Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 65 - pesta family


__ADS_3

Sesampainya dirumah yang membesarkan kehidupannya Kevin dan Lisa itu tanpanya tidak pernah berubah ataupun sedikit tidak meninggalkan desain dari zamannya.


Mobil yang Han sewa sampai lebih awal daripada mobil Lisa, sesampainya di rumah berlantaikan dua itu Kevin dan Sona langsung membantu Lian dan Risa mengeluarkan koper milik mereka dan beberapa benda yang mereka dibawa sebagai oleh-oleh untuk para tetangga atau teman rekan kerja mereka.


Sona terdiam sejenak di depan rumah Kevin, pikirannya kembali bernostalgia pada kehidupan dimana dirinya kalah itu masih bisa melihat wajah bahagia saat ibu kita Sona setuju untuk menikah demi ibunya, Sona mengingat semua dengan baik hingga rasanya tidak kuat hanya diam saja disana, satu air mata turun setelah Sona kembali dibuat ingat dengan pernikahan yang terjadi pada kedua orang tuanya, untuk pertama kalinya dalam sebuah peristiwa besar dia tidak didampingi oleh sang ibu, bahkan ketika kelulusan Sona hanya Kevinlah sebagai pria yang menyaksikan semua proses kehidupannya tanpa keluarga.


Itulah alasan kenapa Sona begitu bersyukur bisa menikah dengan pria yang bisa dikatakan ada disini di masa sulitnya, dan bisa menyadarkan akan indahnya sebuah cinta yang bahkan Sona pikir sudah tidak dapat merasakannya lagi, Kevin juga begitu sabar ketika Sona memilih untuk menunda kehamilannya yang begitu diharapkan. 


‘Mom, Miss you’ 


Sona kembali menangis, hanya dengan tiga kata itu saja bisa membuat dirinya kembali berbinarkan air mata, sudah enam bulan sejak kematian sang ibu, Sona selalu berharap setiap malam bisa melihat sang ibu bersama ayahnya menyapa dirinya walau hanya dalam mimpi, namun mungkin belum saatnya Sona melihat itu tapi dia tetap akan bersabar menunggu. 


Selama enam bulan Sona juga belajar banyak hal tentang memahami sebuah ikatan pernikahan dari novel yang baru-baru ini dia baca, sebuah novel membantu untuk memulai sebuah hubungan pernikahan yang diawali dengan perjodohan hingga akhirnya bisa mencintai walau hanya rintangan di setiap langkah yang mereka ambil. Dan Sona percaya secara perlahan hatinya dan kehidupan rumah tangganya akan berjalan dengan baik walau saat ini mereka belum menghadapi sebuah masalah yang membuat mereka bertengkar hebat hingga berpisah, seperti yang pernah dilalui oleh Lian dan Risa.


“kenapa kamu masih di luar sayang?” tanya Kevin, pria itu dibuat bingung dengan menghilangnya Sona setelah membantu ayah dan ibunya, dia pikir wanita itu akan pergi ke suatu tempat setelah tidak lama dia ingin sekali kunjungi, namun pria itu malah menemukan Sona berada di depan rumahnya.


Dengan tinggi badannya yang melewati 175 cm, membuat Kevin seperti memeluk anak SMA yang tingginya hanya 150 cm, dia terlalu tinggi untuk Sona namun sangat manis jika dikatakan mereka adalah pasangan muda. Itu satu alasan kenapa Kevin sangat suka memeluk Sona karena dia bisa langsung mencium pangkal kepala sang istri. 


“kamu menangis?” tanya Kevin dengan sangat lembut hingga rasanya hanya Sona saja yang bisa mendengarkan suara lembut itu.


Kevin bisa merasakan jika Sona menggelengkan kepalanya di dada, kaos pria itu dibuat basah dengan air mata Sona yang belum berhenti malah semakin kencang jika Kevin dengarkan dari isakan yang keluar dari mulutnya. 


“jika tidak kenapa pakaianku bisa basah?” 


Sona dengan kesal memukul dada bidang Kevin, dan sedikit menjauhkan tubuhnya untuk menatap Kevin. 


Dia sedikit berjinjit, lalu mengecup bibir Kevin sekilas.


“ini apa?” tanya Kevin dengan bingung, dia sampai menyentuh bibir.


“kenapa sangat dingin? Seperti aku harus masuk” 


Seperti biasa Sona akan pura-pura tidak mendengar apa yang Kevin katakan, sambil mengelus lengannya Sona berjalan meninggalkan Kevin begitu saja.


“Sona!”


Sona yang mendengar nama dipanggil langsung berlari ketika dia melihat kearah belakang Kevin yang akan mengejarnya, satu kesenangan hal yang jarang mereka lakukan namun sangat romantis, mereka berdua berkejaran seperti sebuah film entah itu dalam drama korea atau film india. Namun belum sampai didepan rumah Kevin, Sona sudah berhasil ditangkap oleh Kevin dengan memeluk dari belakang.


“katakan kenapa tadi kamu menciumku?” tanya Kevin, dia membalikkan tubuhnya dan mengurung Sona dalam pelukannya.


“apakah ada larangan mencium suami sendiri?” 


Kevin terdiam sejak, kemudian dia kembali menatap Sona, dan menggelengkan kepalanya.


“lakukanlah setiap hari untukku”


“jika aku tidak mau?”


“aku yang akan memaksa”


Didepan rumah orang tuanya Kevin mencium Sona dengan lembut namun ada sedikit tekanan kala dengan nakal giginya menggigit bibir bawah Sona hingga ciuman itu menjadi lebih dalam, Sona juga tidak menolak dengan sengaja dia melingkarkan tangannya di area leher Kevin membuatnya semakin mempermudah menciumnya.


Risa dan Lian yang baru saja ingin keluar untuk membeli beberapa makanan untuk festa yang akan mereka buat, harus memundurkan langkahnya ketika melihat anaknya berciuman di depan pasangan tua itu, tentu saja Risa begitu malu untuk melihatnya hingga dia memutuskan untuk menarik Lian yang seperti ingin mengganggu mereka. 


“Lian! Jangan mengganggu mereka!” ucap Risa, dia menarik Lian untuk masuk kedalam lagi dan membiarkan Kevin melakukan hal itu bersama Sona tanpa mengetahui jika orangtua Kevin melihatnya.


“aku juga ingin melakukannya” ucap Lian, dia langsung melingkarkan tangannya dipinggang Risa, membuat wanita itu tidak bisa bergerak.


“jangan bertingkah seperti anak muda! Kau sudah tua!”


Risa meninggalkan Lian begitu saja setelah mematahkan hatinya.


Setelah ciuman yang berlangsung lama, akhirnya tautan bibir mereka harus terlepas jika melihat mobil Lisa sudah memasuki halaman rumah orangtua mereka, hanya melepaskan ciuman mereka namun tidak melepaskan pelukan. 


Kevin seperti masih enggan untuk melepaskan Sona hingga wanita itu terpaksa menyembunyikan wajahnya di dadanya kala pasangan Han dan Lisa melewati mereka dengan barang-barang yang mereka bawa.


“Son--” 


Baru saja Lisa ingin bertanya apa yang terjadi pada sahabatnya, namun tubuhnya langsung ditarik oleh Han untuk segera meninggalkan mereka. 


“mau sampai kapan kita akan seperti ini?” tanya Sona, dia menyentuh dada Kevin yang sedikit menggodanya.


“tidak tahu” 


“tapi aku kedinginan!”

__ADS_1


“apa pelukan ini masih kurang? Atau ingin ku-hangatkan di kamarku?”


“aku rasa tidak butuh!”


Sona mendorong sedikit Kevin, dan dengan wajah kesalnya dia kembali melangkah masuk kedalam ruang tamu untuk berkumpul dengan lainnya.


“Sona! Tunggu aku!”


******


Malam harinya ….


Setelah disibukan dengan menyiapkan segala kebutuhan pesta dadakan itu akhirnya tibalah waktu dimana mereka bisa menikmati soju dan juga daging yang sudah dipanggang oleh para pria tampan itu.


Sona dan Lisa begitu menikmati saat dimana mereka bisa bersulang untuk menikmati kesuksesan yang sudah mereka capai dengan saling menuangkan Soju kedalam gelas mereka masih masing-masing hingga beberapa botol-pun habis karena ulah mereka, padahal keduanya bukanlah orang yang mampu minum banyak alkohol alasan yang mudah karena mereka mudah mabuk.


Dan para suami hanya bisa memisahkan mereka ketika akan mengambil minum lain seperti Vodka yang kadar alkoholnya begitu tinggi.


“sayang, berikan padaku!” ucap Sona sambil merengek seperti anak kecil, dia menarik-narik tubuh Kevin yang berusaha menjauhkan dirinya dengan minum dan juga Lisa.


“kau ini kenapa? Lihatlah ibu mertua bahkan tidak mempermasalahkan diriku! Bukan begitu ibu Kevin?” ucap Sona, dia melihat kearah Risa yang hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Dengan kesal Kevin mengangkat tubuh Sona dan berkata pada kedua orang tuanya “seperti Sona harus segera beristirahat, aku akan membawanya ke kamarku”


“turunkan aku! Aku masih ingin menikmati pesta itu Kevin” ucap Sona dia memukul-mukul punggung Kevin, walau tidak akan mempengaruhi apapun pada pria itu.


“Kevin! Kau jahat!”


Sepanjang perjalanan membawanya ke kamarnya, Sona tidak berhenti untuk mengoceh atau memarahi Kevin, hingga saat dikamar wanita itu malah semakin berisik.


“kamu jahat!” ucap Sona lagi, kini dia sedang duduk di ranjang sang suami dengan Kevin yang ada di hadapannya.


“sudah cukup untuk hari ini Sona”


kevin mendorong Sona untuk berbaring di ranjangnya, ini pertama kalinya Kevin melihat Sona yang begitu mabuk hingga tidak bisa dikendalikan.


“Kevin, suamiku .. Kamu tahu? Aku sangat mencintainya hingga tidak akan membiarkan wanita lain mendekatinya!”


“dia satu-satu yang miliki sekarang ...”


Orang lain benar jika seseorang akan lebih jujur jika sedang mabuk. 


“good night honey” ucap Kevin, dia mencium kening Sona sebelum memberikan selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan membiarkan sang istri istirahat lebih dahulu.


Keesokan paginya ….


Sepasang suara burung berkicau di halaman belakang yang langsung terhubung dengan kamar Kevin yang berada dilantai dua beriringan dengan cahaya matahari yang mulai mengintip melalui cela-cela gorden kamar.


Didalam satu ranjang yang tidak terlalu besar terdapat dua manusia yang masih tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain untuk mengurangi agar keduanya tidak jatuh ke lantai.


Kemarin malam adalah malam yang indah untuk Kevin, membuat pria itu tidak bisa berhenti untuk terus memutar ucapan yang keluar dari mulut Sona dikala wanita itu masih dalam pengaruh alkohol.


Ssperti biasa Kevin sangat terganggu jika tidurnya harus langsung menghadap dengan cahaya matahari, pria itu akan segera membuka kedua matanya jika cahaya matahari mulai membuat wajahnya panas, dengan kesadaran yang masih belum berkumpul. 


Kevin memutuskan untuk tidak langsung menggerakkan tubuhnya karena mungkin bisa mengganggu tidur Sona, sekali lagi pria itu kembali tersenyum saat melihat wajah sang istri yang tertidur dengan tangan yang terus berada pada pinggang Kevin, sangat manja namun bisa berubah menjadi wanita dewasa.


Kevin menyingkirkan rambut Sona yang sebagian menutupi wajahnya, jika dipikir-pikir usia Sona masih sangat muda baginya untuk menikahi, Kevin jadi berpikir jika dia pria yang begitu predofil menyukai wanita itu, pertemuan dan perkenalan terjadi secara singkat yang bahkan hanya butuh 2 bulan dan mereka langsung dipertemukan pada ikatan pernikahan.


Seharusnya wanita itu masih bisa mengagumi Oppa Kpop yang selalu dibicarakan dengan Lisa, semenjak menikah Sona tidak lagi memikirkan semua itu dan sepenuhnya mengubah hidupnya untuk mengabdi pada Kevin sebagai istri yang baik walau kadang hatinya akan sedih jika di kucilkan oleh orang lain karena hingga saat ini Sona belum mampu membuat masakan dengan baik.


Bagi Kevin, Sona adalah istri kesayangannya, dia memiliki hati yang murni dan mudah untuk terluka, itu juga menjadi alasan kenapa Kevin sangat berhati-hati dalam memahami pikiran Sona, walau pada dasarnya pikiran wanita memang begitu rumit untuk dicerna namun sebenarnya begitu sederhana.


Walau usia pernikahan yang masih berjalan enam bulan dan masih dikatakan sebuah awalan yang belum merasakan apapun tentang sebuah rintangan dalam rumah tangga. Tapi bagi Kevin kehidupan pernikahan tidak penting jika diukur dari usia berapa lama menikah.


Pernikahan adalah tentang satu kehidupan untuk satu cinta, memang Kevin dan Sona menikah karena perjodohan. Namun sebelum perjodohan itu terjadi benih-benih cinta sudah hadir walau keduanya tidak menyadari, intinya kita tidak tahu seperti apa takdir akan menentukan masa depan sebuah pernikahan tapi jika melangkah bersama untuk satu tujuan dan cinta yang sama, yaitu merupakan suatu awalan yang baik untuk menghadapi kehidupan rumah tangga yang tidak selamanya merasakan indahnya sebuah hubungan, akan ada banyak rintangan dan juga cobaan di setiap jalan yang mereka pilih.


Kevin menghentikan kegiatannya ketika Sona membuka kedua matanya, lalu Kevin segera mengecup kening sang istri dan berkata “Good Morning”


“Akh! Kepalaku sangat sakit”


Hal yang pertama Sona memang melihat wajah Kevin, namun semua itu segera menghilang ketika rasa pusing mendatanginya hingga mengubah penglihatannya menjadi sedikit buram, mungkin ini pengaruh dari alkohol dan tak lama kemudian Sona mulai merasa muak, hingga dengan terpaksa turun dari ranjang dan berlari bathroom. 


Kevin tahu ini akan terjadi karena pengaruh dari minum beralkohol saat tidak cocok untuk tubuhnya namun wanita itu tetap saja ingin meminumnya walau Kevin sering mengancamnya, pria itu hanya khawatir jika kondisi Sona akan buruk dan mungkin bisa mengganggu masa suburnya nanti.


Dengan tenang Kevin berjalan mendekati Sona yang terus mengeluarkan isi perutnya di depan wastafel, sesampainya disana Kevin langsung membantu Sona dengan mengelus punggungnya dan membantunya mengikat rambutnya dengan tangannya. “keluarkan saja semua, itu akan membuat perutmu merasa baikkan”

__ADS_1


Acara muntah itu berlangsung hingga 20 menit, Sona tanpa begitu tersiksa dengan perutnya dan juga kepalanya yang terasa semakin pusing, rasanya begitu sulit untuk melangkah kembali keranjang hingga dia hanya bisa bergantung pada Kevin. 


Tak menunggu lama, pria itu segera mengangkat tubuh sang istri yang benar-benar sudah sangat lemas, dengan hati-hati Kevin kembali meletakkan tubuh Sona diranjang miliknya, “masih ingin minum lagi?” tanya Kevin, dia mendudukan dirinya di tepi ranjang.


Sona sedikit merasa bersalah dengan pertanyaan Kevin, jadi dia memutuskan untuk berbalik bertanya “kamu marah padaku?” 


“Sona, aku mencemaskan kondisimu ketimbang harus memarahimu, kamu ini bukan peminum yang baik, tubuhmu sangat menolak alkohol, ini tidak baik untuk kesehatanmu juga Sona” ucapnya, Kevin memastikan untuk tidak mengatakan kata yang bisa melukai hati Sona dan sebisa mungkin melembutkan suaranya. “tunggulah disini, aku akan membuatmu sup”


Kevin pergi begitu saja setelah memberikan selimut pada Sona membiarkan wanita itu beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa sakit di bagian lambungnya, setelah 15 menit memejamkan mata, akhirnya Kevin kembali dengan sebuah nampan di tangannya.


Pria itu berjalan dan mendekati Sona, dia meletakkan nampan di laci samping ranjang. Membantu Sona untuk bersandar pada sandaran ranjang, hal pertama yang Kevin berikan pada Sona adalah segelas air hangat untuk meredakan rasa sakitnya, “biarkan aku menyuapimu”


“apa tadi malam … aku melakukan kesalahan?”


“kesalahan? Sikap seseorang ketika sedang mabuk akan cenderung lebih jujur dan bersikap sesuka dirinya, jadi melakukan kesalahan sudah pasti akan terjadi” ucap Kevin, dia memulai menyuapi Sona setelah memastikan jika sup itu tidak panas.


“apa sangat memalukan? Apa aku mengatakan hal yang salah?” tanyanya, Sona sedikit ragu ketika Kevin kembali memberikan tatapan tajamnya yang membuat Sona tidak punya pilihan untuk tidak menghindarinya.


“tidak, aku senang bisa mengetahui yang selama ini menjadi beban pikiranmu, sudah merasa baikkan?”


“sangat baik, terima kasih untuk supnya” 


“beristirahatlah, saat pusing dan mual hilang, kamu baru boleh keluar, mengerti?” tanya Kevin, dia meletakkan mangkuk sup yang sudah habis. 


“bagaimana dengan keluargamu?” 


“tenang saja, ibu dan ayahku pasti mereka mengerti” 


Kevin kembali membantu Sona untuk berbaring diranjang miliknya, hari masih pagi dan juga hari ini hari libur jadi Kevin membiarkan Sona kembali beristirahat walau sebenarnya dia ingin sekali membawa wanita itu ke satu tempat, tapi kesehatannya lebih penting dari rencananya bukan? 


Kevin keluar setelah mematikan lampu dan menutup jendela.


“bagaimana? Apa Sona baik-baik saja?” tanya sang ibu yang langsung mendekati Kevin ketika pria itu baru saja meletakkan mangkuk, sup itu adalah buatan Risa yang memang sengaja dibuat untuk Sona dan Lisa. Sup itu bisa membantu mengurangi rasa sakit di perut akibat terlalu banyak meminum alkohol.


“Sona sekarang sedang beristirahat” 


“kamu ingin sarapan dengan apa?”


******


Sore harinya ….


“kemana kita akan pergi?”


Sona dan Kevin memutuskan untuk keluar, kini keduanya sedang dalam perjalanan menuju tempat yang tidak jauh dari rumah orang tua Kevin.


“rahasia”


Sona terdiam, dari jalan yang dia perhatikan mobil ini masuk ke sebuah tempat, Sona mencoba mengingat-ingat jika dirinya pernah melewati jalan ini sebelumnya, beberapa menit berpikir akhirnya Sona tahu jika ini jalan menuju makam sang ibu, setelah tahu Sona langsung tersenyum pada Kevin, dia tidak berpikir Kevin yang akan mengambil keputusan ini setelah enam bulan tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya.


“apakah tadi malam aku mengatakan jika aku ingin berkunjung kesini”


“tidak, aku hanya tahu sangat melihat dirimu bersedih ketika sampai ke rumahku, jadi aku pikir lebih baik mengajakmu kesini” ucap Kevin, dia memberhentikan mobilnya untuk membeli dua buket bunga untuk kedua orang tua Sona.


“terimakasih, aku memang langsung teringat pada kenangan bersama ibuku, rasanya baru kemarin aku membelikan dirinya sebuah syal buatanku”


Sona menahan untuk tidak menangis, banyak sekali waktu yang Sona lewatkan tanpa disisi sang ibu karena dirinya terlalu sibuk mengurus pendidikannya, hingga akhirnya ketika Sona akan menjalani hidupnya bersama sang ibu dirinya malah harus kehilangan sosok ibu sekaligus sosok ayah bagi Sona.


“aku yakin sekarang dia sudah bahagia bersama ayahmu”


Tak lama keduanya sudah berdiri di makam ibu dan ayah Sona yang memang di kebumikan berdekatan, Sona meletakkan buket bunga untuk kedua orang tua. 


Bukan perasaan bersalah yang terus membuat Sona takut untuk kesini, tapi dirinya benar-benar belum mampu untuk mengatakan jika dirinya masih membutuhkan sosok Ibu yang menjadi satu tujuan hidupnya, mungkin diluaran sana banyak seorang putri yang akan lebih banyak bertanya tentang kehidupan rumah tangga sang ibu sebelum dirinya melangkah ke jenjang pernikahan, atau mungkin setelah menikah.


Tapi semua itu tidak bisa dia lakukan, bahkan sang ibu tidak bisa melihat hari bahagianya bersama Kevin.


Sona mencoba untuk tidak terlihat jika dia sedih, dia mengusap foto sang ibu lalu tak lama kemudian air matanya jatuh begitu saja, Sona menangis tersedu-sedu hingga tidak mampu untuk menahan dirinya lagi, “Mom, aku benar-benar merindukan sosokmu yang selalu menjadi penyemangat hidupku, sudah enam bulan berlalu tapi rasanya sudah sangat lama aku tidak bertemu denganmu, kini Sona bahagia bersama Kevin. Jadi Sona harap Mom bisa bahagia disana bersama ayah”


Kevin hanya diam di sisi Sona, dia hanya membantu dengan cara memberikan pelukan hangat untuk sang istri dan sesekali membantunya menghapus air matanya, Kevin tak tahu bagaimana rasanya ditinggalkan kedua orang tuanya, jadi dia tidak bisa berkata apapun untuk Sona.


“Kevin, aku mencintaimu”


“Ya, aku juga mencintaimu”


Sona menyandarkan kepalanya pada bahu Kevin untuk sesaat, membiarkan semua waktu yang terlewatkan begitu saja. Sona berjanji sejauh apapun dirinya berpisah dengan sang ibu hatinya akan selalu mengingat dirinya, dia juga berjanji akan menjaga Kevin sebagai tujuan hidup terakhirnya, dan mencoba untuk menjadi istri yang lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


“ayo, kita kembali”


__ADS_2