Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 80 - My Ceo


__ADS_3

Setelah sampai dirumah Lisa, sahabatnya lebih memilih untuk pergi kekamarnya yang katanya ingin langsung istirahat, awalnya setelah sampai dirumah Lisa, Sona berencana untuk ikut bersama Lisa namun Risa tiba-tiba menahan Lisa dan membawanya pergi kesuatu tempat yang berisi dengan rak buku yang sangat tersusun rapi dan juga buku yang terlihat sangat terawat.


“ini adalah ruangan penuh dengan kenangan tentang Kevin dan masa lalu Ibunya” ucap Risa, dia memulai percakapan dengan hal yang seperti teka-teki untuk bisa dimengerti oleh Sona.


Sona mengikuti langkah Risa dengan semua pertanyaan yang terus melintas dalam pikiran. Dia ingin bertanya namun bingung untuk menyampaikannya.


“Kevin dan masa lalu Ibunya? Aku tidak mengerti, bukankah kamu Ibunya Kevin dan Lisa” Sona bertanya setelah memutuskan untuk menyakini jika pertanyaan itu adalah pertanyaan yang terbaik, dia tak berani untuk mengajukan petanyaan yang diluar batasan dirinya.


Risa : “Sona, apakah kamu mencintai Kevin?”


Sontak alis Sona terangkat, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Ibu Lisa, jika bukan karna ruangan yang tampak sunyi mungkin Sona berteriak.


Risa : “seperti pertanyaanku terlalu berat, apakah kamu menyukai Kevin? Atau sejenis perasaan nyaman di dekatnya”


'Oh, Ayolah, ingin rasanya aku menjawab, aku tidak menyukai putramu! Dia sangat menyebalkan dan sangat tidak sopan!'


Tapi kata-kata itu hanya tersumbat di tenggorokan Sona, bagaimana pun juga yang kini ada dihadapannya bukanlah sahabat atau pun teman seumur tapi dia adalah seorang wanita yang lebih tua darinya dan jika di ingat juga Ibunya Lisa dan Mommy adalah sahabat karna ayahku dulu teman baik Tuan Lian.


Sona : “aku rasa ... ”


Risa : “kemarilah, ada hal yang ingin aku sampaikan pada Sona”


Karna terlarut dalam pikirannya atau memang Sona yang banyak melamun, dia menatap Sona yang sudah duduk di sofa yang langsung menghadap kearah luar ruangan yang pemandangan sangat indah, dengan sedikit keraguaan Sona berjalan mendekat Risa, mengambil posisi duduk disamping Risa yang sedang memegang sebuah album foto.


Risa : “kamu belum menjawab pertanyaanku?”


Sona : “Ah ... Itu ... Perasaanku hanya nyaman saja didekatnya, Ibu Lisa”


Risa : “aku harap setelah mendengar apa yang aku katakan nanti, kamu akan sedikit mempertimbangkan perjodohan ini”


Sona : “aku sungguh sangat tidak mengerti”

__ADS_1


Risa : “Sona, aku bukanlah Ibu kandung Kevin, aku bertemu dengan Lian setelah dia memiliki Kevin, saat itu usianya masih balita”


Sona terkejut dengan apa yang dikatakan Ibu Lisa, pantas saja Lisa dan Kevin terlihat berbeda, Sona tidak ingin mengajukan pertanyaan atau pun menjawab, kali ini Sona ingin menjadi pendengar yang baik.


Risa : “dalam hidupku, aku tidak pernah sekalipun ingin menjodohkan anak-anakku, tapi aku merasa jika kamu pantas bersama Kevin ....”


Risa berhenti sejenak, dia mulai membuka ikatan pada album foto yang sudah mulai berdebu, sudah sangat lama Risa tidak membuka album foto ini, membuatnya mengingat kenangannya saat dirinya masih ragu untuk mencintai Lian dan karna surat Lisa lah yang membuat Risa menjadi mengerti tentang kehidupan masa lalu Lian.


Risa : “ini adalah album foto yang dibuat oleh Ibu Kevin khusus untuknya, sampai saat ini Kevin belum melihatnya, aku masih ragu untuk menunjukannya, Lian selalu berkata untuk tidak mengungkit masa lalu, tapi aku tidak mau terus berbohong pada Kevin, dia putraku yang sangat aku sayangi melebih Lisa dan dia putraku yang berharga....”


Lembaran demi lembaran dibuka oleh Risa, disana banyak sekali foto Kevin dari usianya yang baru menginjak satu bulan, Sona memperhatikan semua itu dengan seksama, tapi sangat berat hidup tanpa sosok ibu disaat dia baru melihat dunia.


Risa : “kevin tumbuh besar tanpa rasa sakih sayang seorang Ibu, ini adalah Lisa, mantan Istri dari suamiku, dia meninggal saat melahirkan Kevin karna komplikasi, dia sangat mirip denganku hingga membuat Kevin mengira jika aku adalah ibunya yang telah kembali, itulah kenapa sekarang aku bisa menikah dengan Lian, karna Kevin yang telah menyatukan kita”


Sona : “aku tidak mengerti, tapi aku paham jika memang Kevin mengangap jika kalian mirip, oh maksudku kenapa kamu memberikan nama putri dengan nama mendiang Ibu Kevin?”


Risa : “karna aku ingin Lisa seperti Lisa ibu Kevin, Sona itu bukanlah hal yang penting, jika suatu saat kalian menikah bawalah ini dan tunjukan pada Kevin, kamu harus menyampaikan dengan sangat baik, hingga membuatnya tidak membenciku ataupun Lian”


Risa : “pertimbangkan dulu baru kamu berkata seperti, ayo hari sudah sore, kamu harus kembali pulang, dan sampaikan salamku untuk Ibumu”


Sona : “baik, aku akan menyampaikan pada Mom”


Risa dan Sona berjalan kembali keruangan tamu yang disana sudah ada Lian dan Kevin yang sedang bermain, keduanya sangat asik hingga tidak menyadari keberadaan Risa dan Sona.


Risa : “kevin, hantarlah pulang Sona”


Sona : “Ibu Lisa, tidak usah aku bisa naik taksi”


Kevin : “aku akan menghantarnya”


Diluar dugaan Kevin setuju, padahal pria itu sedang asik bermain bersama ayahnya dan bisanya seorang pria tidak suka diganggu saat bermain.

__ADS_1


Berpamitan dengan kedua orang tua Lisa, dia berjalan mengikuti Kevin yang hanya memakai kaus hijam lengan pendek dan celana jogernya, Soan jadi teringat dengan semua ucapan Risa.


'aku harus bagaimana?'


“apa yang sedang kamu fikirkan?” Kevin bertanya, dia hanya fokus mengemudi, jika dari samping pria ini terlihat lebih dewasa dan juga sederhana.


“tidak ada” jawab Sona, dia merendahkan suaranya dari biasanya.


“apa Ibu mengatakan sesuatu padamu? Kamu terlihat murung”


“bisakah kau hanya fokus mengemudi, aku sedang malas untuk berbicara”


“kamu sensitif sekali”


Keheningan kembali menghuni didalam mobil, Sona saat ini sedang tidak ingin memikirkan apapun, semua ini menbuatnya sangat pusing dan bingung.


kevin yang terus memperhatikan kemurungan yang terlihat jelas diwajah Sona memutuskan untuk menepi kesebuah kedai Ice Cream, dia turun begitu saja dari mobil tanpa berbicara satu katapun pada Sona yang kini menatap punggungnya berjalan mendekati kedai Ice Cream.


tak lama kemudian pria itu kembali lagi dengan membawa mangku Ice Cream yang cukup besar, Sona menaiki alisnya dengan bingung, setelah duduk kembali, Kevin menyerahkan Ice Cream itu kepada Sona.


“jika memang beban pikiranmu terasa saat menyakitkan lampiaskan dengan Ice Cream ini saja, aku segaja membeli banyak karna wanita lebih cenderung suka makan” ucap Kevin, dia mulai menyalahkan mesin mobilnya dan kembali kejalan yang menuju rumah Sona.


“terima kasih”


Sona menatap semangku Ice Cream yang ada di pangkuannya, dalamnya terisi banyak sekali toping, satu persatu dia memasukan Ice Cream kedalam mulutnya dan benar, rasanya semua pikiran kembali jenih, Ice Cream memang pilihan yang baik untuk meluapkan semua kepenatan pikurannya.


note : terimakasih untuk dukungannya, aku memang lagi fase dimana mentalku down karna semua masalah yang tidak bisa terselesaikan, melihat komentar lagi membuatku melupakan masalahku dan saat memberiku semangat untuk terus menulis cerita ini sampai tamat.


jangan lupa Like dan Komen untuk bab ini ...


salam hangat dari My Ceo ...

__ADS_1


see you ....


__ADS_2