Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 33 - Im Wondering


__ADS_3

Malam harinya .....


Lisa sudah tertidur dengan sangat pulas, setelah makan malam dan minum obat, Lisa memutuskan untuk tidur lebih awal, karena kata dokter Park besok mungkin Lisa akan menjalankan serangkaian pengecekan yang akan mengurus tenaganya dan juga waktu.


Sona hanya terdiam duduk disamping Lisa, Sona jadi ingat pertama kali, ketika dia mendengar jika Lisa mengalami penyakit dan harus membuatnya dirawat di jepang, saat itu Sona hanya bisa terdiam, dia tidak akan pernah menyangka sahabatnya akan seperti ini, Sona sempat berfikir jika suatu hari nanti dia harus siap jika dia harus kehilangan sahabatnya.


Namun setelah bertemu dengannya, Sona mencoba membuang pikiran itu sejauh mungkin, jika dia sendiri tidak yakin pada sahabatnya itu malah akan membuat Lisa semakin terpuruk dan putus asa. Bagi Sona, Lisa sudah seperti saudaranya sendiri, jika Lisa terluka maka Sona juga akan ikut merasa terluka, dan sebaliknya jika Lisa bahagia maka Sona akan merasa lebih bahagia.


Hari ini terasa begitu panjang untuk Sona, setelah kejadian tadi siang yang membuatnya sangat malu untuk bertemu dengan Kevin lagi, dan saat dia melihat Lisa yang ternyata cintanya yang tak terbalaskan.


“Lisa, jika aku berada di posisimu? Apakah aku akan sekuat dirimu? Aku harap kamu bisa sembuh dan kita bisa melakukan hal yang biasa kita lakukan”


Sona berjalan ke sofa, dia merapikan sofa untuk diubah menjadi tempat tidur, hari ini Ibu Lisa meminta Sona untuk menemaninya karena ada keperluan yang sangat mendadak yang membuat mereka harus pergi ke Korea dan baru kembali nanti saat hari Lisa menjalani operasinya.


Menarik selimut untuk menutupi tubuh, Sona terdiam sejenak, bayangan kejadian tadi siang berputar di otaknya, secara tidak sengaja Sona menyentuh bibirnya. Dan betapa canggung Sona saat dia makan siang bersama Kevin.


Walaupun semua ini hanya kejadian yang tak disengaja tapi tetap saja, ciuman itu bukan hal yang disengaja karena Kevin yang terlebih dahulu menciumnya dan Sona pun bukan anak kecil yang tak mengerti itu.


Terlalu larut dalam lamunannya hingga tidak menyadari jika Kevin sudah kembali dan kini pria itu sedang berjalan mendekati Sona yang hanya menatap kosong ke arah langit-langit ruangan.


“Sona?” panggil Kevin.


“Sona?” panggil Kevin lagi sambil melambaikan tangannya ke Sona yang masih terdiam.


“Sona, apa kamu tak mendengarku?” panggil Kevin untuk yang ketiga kalinya, karena merasa terus diabaikan Kevin terpaksa menyentuh kepala Sona.


“Ah--Ya, ada apa kakak Kevin?” ucap Sona, dia langsung bangkit dari posisi menjadi duduk dan menatap Kevin dengan tatapan yang bingung,


'kenapa aku tidak mendengar jika ada seseorang yang masuk?' Sona bertanya pada dirinya,


“tuhkan melamun lagi, Sona apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Kevin, dia menaruh barang yang tadi dia bawa di meja dan duduk di sofa yang ada di samping Sona.


“itu .. Itu .. Tidak ada, bukan hal yang penting”


“apa kamu lapar? Aku membeli beberapa makanan, karena aku pikir kamu dan Lisa mungkin lapar”


“terimakasih, tapi aku tidak lapar” ucap Sona, dia sedikit gugup saat matanya menatap mata Kevin secara kebetulan.


“Sona, aku tahu kamu belum makan apapun, aku yang membawamu kesini aku harus bertanggung jawab untuk memberi makan dan menjagamu” ucap Kevin, dia membuka bungkusan yang ada di meja dan memberikan kepada Sona.


“makanlah, aku ingin membeli Coffe dulu, kamu ingin minum sesuatu juga?” Kevin bertanya.


Sambil menunggu jawaban Sona, dengan santai Kevin membuka jas berwarna dark blue yang dia pakai sepanjang hari ini.


“aku ingin susu coklat”


“baiklah, saat aku kembali kamu sudah harus menghabiskan hamburger itu, dan jika kamu masih lapar aku juga memberi kue kesukaan Lisa, kamu bisa memakannya”


Dengan kemeja berwarna hitam yang sudah dia melipat sampai kesiku membuat Kevin terlihat lebih tampan dan juga dewasa, Sona yang melihat itu hanya bisa menelan air liurnya dengan cepat, matanya tak melepaskan pandangannya pada Kevin yang kini berjalan keluar ruangan dengan gagahnya.


“Oh, ayolah Sona, dia tidak akan mungkin menyukai wanita seperti yang bahkan tidak cantik dan memiliki sifat yang seperti anak kecil”


Selama di perjalanan menuju kantin rumah sakit Kevin melihat Sean yang sedang berjalan dengan seseorang di lorong rumah, saat jarak mereka semakin dekat Kevin bisa melihat jika seseorang itu adalah Dokter Han.


“kakak Kevin” panggil Sean.


“kalian berdua? Apakah kalian?”


“itu hanya kebetulan saja, tapi baru saja mengenal hari ini” ucap Sean.


“baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua” ucap Han, dia meninggalkan Kevin dan Sean begitu saja.


“Han tunggu, aku ingin memesan satu kamar, apa itu boleh” ucap Kevin.


“jika yang kau maksud kamar pasien itu tidak bisa, tapi jika kau mau, aku bisa meminjamkan kamar pribadiku untukmu”


“untuk apa kita memesan kamar? Aku bisa tidur di hotel” ucap Sean.


“baiklah, aku ingin meminjamnya” ucap Kevin,


“ini kuncinya, kamar itu ada di ujung lorong di lantai sama seperti kamar Lisa”


Han melemparkan kunci kepada Kevin, setelah itu dia membalik tubuhnya untuk melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


“kenapa kamu meminjamnya?”


“kamar itu untuk Sona, aku tidak tega melihatnya tidur di sofa, apa kamu akan kembali ke ruangan Lisa?”


“aku pikir Sona akan tidur di hotel, ternyata dia menginap di sini, lalu siapa yang akan menjaga Sona dan Lisa”


Kevin menghentikan langkah, berfikir sejenak yang di katakan Sean itu benar jika keduanya dipisahkan, siapa yang akan menjaga mereka, sedangkan Kevin dan Sean akan memilih kembali ke hotel.


“bagaimana jika kamu menjaga Lisa dan aku akan menjaga Sona” ucap Kevin.


“aku pikir itu tidak buruk, aku sudah pernah menjaga Lisa sebelumnya, Oh Ya, aku lupa kakak Kevin ingin pergi kemana?”


“ke kantin”


“oh baiklah, aku juga ingin membeli minuman”


*******


Satu jam kemudian ....


Kevin dan Sean kembali keruangan Lisa, mereka terlalu asik mengobrol di kantin hingga lupa waktu, saat mereka sampai Sona sudah tertidur dengan pulas di sofa.


“Sona sudah tidur, kakak Kevin bagaimana ini?” Sean bertanya.


Kevin hanya terdiam, bayangan tentang kejadian tasdi siang berputar di otak, dia tak mau kejadian itu terulang kembali. “aku juga tidak tahu”


“bagaimana jika kakak Kevin yang menggendong Sona sampai kamar dan aku yang membukakan pintunya”


“apa kau gila!”


“aku tahu ini sedikit kurang baik, tapi apakah kakak Kevin tega meninggalkan mereka berdua disini?”


Lagi-lagi situasi membuat Kevin bungkam, dia tak punya pilihan lain, lagi pula hari juga semakin malam jika memikirkan egonya, masalah ini tak akan terselesaikan. Dengan cepat Kevin memberikan kunci pada Sean.


Kevin berjalan mendekati Sona yang sudah tertidur, dengan hati-hati Kevin menarik selimut yang menutupi tubuh Sona dan dengan lembut dia mengangkat tubuh yang menurutnya sangat ringan, Sean mimpin jalan untuk mereka yang ada dibelakangnya.


Kini Sean sudah berdiri didepan sebuah kamar, tak mau menunggu lama Sean segera membuka pintu itu dengan kunci yang ada di tangannya, membukakan pintu itu untuk membiarkan Kevin membawa masuk Sona.


“aku akan meninggalkan kalian, aku tidak bisa berlama-lama disini, selamat malam” ucap Sean sambil menutup pintu dan pergi meninggalkan mereka.


Sontak itu membuat Kevin kehilangan keseimbangannya, dengan cepat dia meletakkan kedua tangannya di samping wajah Sona.


Kevin terdiam, matanya terpesona dengan wajah Sona yang terlihat sangat cantik saat dia tertidur, tangan terulur untuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik itu.


Semenjak bertemu dengan gadis ini Kevin selalu saja mengalami hal yang tak terduga olehnya, Kevin tak mengerti kenapa ini bisa terjadi.


Secara perlahan tangan Sona melepaskankan cengkramannya di leher Kevin, dan sedikit bergumam pelan “tidak tak akan suka Lisa”


Ingin rasanya Kevin tertawa, Sona terlihat sangat imut dan manis saat bergumam, untuk pertama kalinya dia tertawa hanya karena hal sederhana ini, tak lama-lama terlarut, Kevin menarik selimut untuk menutupi tubuh Sona.


Setelah itu dia berjalan mendekati Sofa yang ada di sana, dia tidak akan melakukan hal bodoh, dia sangat menghormati wanita, walaupun sikapnya tadi siang tidak menghormati wanita karena dengan lancangnya dia mencium Sona. Entah Kevin sendiri tidak tahu kenapa hatinya menuntunnya untuk lakukan itu.


Sona terbangun perasaan yang sangat bingung, dia menatap sekeliling kamar yang terasa begitu asing baginya, bukankah tadi malam Sona tertidur di sofa dikamar Lisa lalu kenapa sekarang dia berada di tempat lain?


Sona sontak bangun dari posisinya, dia mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, sangat aneh! Sampai tatapan Sona jatuh pada Kevin yang tertidur di sofa dengan penampilan yang membuat Sona terkejut, pria itu tertidur tanpa menggunakan pakaian!


Melihat ini Sona segera mengecek dirinya yang ternyata masih memakai pakaian yang kemarin, tapi tunggu .... Kenapa dia bisa terkurung di kamar dengan Kevin! Oh ayolah, hal bodoh apa lagi yang Sona lakukan sekarang.


Dengan langkah yang hati-hati Sona melangkah turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati pintu, dia harus segera pergi dari sini, tempat ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya.


'Sial! Pintunya terkunci!' ucap Sona, tangannya berusaha untuk membuka pintunya yang menimbulkan suara yang cukup berisik hingga membangunkan Kevin.


“tidak bisakah kamu membangunkanku jika ingin keluar?”


Mata Sona melebar sangat besar, dia sangat terkejut saat suara berat itu terdengar sangat dekat di telinganya, saat dia ingin berbalik tangan Kevin sudah lebih dulu menyentuh pintu yang membuat Sona tak bisa berkutik.


“itu.. Aku hanya tidak mau mengganggu tidurmu saja” ucap Sona, dia sambil menempelkan tubuhnya ke pintu agar menghindar dari tubuh Kevin yang belum memakai pakaiannya.


“kamu tak akan bisa keluar Sona, karna tadi malam aku mengunci pintunya” ucap Kevin, dia masih sangat mengantuk hingga menjatuhkan kepalanya di bahu Sona.


“bisa kamu membuka,kan pintu ini?”


'aku harap dia tidak curiga dengan suaraku yang gugup, Oh Tuhan kenapa rasanya sangat panas dan juga kenapa jantung ini terus berdetak! Tidak bisakah melihat kondisiku yang sedang kesulitan'

__ADS_1


“Tidak! Ini tidak baik, kakak kevin menjauhlah, berikan kuncinya padaku”


Dengan keberanian yang Sona miliki, dia membalik tubuh menghadap Kevin dan mendorong pria itu untuk menjauh dari tubuhnya.


Tiba-tiba Kevin menarik tubuh Sona, menarik gadis itu dengan melingkari tangannya di pinggangnya dan menatapnya dengan tatapan yang aneh, seperti bir yang tadi malam dia minum membuatnya bertingkah aneh.


Sona menatap aneh pada Kevin, 'kenapa pria ini sangat aneh, tidak cukupkah kemarin dia menciumku dan sekarang dia ingin melakukan hal lain apa lagi?'


“tidak! Ini salah, kakak kevin sadarlah, kamu bukan sedang bermimpi”


Jika memang Kevin masih di bawah alam sadarnya kenapa genggamannya begitu kuat pada tubuh Sona, dia bahkan hanya terdiam saat Sona berkata padanya. Dan Sona walaupun bisa dibilang dia menyukai pria ini, bukan berarti dia akan membiarkan pria ini menyentuhnya sembarangan.


“kepalaku terasa sangat sakit” ucap Kevin.


“sebaiknya kakak Kevin, istirahat saja”


Sona membantu Kevin untuk menidurkannya di ranjang, walaupun cukup sulit karena tubuh Kevin sangat berat. Sampai di sisi ranjang Sona sedikit mendorong tubuh Kevin, yang kedua jauh di ranjang. Dengan posisi sona yang berada di atas dan Kevin dibawah.


'kenapa sangat sulit untuk melepaskan diriku dari genggaman pria ini!'


Namun tiba-tiba tubuh Sona ditarik yang membuatnya berada dibawah tubuh Kevin. Alarm bahaya telah di bering di tubuh Sona.


Nafas berat Kevin menerpa wajah Sona, membuat sang gadis yang ada dibawahnya hanya bisa memalingkan wajahnya, menghirup nafas Kevin membuat Sona sadar jika tadi malam pasti pria ini minum sesuatu.


“Sona, kamu gadis yang cantik, kamu tahu kamu adalah gadis pertama yang aku cium”


Kevin menahan tangan Sona untuk menghentikannya yang terus mendorongnya.


'Seseorang tolonglah aku' ucap Sona dalam hatinya, dia tak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.


Tepat ketika Sona memejamkan matanya pintu kamar itu terbuka memperlihatkan Risa, Lian dan Sean yang menatap mereka dengan kebingungan saat melihat apa yang sedang terjadi di dalam.


“Kevin!” ucap Risa.


Sang Ibu segera berjalan mendekati mereka, lalu dia menarik telinga Kevin saat anaknya hendak mencium Sona, dan Sang Ayah hanya menggelengkan kepalanya, putranya mirip seperti dirinya sangat muda dulu.


“lebih baik kamu menemani Lisa saja Sean” ucap Lian pada Sean, setelah itu dengan santai dia masuk kedalam kamar itu.


Mendengar suara sang Ibu kesadaran Kevin segera kembali, dia menatap bingung dengan apa yang sedang terjadi.


“Ibu, sakit”


“siapa yang mengajarimu seperti ini! Apa kau sudah gila Kevin!!!”


“memang apa yang sedang aku lakukan Ibu?” Kevin bertanya.


“melihat dirimu dan juga lihatlah Sona, gadis itu kelihatan ketakutan!”


Mata Kevin langsung tertuju pada Sona yang masih dengan posisi yang sama, serangkaian kejadian tadi langsung kembali pada otak Kevin.


Sial!


“Ibu, kamu salah itu tidak seperti yang Ibu pikirkan”


“lalu itu apa? Kenapa kamu sangat bodoh!”


“Sona, apa kamu baik-baik saja?”


“Ya, aku baik-baik saja Ibu Lisa” ucap Sona, setelah ketegangan yang dirasakan dia segera bangun dari posisinya.


“sekarang apa yang ingin kamu lakukan Kevin” Lian bertanya, kini wajahnya sudah berubah menjadi lebih serius dari biasanya.


“aku tidak tahu, Ayah”


“dimana sifat lelakimu Kevin! Ibu sangat kecewa pada dirimu”


“tapikan aku belum melakukan apapun, Ibu”


“jika aku dan ayahmu tidak kesini untuk mencari Sona, apa yang akan terjadi?”


“Maaf Ibu, Kevin salah”


“kau seharusnya minta maaf pada Sona bukan diriku!”

__ADS_1


“sudah Risa, tidak baik, marah-marah di rumah sakit kita harus kembali keruangan Lisa, Kevin dan Sona makan siang nanti kita harus bicara, Kevin pakailah bajumu”


Lian dan Risa pergi meninggalkan Kevin dan Sona di ruangan itu, melihat itu Sona segera turun dari ranjang dari melangkah keluar dari ruangan itu, dia tidak mau melihat wajah Kevin, bagaimanapun juga Sona seorang wanita yang baru menjaga kehormatannya.


__ADS_2