Han pergi, jika sudah saatnya tiba Sean sendiri yang akan meminta dirinya menggantikan posisi Han yang sekarang, jadi daripada memperebutkan hal yang tidak jelas lebih baik mereka saling memuaskan keinginannya masing-masing.


Di Sebuah ruangan yang hampir setara dengan satu apartemen ini hanya dibuat khusus untuk sang Ceo yang berlantai 15. Di Dalam ruangan itu Han segitu menjiwa dirinya sebagai pimpinan yang harus memberikan tunjangan untuk 1500 karyawannya bukan? Jika Han lemah dalam memahami segalanya tentang industri pertanian dan juga pakan maka semua ini malah akan membuat para karyawannya kesulitan, jadi Han lebih banyak mempertimbangkan segala ketentuan dalam semua aspek, Han sangat beruntung karena bisa bekerja sama dengan Grup Jung yang kebetulan bekerja dalam industri perhotelan yang membuat Han lebih mudah memperkenalkan produknya pada perusahaan yang kini di pegang oleh Kevin.


Walau sudah enam bulan berlalu, Han masih belum bisa melepaskan pekerjaan begitu saja hingga akhirnya dia masih butuh waktu lebih lama lagi berada disini, padahal Han sudah sangat merindukan sang istri yang begitu dia cintai hingga rasanya Han tak mampu lagi membiarkan wanita lain memasuki hatinya, enam bulan sudah berlalu begitu saja bukan berarti Han bisa menjalani hidupnya dengan mudah tanpa kehadiran Lisa disampingnya.


Jika Han bisa egois dia ingin sekali menyeret Lisa kesini untuk tinggal bersamanya tapi Han tidak bisa mengabaikan keinginan Lisa untuk menjadi dokter yang hebat, lagipula Han sudah berjanji pada ayah Lisa untuk lebih mementingkan kebahagian Lisa daripada kebutuhan dirinya, terkadang Han begitu merindukan ketika dia bangun tidur bisa melihat wajah cantik Lisa yang masih tertidur lelap dan juga dia sangat merindukan masakan Lisa yang sering dibuatkan sangat mereka akan malam bersama, dan tentu saja Han sangat merindukan dirinya yang bisa begitu leluasa memeluk tubuh Lisa ketika tidur maupun sang istri sedang masak.


'Miss You' ucap Han, saat dirinya menatap bingkai foto yang ada di meja kantornya, di dalam bingkai itu terdapat foto dirinya dengan Lisa saat foto mereka mengunjungi taman bermain di jepang dengan baju couple yang pernah mereka pakain, itu adalah foto yang meninggalkan begitu banyak kenangan dan juga merupakan hari pertama mereka menjalin hubungan pacaran.


“Tuan Kim, maaf mengganggumu, semua para karyawan sudah menunggu anda di ruang meeting” ucap seorang wanita dengan kemeja peach yang dimasukan kedalam celana bahannya dengan rambut yang dikuncir kuda dan juga kartu tanda pengenal yang melingkar di lehernya, dia adalah asisten atau sekretaris baru Han, Dia adalah jihye Yoona Choi, Wanita berusia 25 tahun.


“kapan rapat itu akan berakhir?” tanya Han, dia mengambil jas berwarna putihnya yang tergantung di belakang kursinya, dia belum terbiasa memakai jas yang biasa pria kenakan di kantor dan terkadang dia akan melepaskannya.


“jam 2 siang Tuan Kim” ucap Yoona dengan senyum terbaiknya. Dengan ipad yang ada di tangannya dia sudah menyiapkan segala yang akan ditanyakan oleh atasannya.


“lalu setelah itu?”


“anda akan mengunjungi sebuah restoran untuk melakukan kontrak dan malam harinya adalah sebuah pesta yang diadakan oleh perusahan Kang”


Yoona sedikit berjalan mendekati meja kantor Han untuk mengambil sebuah undangan “ini undangan untuk anda Tuan Kim”


“aku tidak ingin menghadirinya” ucap Han, setelah memakai jasnya, dia segera keluar dari ruangannya namun langkahnya terhenti karena Yoona yang tiba-tiba berhenti di hadapannya.


“tapi Tuan Kim, bukankah anda baru saja ingin melakukan negosiasi dengan Tuan Kang untuk masalah investarsi? Aku sarankan ini merupakan kesempatan yang bagus” ucap Yoona dengan sedikit ragu, karena ini baru pertama kalinya dia berdiri begitu dekat dengan Han.


“Yoona, ini bukan pertama kalinya aku menolak sebuah pesta bukan? Lagipula jika kita tidak bisa bekerjasama dengan Grup Kang apakah perusahaan ini akan mati?” tanya Han dengan nada yang begitu tinggi, sebenarnya dia sangat tidak menyukai sikap Yoona yang begitu keras kepala.


“baiklah, maafkan aku Tuan Kim” ucap Yoona, dia sedikit menggeser tubuhnya untuk membiarkan Han untuk lewat.


“kamu siapkan makan siang untuk mereka yang ikut rapat, dan aku hanya ingin kopi dan kue saja” ucap Han lagi, dia segera membuka pintu ruang meeting dan langsung masuk ke dalam, meninggalkan Yoona dengan tugas yang baru saja dia berikan padanya, sebenarnya jika bukan karena Yoona begitu mencintai pekerjaan dia tidak akan bersedia bekerja disini, jujur Yoona sangat takut pada sikap dingin atasan dan juga suaranya yang selalu tinggi pada dirinya jika Yoona melakukan kesalahan.


“Selamat datang Tuan Kim” ucap semua para karyawan yang langsung menyambut kedatangan pimpinan mereka di ruang meeting, semua yang bekerja disana sangat menghormati posisi Han sebagai Ceo di Grup Kim.


“silahkan mulai rapatnya” ucap Han setelah dirinya duduk dikursi yang sudah disiapkan untuk dirinya, salah satu dari karyawan segera menjelaskan semua rincian tentang kemajuan ekonomi di perusahaan Kim selama 3 bulan ini, yang secara grafik yang Han lihat dari layar monitor mulai mengalami kenaikan yang cukup bagus.


Rapat itu juga bukan hanya membahas laporan keuangan namun juga membahas tentang terobosan baru yang akan segera mereka lakukan pada bulan depan. Rapat terus berjalan hingga melewati waktu makan siang yang membuat karyawan didalam ruangan meeting harus makan di dalam sana karena Han tidak ingin rapat ini ditunda.


Setelah jam sudah menunjukan pukul 2 siang barulah semua orang bisa menghirup udara segar dari ruangan yang begitu tegang dan juga membuat mereka sulit banyak bergerak, Han segera melakukan tugas selanjutnya untuk mengunjungi restoran siap saji yang menyediakan betbagai jenis makanan terkenal seperti china, jepang dan makan tradisional korea.


“Yoona apa kamu sudah makan siang?” tanya Han di sela-sela dirinya sedang mengirim pesan pada Lisa yang mungkin sedang sibuk di ruang operasi atau di ruang pasien lainnya.


« My Husband »


Bagaimana harimu?? 


Kamu tahu? Hari ini aku melewatkan makan siangku dan hanya memakan kue saja, akhir-akhir ini juga nafsu makanku berkurang karena aku selalu memikirkan dirimu Lisa, aku sangat merindukanku hingga rasanya akan ingin pergi ke Seoul untuk menemuimu sekali saja.


“Tuan Kim tidak perlu khawatir karena aku sudah makan siang bersama temanku”


“baguslah, apakah perjalanannya masih lama?”


Ketika Han sedang bertanya ponselnya bergetar dan sebuah pesan masuk. 


« My little panda » 


Seperti biasa, rumah sakit adalah jiwaku ..


Han, kamu harus lebih banyak makan, aku tidak mau melihat tubuh kurusmu ketika kita bertemu nanti.

__ADS_1


Aku disini selalu menjaga makanku, kamu malah tidak! Itu membuatku sedih, aku juga selalu merindukan dirimu.


« My husband » 


Baiklah, aku akan menjaga kesehatanku disini, tolong jangan bersedih. Aku akan menghubungimu lagi, Bye …


“Tuan Kim kita sudah sampai” ucap Yoona yang sudah lebih dahulu keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk Han.


Dengan kemeja biru dan jas putih, Han melangkah keluar dari mobil sport yang baru-baru ini dibeli, entahlah Han hanya ingin mengoleksi mobil mewah ini saja tapi dia tidak tahu apakah Lisa akan memarahinya, saat dia memberikan hadiah mobil Hyundai saja wanita itu sangat marah padanya apalagi jika Lisa tahu jika Han membeli mobil ini untuk dikoleksi bukan untuk kepentingannya.


Sama seperti dengan Sona dan Kevin, Lisa juga sedang menuju bandara Incheon untuk menjemput kepulangan kedua orang tuanya setelah hampir enam bulan lamanya tidak bertatap muka secara langsung hanya melalui layar ponsel tipis yang sudah menjadi brnda penting yang wajib dibawa kemana-pun Lisa pergi dan juga banyak orang diluaran sana.


Masih masih dengan putihnya Lisa mengendarai mobil dengan keceparan normal, jam masih menujukan pukul 9 pagi namun jalan raya sudah dipenuhi dengan banyak sekali mobil yang juga melintas disana, Lisa hanya bisa berhadap jika dirinya datang tepat waktu sebelum orangtuanya memberikan kabar jika mereka sudah sampai dibandara Incheon.


Dihari libur seperti ini Lisa masih harus disibukkan dengan dirinya yang harus mampir kerumah sakit lebih dahuly karena ada pasien bayi yang harus selalu dia perhatikan, Lisa juga tidak sempat kembali kerumah untuk sekedar menganti pakaiannya karena jadwal operasi yang tidak bisa dia undur ataupun ditinggalkan.


Saat sibuk dengan urusan membantu manusia bukanlah hal yanh bisa Lisa banggakan namun cukup membuat dirinya senang, hanya saja kehidupannya terlalu fokuskan untuk orang lain hingga melupakan urusan kehidupannya sendiri, jika bukan bantu dari Heejin dan Hyun mungkin Lisa masih ada dirumah sakit sekarang.


Dengan panik Lisa terus melirik jam tangannya yang berada dikemudi, masih ada dua jam lagi untuk sampai dibandara namun Lisa masih belum juga sampai kesana. Padahal perjalanan dari rumah sakit menuju bandara hanya butuh sekitar 1 jam perjalanan jika keadaannya tidak terlalu macet.


“harusnya aku mengikuti kata Hyun, lebih baik mengunakan kereta untuk sampai kesana” ucap Lisa, dia menjatuhkan kepalanya kemudi dengan terus menghela nafas panjang, sudah setengah jam berlalu tapi mobilnya tidak memberikan tanda jika akan maju.


Dengan cepat Lisa mengeluarkan ponsel pintarnya disaku jas putihnya, dia lebih memilih untuk memesan tiket kereta secara online daripada harus menunggu lebih lama lagi, dan kebetulan dia menemukan perjalanan menuju bandara pukul 9.45 yang akan sampai 10.25, Lisa segera membuka sambuk pengamannya menuju stasiun terdekat disana.


“Hyun bisa aku sedikit meminta bantuan?”


“aku memutuskan untuk naik kereta, aku butuh bantuanmu untuk membawa mobilku kebandara bisakah?”


“terimakasih, aku akan mengirimkan alamatnya mobilku diparkir”


“Ya, sampai jumpa”


Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Lisa bisa pergi nanti kereta, didalam kereta Lisa segera menghubungi Sona dan juga sang ibu.


“kalian sudah sampai? aku memutuskan mengunakan kerata untuk segera sampai dibandara, disini cukup macet jika aku terus menunggu,” ucap Lisa, dia mengunakan earphone untuk menghindari seseorang merasa terganggu dengan pembicaraan mereka.


“baiklah, aku akan segera ketempat kalian setelah sampai nanti”


“Ya, sampai jumpa”


Dengan tak sabaran Lisa terus melihat jam pada layar ponselnya, sebentar lagi dirinya akan sampai dibandara Incheon. Saat itu juga Lisa Menerima pesan dari Hyun yang sudah membawa mobilnya dalam perjalanan menuju bandara yang mungkin akan tiba lebih lama dari Lisa.


Lama kemudian, sebuah intrukusi mengatakan jika tujuan pemberhetian adalah bandara Incheon, Lisa dengan senang bangun dari kursi dan lebih memilih untuk berdiri didepan pintu, kereta bawah tanah yang Lisa pilih tidak terlalu banyak penumpang jadi Lisa tidak perlu bersesakan untuk keluar.


“Ya, Hyun?”


“aku sudah sampai dibandara, dan akan segera menuju tempat kakakku berada, kau masih dijalan?”


Dengan jas putih yang masih setia menempel ditubuhnya Lisa melangkah berjalan mendekati bandara yang jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun Incheon, Lisa lebih mengikat rambutnya yang tadi dibiarkan terurai, dengan heels kesukaanya dia melangkahkan kakinya untuk menemui Sona dan Kevin yang sedang menunggu kedatangan di sebuah Cafe.


“Wow, lihatlah sekarang adikku sudah sangat cantik dan dewasa” ucap Kevin yang langsung menyambut kedatangan Lisa saat wanita itu baru saja membuka pintu Cafe, dan disusul oleh Sona.


Sona memberikan Kevin untuk memeluk tubuh Lisa lebih dahulu dan menunggu gilirannya untuk memeluk Lisa, kini ketiganya duduk disudut ruangan cafe dekat dengan jendela besar.


“bagaimana dengan hubungan kalian?” tanya Lisa, dia menatap kedua orang yang ada dihadapannya. 


“bukankah seharusnya aku yang bertanya?” ucap Sona yang seperti mengembalikan pertanyaan itu pada Lisa.


“kamu bekerja disaat libur seperti ini?” tanya Kevin setelah dia meneguk kopi pesannya.


“Ya, hanya setengah hari saja” 


“bagaimana dengan Han?” 


“hubungan kita baik, hanya saja akhir-akhir ini dia begitu sibuk dan kami jarang berkomunikasi” ucap Lisa, dia tersenyum terpaksa didepan kedua orang.

__ADS_1


“Han tidak pernah seperti bukan? Kamu juga belum memberi kabar jika orangtuamu kembali?” tanya Sona.


“aku takut menganggunya” 


“sudahlah Sona, aku yakin jika Han sibuk bukan dengan wanita lain tapi demi mulihkan perusahaannya” ucap Kevin, yang mencoba mencairkan ketegangan yang Lisa rasakan, bukan berarti dia tidak perduli dengan hubungan adiknya tapi sebaliknya dia percaya jika hubungannya dengan Han sangat kuat hingga tidak perlu lagi diragukan.


“bagaimana dengan kami? Maksudku tidakkan berencana memberikan aku keponakan lucu?” ucap Lisa dengan sedikit merasa malu mengatakan seperti itu padahal dirinya juag belum berencana memiliki anak dalam beberapa tahun kedepan untuk alasan memang umur Lisa yang tidak baik baginya untuk mengandung seorang bayi tapi jika tuhan berkhendak lain Lisa hanya berharap bisa menjaganya dengan baik seperti bayi-bayi dirumah sakit.


“I-itu ka-mi--” 


Seketika Sona menjadi gugup ketika Lisa dengan gampangnya mengatakan itu tanpa berfikir lebih dahulu, dengan perasaan gugup Sona mencoba mengalihkan perhatiannya dengan meminum kopi pesannya. 


“kami belum berencana memilik anak untuk saat ini, aku masih ingin membiarkan Sona menjadi seorang pengacara yang hebat” ucap Kevin, dia menarik tangan Sona dan memberikan senyuman hangatnya pada wanita yang sudah mencuri hatinya dan membuat Kevin tidak bisa menjauh darinya.


“kamu benaran ingin melanjutkan impianmu, aku tidak menyangka jika Sona akan melakukan hal yang sudah jika janjikan saat kita masih duduk dibangku kuliah” ucap Lisa.


Saat ketiganya sedang asik berbincang satu sama lain menanyakan banyak hal yang tentu saja belum pernah mereka katakan setelah tidak dua bulan, dari jauhan dengan jas hitam dan koper yang diseret dengan langkah yang tegas dibantu dengan kacamata hitam membuat dirinya terlihat sangat keren saat meninggalkan bandara untuk mencari seseorang yang dia harapkan untuk segera bertemu.


Pria berjas hitam itu berjalan mendekati cafe dimana Lisa berada, kemudian tak lama hal pertama yang dia lakukan adalah memberitahu orang yang dihadapan Lisa untuk tidak memberitahunya lebih dahulu, membiarkan dirinya yang memberitahu sebagai satu tanda kejutan yang ingin sekali Han lakukan.


Sambil membawa buket bunga ditangannya pria itu melangkah mendekati sang istri yang belum menyadari kehadirannya sama sekali, hingga saat berdiri dibelakang tubuh Lisa langsung saja pria itu mengulurkan bunga dihadapan wanitanya dengan mengatakan.


“aku merindukanmu” 


Lisa dibuat terkejut dengan apa yang benar-benar terjadi, wanita itu segera membalik tubuhnya dan melihat apa yang harusnya dia sadari kehadirannya, dan betapa terharunya ketika melihat pria yang dicintainya berdiri dihadapannya dengan sejuta rasa rindu yang ingin segera dilampiaskan, hal pertama yang Lisa lakukan bukan menerima sebuket bunga itu melainkan dia memilih untuk memeluk tubuh yang aroma tubuhnya menjadi penghantar malam dikala dirinya sangat merindukan Han.


“Han” panggil Lisa, dilanjutkan dengan air mata yang tiba-tiba mengalir membasahi jas hitam Han, Lisa elbegitu kehabisan kata-kata ketika dirinya bisa menyentuh Han secara nyata, menghirup aroma tubuhnya dan mendengar suaranya.


Han juga melampiaskan semua kerinduannya dengan menciumi kening Lisa berkali-kali hingga membuat pasangan yang ada disebrang mereka merasa malu melihat hal seperti itu, Han juga langsung mencium bibir Lisa ketika dia melepaskan pelukannya, benar-benar rasa rindu yang tidak bisa disampaikan dengan kata-kata, hanya bisa sampaikan dengan saling memeluk dan membiarkan semua ini menjadi lebih nyata.


“bisakah kalian melanjutkannya nanti? Banyak orang disini!” ucap Kevin dengan kesal, dia sampai menarik Sona berhenti untuk menutupi wajahnya.


Han dan Lisa segera menyudahi acara ciuman mereka yang terjadi begitu tiba-tiba, keduanya menjadi malu ketika melihat kearah lain pada pengunjung Cafe yang cukup ramai, dan segera duduk untuk membicarakan hal yang biasa orang lain lakukan, setelah enam bulan akhirnya mereka bisa kembali bersama yang akan disusul oleh Lian dan Risa.


“itukah alasanmu kenapa jarang menghubungiku?” tanya Lisa yang langsung memberikan pukulan kecil didada Han.


“tidak juga aku hanya benar-benar sibuk mengurusi perpindahan kantormu” 


“lalu bagaimana kamu bisa tahu jika ayah dan ibu akan kembali hari ini?”


“aku memang sudah mengetahuinya dari jauh hari, itulah alasan kenapa aku langsung mengurus perpindahan dan kembali dihari yang sama dengan Ibu dan ayahmu”


“baik, kita semua sudah berkumpul disini, jadi mari jika rasakan setelah ibu dan ayah sampai” ucap Kevin.


Tak lama kemudian mereka kembali tempat dimana seharusnya menunggu kedua orangtua Lisa dan Kevin, keempatnya begitu tidak sabar menyambut kedua pasangan yang selalu menjadi panutan untuk mereka, setelah begitu banyak tantangan dan rintangan yang Lian dan Risa lewati, keduanya kembali merujuk kehidupan rumah tangga yang hampir hancur karena sebuah kesalahan Lian, seberat apapun masalah jika keduanya mau memulai dari awal semua itu akan berlalu dengan cepat.


Lian dan Risa keluar dari jalur barat, keduanya keluar dengan saling berpegangan tangan dan saling menyeret koper yang tidak terlalu banyak mereka bawa, keduanya tersenyum bahagia ketika dari kejauhan bisa melihat betapa semangatnya para anak dan menantunya menunggu kepulangan mereka, setelah menghabiskan waktu selama enam bulan diluar negeri membuat Lian dan Risa begitu merindukan aroma ciri khas dari kota kelahiran mereka.


Seperti keluarga lainnya mereka berenam bertukar rasa rindu dengan saling memeluk dan mengatakan banyak hal selama waktu yang ada, dan waktunya untuk kembalu kerumah dimana menjadi sebuah saksi hidup antara Lian dan Risa, hingga membuat mereka menjadi seperti ini.


Sesampinya didepan, keluarga Jung langsung disamput oleh mobil yang Han siapkan sebelumnya, dia memesan satu mobil besar untuk Kevin,sona,Lian dan Risa. Sedangkan dirinya dan Lisa memutuskan untuk menggunakan mobil Lisa yang sudah dibawa oleh Hyun.


Mobil orangtuanya sudah lebih dahulu berangkat, dan kini Lisa sedang membantu Han memasukan kopernya kedalam.


“ini Hyun, seniorku dirumah sakit” ucap Lisa, dia memperkenalkan Hyun lebih dahulu daripada suaminya.


“Kim Hyung Han, aku suaminya Lisa, senang bertemu dengan anda Tuan Hyun” ucap Han, dia mengulurkan tangannya lebih dahulu sebagai bukti jika dia tidak terima jika Lisa lebih memilih memperkenalkan pria lain padanya.


“senang bertemu denganmu Tuan Kim” ucap Hyun, dia juga membalas jabatan tangan Han, dan kemudian menatap Lisa untuk mengatakan sesuatu “Lisa, ini kunci mobilmu, aku akan kembali mengunakan kereta”


“Hyun-”


“Lisa, ayo kita segera kembali, bukankah keluargamu sudah berangkat lebih dahulu” ucap Han, menahan Lisa untuk memanggil Hyun yang sudah pergi lebih dahulu.


Tidak ada pilihan, Lisa dan Han segera menyusil kedua orangtaunya yang sudah lebih dahulu meninggalkan bandara, seperti Han harus lebih memperhatikan Lisa lebih baik lagi, interaksi antara Hyun dan Lisa terlihat jelas jika hubungan mereka bukan hanya sekejar senior dan junior.

__ADS_1


__ADS_2