![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
keesokan paginya ....
Kevin, Sona, dan Sean, mereka bertiga memutuskan untuk pulang lebih awal karena alasan pribadi masing-masing, kalau Kevin dia harus mengurus bisnis sang ayah yang baru saja bekerja sama dengan salah satu perusahan di paris yang bergerak dibidang perhotelan, sedangkan Sona dan Sean kembali karena masa cuti mereka sudah berakhir, mereka harus segera kembali berkuliah lagi.
Hanya tinggal Lian dan Risa saja yang bisa menemani Lisa dirumah sakit, hubungan Lian dan Risa masih renggang karena keduanya masih tak mau menyelesaikan masalah, ralat bukan keduanya tapi Risa yang tak mau berdebat dengan Lian hanya karena masalah Han, saat aneh jika keduanya berdebat hanya masalah seorang pria, oh ayolah usia mereka sudah melewati 35 tahun, bagaimana bisa mereka bertengkar hanya karena masa sederhana. padahal usia pernikahan mereka sudah mau menginjak 20 tahun, bukan waktunya lagi untuk saling cemburu atau memperdebatkan hal sederhana.
kini keduanya hanya saling diam satu sama lain, Risa lebih memilih untuk duduk di samping Lisa yang masih tertidur, dan Lian hanya sibuk dengan pekerjaan di sofa.
Tak lama kemudian Lisa membuka kedua matanya, hari ini rasa sangat baik untuk Lisa, tadi malam dia bermimpi indah.
“good morning, Ibu”
“morning sayang, mimpimu indah tadi malam?”
“Hm--, rasanya aku tak ingin bangun, karena mimpinya terlalu indah bagiku, kapan Ibu datang? dimana yang lain”
“Kevin, Sona dan Sean, harus kembali lebih awal karna mereka mempunyai urusan mereka masing-masing”
“aku juga ingin cepat kembali, aku merindukan teman-temanku”
“kamu yakin ingin cepat-cepat meninggalkan rumah sakit ini?”
“tidak juga, aku perlu mengurus sesuatu disini sebelum pergi”
“kamu pasti bisa mendapatkannya, hanya pergi membuatnya yakin pada cintanya”
“terimakasih Ibu”
Lian yang cukup penasaran dengan percakapan Ibu dan Anak itu, dia mulai meninggalkan pekerjaan dan berjalan mendekati mereka.
“apa yang sedang kalian bicarakan? Ayah juga ingin tahu”
“Tidak ada! kau lebih baik menyelesaikan pekerjaanmu”
Lisa hanya melihat kedua orang tuanya dengan tatapan bingung, seperti kedua orang tuanya sedang bertengkar, rasanya ingin sekali Lisa tertawa melihat pertengkaran mereka yang sangat lucu, mereka seperti lupa usia.
tiba-tiba dari arah pintu terdengar langkah kaki seseorang, saat ketiga orang itu melihat ke arah pintu mereka melihat Han yang sedang melangkah mendekati mereka dengan jas putih seperti biasanya.
“sayang seperti aku lapar, bagaimana jika kita pergi untuk sarapan”
melihat Han yang datang dengan cepat Risa menarik sang suami untuk keluar dari ruangan dengan alasan jika dirinya lapar, Risa ingin mereka berdua menghabiskan waktu banyak untuk berdua, ideal memulangkan kevin, Sona dan Sean juga termasuk inisiatif dari Risa sendiri.
“Han jagalah Lisa selagi kami pergi, berbicaralah lebih lama dengan Lisa”
kini diruangan hanya ada Han dan Lisa, awalnya niat Han datang kesini karena ingin berbicara dengan orang tua Lisa mengenai kondisi Lisa, tapi kenapa mereka malah meninggalkan mereka berdua.
“bagaimana kondisi hari ini? saat mandi usahakan kepalamu tidak terkena air”
“sangat baik, karena pagi-pagi aku sudah melihat orang yang aku cintai, terimakasih sudah mengingatkanku dokter Han”
“Lisa--kenapa kamu begitu yakin jika aku juga mencintaimu”
Han sedikit menundukan badannya pada Lisa, namun tiba-tiba dia menyentuh dada kiri Han yang membuat pria berjas putih itu tekejut.
“sederhana, saat seseorang sedang jatuh cinta, jantung ini akan berdebar kencang saat kamu berdekatan denganku dan saat Kita hanya berduaan, kamu akan lebih gugup dari biasanya”
Han dengan sudah payah menelan air liurnya dan dia melepaskan tangan Lisa yang ada di dada kirinya.
“jantungmu berdebar dan kamu terlihat gugup Han, itu sudah cukup untuk menjelaskan semuanya”
“akan menemuimu nanti saat makan siang”
Lisa yang melihat Han akan pergi dari ruangan segera menarik tangan pria itu yang sangat besar untuk ukuran tangan Lisa, dan berkata.
“mau sampai kapan kamu akan lari dari masalah ini Han? haruskan aku memegang tanganmu agar kamu tidak lari dariku? dan kenapa kamu terus menghindar dari pembicaraan ini Han?”
__ADS_1
“Lisa, aku tidak pantas untukmu, aku juga bukan pria yang baik, kamu sudah tahu bagaimana sifatku terhadap wanita, haruskan aku menjelaskan lagi padamu”
“apa yang tidak pantas? kamu mencintaiku dan aku mencintaimu, apa itu masih kurang? jika kamu pria yang suka memainkan perasaan wanita, kamu pasti sudah mendekati ibuku atau mungkin Sona, aku bukan gadis bodoh dokter Han”
“Lisa, cinta saja tidak cukup untuk menjalani hubungan, perlu kesiapan yang matang dari kedua belah pihak, kamu tahu aku hanya dokter biasa, ayahmu tak akan setuju jika kita bersama”
Tanpa sadar Han mengakui jika dia memang mencintai Lisa dari ucapannya barusan, dan Lisa yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, dalam hatinya dia sangat bahagia mendengar ucapan Han.
“kamu mengakui, jika kamu mencintaiku? Han aku yakin kita bisa melewati ini bersama, kamu hanya perlu yakin dan percaya”
“aku--Ya, mungkin sudah waktunya untukmu tahu jika aku memang mencintaimu Lisa”
“aku juga mencintaimu Dokter Han, aku senang akhirnya kita bisa saling jujur satu sama lain, aku harap kita bisa melangkah ke hubungan yang lebih serius”
“tidak! kamu harus menyelesaikan kuliahmu, kamu harus bisa mengalahkanku”
“Baiklah dokter Han, setelah aku menjadi dokter aku yang akan melamarmu”
“aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena aku yang akan melamarmu”
“tidak! aku yang akan melamarmu”
Lisa dan Han, kemudian balut dalam perdebatan lucu yang mereka buat, tanpa sadar ada kebahagian yang meliputi kedua hati mereka, setelah sekian lama akhirnya keduanya bisa tertawa bahagia setelah rintangan demi rintangan yang mereka lewati tanpa adanya orang ketiga dalam hubungan mereka.
intinya jika memang kau yakin mencintai maka kejarlah walaupun hasilnya nihil, setidaknya kita sudah mencoba yang terbaik, yang terpenting cintailah seseorang orang dengan tulus tanpa memandang siapapun dia.
“aku sudah kenyang, aku ingin kembali” ucap Risa
Risa melangkah meninggalkan meja tempat tadi dia sarapan dengan Lian, jika bukan karena Risa ingin melihat putrinya menyelesaikan masalah dengan Han, Risa tak akan mau untuk berdekatan dengan Lian.
namun tangan Risa ditahan oleh Lian yang tak membiarkannya pergi meninggalkannya sendirian, dengan sekali tarikan tubuh mereka sudah saling berhadapan satu sama lain, dan dengan cepat Lian mencekal pergerakan Risa dengan satu tangan di pinggangnya dan satu tangan lainnya menahan kedua pergelangan tangan Risa.
“mau sampai kamu menghindar dariku? kamu masih marah padaku”
“sifat kekanakanmu juga tak berubah! kau masih suka mendiamiku tanpa alasan”
“lepaskan aku! percuma berdebat denganku tak akan merubah apapun!”
Risa mencoba menggerakan pergelangan tangannya yang digenggam Lian, dia juga tak mau menjadi pusat perhatian orang yang ada di kantin rumah sakit ini, namun cengkraman itu semakin kencang dan membuat Risa semakin sulit memberontak.
“Risa, baiklah aku salah, aku minta maaf, tolong jangan seperti ini padaku, aku merindukanmu setiap malam, selama Lisa dirawat aku tak pernah bisa bersamamu bahkan saat tidur pun kita berpisah, aku cemburu karna kau lebih suka membela dia”
“kamu tak bisa menyalahkannya Lian, kamu tak tahu apa-apa tentang dokter Han”
“lagi-lagi kamu membelanya, Risa dia itu pria ...”
“Lian! Han bukan pria brengsek, bukan aku sudah bilang kau tak tahu apa-apa tentangnya, Putramu yang lebih brengsek daripada Han”
untuk pertama kalinya Lian melihat ketidaksukaan dimata Risa yang begitu kuat, hingga akhirnya dia sedikit melonggarkan cengkramannya dan menatap Risa dengan bingung.
Risa yang tak mau menyia-siakan kesempatan itu segera melepaskan dirinya dari Lian, namun lagi-lagi pria itu lebih cepat dari Risa, dengan cepat Lian memeluk Risa dari belakang untuk mencegah Risa pergi.
“Risa apa yang sedang terjadi pada dirimu, tidak biasanya kamu seperti ini”
“karena Lisa mencintai Han, karena dirimu yang membuat mereka berdua tak bisa bersatu, aku sebagai Ibunya bahkan tak tahu jika Lisa ingin membunuh dirinya karena kesalahanku”
Lian menarik Risa untuk duduk dibangku dan menboca mendengarkan semua yang akan Risa katakan.
“bagaimana itu bisa terjadi?”
“itu terjadi setelah Lisa tahu tentang penyakit hingga dia tak punya pilihan lain dan mencoba mengakhiri hidupnya, Jika bukan karena Han, Lisa tak akan ada disini hingga detik ini”
Lian langsung terdiam, satu fakta yang membuat pria tua itu kembali membuatnya merenungkan semua kesalahan pahaman yang dia tanam dihatinya sejak lama.
“mungkin aku akan berbicara dengannya nanti, maafkan aku sayang, ayo kita kembali”
__ADS_1
*******
Han dan Lisa, keduanya sedang menikmati indah salju bersama dari balik jendela, sekian lama akhirnya Lisa bisa menyadarkan kepalanya di dada Han yang terbalut dalam pelukan hangatnya, ini seperti mimpi yang tak pernah terbayangkan oleh Lisa akan terjadi, dia tersenyum bahagia saat menatap Han dari jarak yang begitu dekat.
“Han, setelah sekian lama akhirnya aku bisa kembali merasakan kehangatan dirimu, rasanya aku ingin terus seperti selamanya”
“maafkan diriku Lisa, aku merasa senang jika akhirnya aku bisa meyakini hatiku, aku beruntung memiliki gadis yang begitu mencintaiku tanpa mengenal lelah”
“berjanji-lah satu hal padaku, jika kamu tak akan lari dari masalah dan harus menghadapi masalah itu denganku”
“kurasa itu bukan satu janji”
“kau tidak mau berjanji? baiklah”
dengan kesal Lisa melepaskan pelukannya dari Han, dia menjauhkan dirinya dari Han, dan menunjukan ekspresi yang menggemaskan saat dirinya sedang marah.
Han menggeser posisi untuk mendekati Lisa, dia mengambil kedua tangan Lisa dan berkata.
“Lisa, jika kamu ingin aku berjanji untuk tidak lari masalah, aku akan berjanji, tapi jika melibatkan dirimu dalam masalahku, aku tak bisa berjanji Lisa, karna sudah cukup air mata yang kamu keluarkan karna kebodohan diriku, mulai hari ini dan seterusnya aku akan selalu berjanji untuk ada disisimu”
Han mencium punggung tangan Lisa dengan lembut, Hans sangat menyayangi Lisa hingga tak tahu nanti jika dia harus berpisah dengannya beberapa bulan, Han mempunyai rencana sendiri untuk membuatnya layak untuk Lisa dan juga di mata keluarganya.
“aku pasti akan sangat merindukanmu Lisa”
“memang kamu ingin kemana?”
“saat kamu akan pulang nanti aku tak bisa ikut denganmu Lisa”
“kenapa? apa kamu tak memiliki keluarga disana, kamu bisa tinggal denganku, ayah tak akan marah”
“aku memiliki Keluarga disana, Lisa, aku seorang pria, untuk bisa menikahimu aku harus mapan”
“tapi aku mencintaimu bukan karna uang Han, karena memang dirimu”
“aku tahu Lisa, hanya beberapa tahun saja, kamu juga harus menyelesaikan kuliahmu dan saat aku kembali kamu harus sudah menjadi dokter yang hebat”
“aku tidak mau! Han jangan pergi, aku takut kamu menyukai gadis lain”
dengan gemas Han menarik Lisa lagi kedalam pelukannya, menyandarkan tubuh mungil itu kedada bidangnya dan sesekali Han menarik hidung Lisa yang mengemaskan.
“bagaimana bisa aku menyukai gadis lain jika hati sudah diperuhi oleh dirimu, seharusnya aku yang merasa takut saast berpisah denganmu nanti, saat kamu menjadi dokter kamu pasti akan sangat cantik, dan banyak pria yang akan mendekatimu”
Lisa tersipu malu mendengarkan ucapan Han yang menghangat hatinya secara perlahan.
“jadi sekarang aku tidak cantik begitu?”
“aku tidak mengatakan jika sekarang kamu tidak cantik, kamu selalu cantik dengan apa adanya dirimu tanpa perlu menjadi orang lain”
“siapa yang mengajari untuk berbicara manis? apa semua gadis yang kau selalu kau rayu dan tiduri dengan ucapan manismu?”
“Lisa aku tak pernah meniduri siapapun, aku sangat menghomati wanita”
“tapi kamu pernah menciumku beberapa kali”
“itu karna kamu terlalu mengemaskan untukku”
Han langsung mengeliti perut Lisa dengan lembut, membuat gadis itu merintih kegelian.
“Han, geli!”
Hingga kedua tidak dasar sudah berbaring di ranjang Lisa, dengan posisi tubuh Han yang berada diatas dan Lisa yang ada dibawahnya, dengan sengaja Han menggoda Lisa yang seakan-akan ingin menciumnya, dan setelah melihat gadis itu mulai ketakutan, Han mengetuk kening Lisa, pria itu langsung turun dari ranjang dan berkata.
“aku akan kembali nanti, istirahatlah dengan baik”
Lisa sangat malu yang mengira jika Han akan menciumnya, dia hanya terdiam melihat punggung Han yang sudah mulai lihatan lagi diruangannya.
__ADS_1