![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Ruangan Lisa.
Dokter Han sudah ada disana dengan jas berwarna putih yang bisa dipakai jika sedang bekerja, dengan wajah yang serius, Dokter Han sedang memeriksa tubuh Lisa, setelah beberapa hari dia tidak memeriksa kondisinya Lisa karna masalah hatinya yang membuatnya lalai dalam hal menjalankan tugasnya yang seharusnya dilakukan tanpa melibatkan perasaan apapun atau masalah pribadinya.
Lian, Risa, Kevin dan Sona yang hendak ingin masuk ke dalam ruangan Lisa, langsung dihadap oleh suster yang menjaga di depan pintu.
“maaf Tuan dan Nyonya, Dokter Han berpesan untuk melarang siapapun untuk masuk karena pemeriksaan ini butuh konsentrasi dan ketenangan, jadi mohon untuk menunggu diluar”
“Lian, kita harus percaya pada Han, kamu tak ingin yang dikatakan Dokter Park? jika Dokter Han yang sepenuhnya akan menangani Lisa nanti saat operasi” ucap Risa, dia dengan sigap menahan sang suami, dia tak mau membiarkan suaminya mengganggu Lisa.
“Kevin dan Sona seperti jika harus berbicara sekarang, kalian belum sarapankan? kita mengobrol sambil berbicara masalah tadi”
kembali lagi keruangan Lisa ....
Han dengan tenang mengajukan beberapa pertanyaan sederhana setiap dia memeriksa kondisi Lisa, baru kali ini Lisa melihat Han yang benar-benar bersikap seperti seorang dokter pada umumnya, biasa di saat Han sedang memeriksa Lisa kadang dia akan membicarakan hal lucu atau hanya menunjukan senyum manisnya.
“Lisa saat kamu operasi, kamu akan kehilangan beberapa helai rambutmu” ucap Han. Dia menaruh barang-barang yang tadi dia pakai untuk memeriksa Lisa.
“aku tak takut hanya karena kehilangan beberapa helai rambut”
“bagus, kupikir kamu tak akan suka”
“aku selalu menyukai apa yang ada dalam dirimu”
Han hanya tersenyum mendengarkan jawaban yang keluar dari mulut Lisa.
“ku rasa pemeriksa ini sudah selesai, kita akan bertemu lagi besok sangat siang hari”
“Han!”
Han menghentikan langkahnya saat. hendak keluar dari ruangan Lisa, dia tak bisa melanjutkan langkahnya jika Lisa sudah memanggilnya 'Han' tanpa ada kata 'Dokter' disaat dia memanggilnya.
“aku akan segera meninggalkan rumah sakit ini, apakah kamu akan terus seperti ini?”
Han kembali mendekati Lisa dan berdiri di hadapannya.
“aku hanya seorang dokter Lisa, aku tak akan berubah dan kamu tahu itu”
“Aku? aku tak tahu dirimu Han, kamu begitu misterius untukku”
“Hal apa yang kamu ingin bicara Lisa?”
“Tentang dirimu”
“tak ada hal yang penting dari diriku untuk dibicarakan”
“Han! berhentilah menutupi semua, aku tahu sedang kau berbohong”
“hal apa yang sedang aku tutupi Lisa? aku tak mengerti”
"tak perlu berpura-pura jika kamu tak tahu bahkan aku mencintaimu Han! haruskan aku menangis dan memohon padamu agar kamu percaya, aku mencintaimu”
“........”
“aku... aku tak pernah menyangka kamu bisa sedingin itu dan sok tak peduli! dimana Han yang selama ini aku kenal”
__ADS_1
“Lisa, kamu masih muda kamu bisa mencari cinta yang lain, aku tak pantas untukmu aku sudah tiga puluh tahun, aku seharusnya menjadi kakakmu bukan kekasihmu”
“tapi aku mencintaimu Han, aku tak bisa melupakanmu”
“aku tidak mencintaimu Lisa, aku sudah memiliki tunangan dan berhentilah berimajinasi jika aku juga mencintaimu”
Lisa terdiam, bagaimana Lisa bisa tidak tahu jika Han sudah memiliki tunangan dan itu berarti mereka sebentar lagi akan segera menikah.
“jagalah kesehatanmu dan beristirahat yang cukup”
Han pergi begitu saja meninggalkan Lisa yang hanya terdiam melihat kepergiannya.
'kenapa? kenapa aku harus menjatuhkan hatiku pada seseorang yang bahkan sudah mau menikah? kenapa dia tidak pernah memberitahuku sebelum? lalu apa yang selama ini dia lakukan padaku itu maksudnya apa?'
********
di kantin rumah sakit ini seperti ruangan persidangan untuk Kevin dan Sona, orang yang di hadapan mereka menatap Kevin dan Sona seperti mereka seorang penjahat yang telah mencuri harta mereka.
“kenapa kalian bisa di satu kamar?”
“Ibu Lisa, aku tak tahu apa-apa, saat itu Ibu Lisa sudah mengatakan padaku jika aku malam kemarin harus menjaga Lisa, dan aku menjaga Lisa, aku tidur di sofa dikamar Lisa namun sangat membuka kedua mataku, aku sudah berada di kamar yang bahkan aku sendiri tidak tahu itu kamar siapa?”
“aku akan menjelaskan semua dari awal agar semua tidak menjadi salah paham”
detik itu juga Kevin menjelaskan semua yang terjadi tadi malam dari mengapa dia bisa sampai satu kamar dengan Sona dan sampai Kevin melakukan hal yang kurang ajar seperti itu saat pagi harinya.
hingga lebih dari lima belas menit Kevin menjelaskan kronologi yang terjadi padanya dan Sona.
“Itu tetap saja, seperinci apapun penjelasanmu itu tetap saja jika dirimu salah Kevin"
"kenapa kalian terus menyalahkanku? ini sudah terjadi, dan aku mengakui jika ini memang salahku Ibu dan Ayah”
“kamu harus menikahi Sona”
Kevin & Sona berteriak bersama “Apa?”
"ayah kamu tak bisa mengambil keputusan ini secara sepihak”
“Ayah Lisa, anda terlalu berlebihan, aku baik-baik saja, Kalian tak perlu melakukan itu untukku”
“Sona, keluarga kami jika seorang berbuat salah harus menerima hukumannya”
“kapan Ibu membuat peraturan seperti itu?”
“Hari ini! dan detik ini juga!”
“diskusi hari ini sudah diputuskan jika kalian harus segera menikah”
“Ayah, ini sudah zaman modern dan kamu menjodohkanku? aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai”
“Om dan Tante, aku masih muda, aku tak mau menikah”
“semakin kalian menolak itu akan semakin membuat aku dan Lian akan segera melangsung pernikahan kalian”
Risa dan Lian pergi meninggalkan kantin rumah sakit itu, sepertinya tak ada cara lain untuk membuat mereka tak menyetujui pernikahan Kevin dan Sona.
__ADS_1
Kevin hanya bisa mengacak rambutnya dengan frustasi dan Sona terus menghela nafas panjang, Sona sudah bisa menduganya jika ini pasti akan terjadi, karena bagaimanapun kehormatan Sona yang dipertaruhkan, tapi bukan berarti menikahi mereka dua bisa menyelesaikan masalah ini.
“apa yang sekarang harus aku lakukan? aku harus berkata apa pada Lisa jika dia menanyakan semua ini” ucap Sona, dia tak tahu berbicara pada siapa.
“aku masih tak mengerti? kenapa kakak Kevin melakukan itu, merencanakan memindahkan tanpa seizinku” Sona bertanya.
“aku juga tak tahu, aku hanya mengikuti hatiku saja” ucap Kevin.
“dan kenapa kau minum di saat kau sedang sekamar dengan seorang wanita!”
“bukankah kamu sudah tahu alasannya, itu hanya sebuah permainan yang aku lakukan dengan Sean, dan kebetulan aku yang kalah”
“bagaimana jika Sean yang kalah? apa kamu akan membiarkan Sean melakukan itu pada adikmu?”
“aku tak akan tinggal diam!”
“seharusnya kau berpikir seperti itu, walaupun kamu yang kalah bukan berarti kamu bisa membiarkan orang lain terlibat dalam masalahmu”
Sona sudah terlalu lelah berdebat dengan Kevin, dia segera bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Kevin sendirian di kantin rumah sakit itu.
Hari sudah menjelang malam, panasnya siang hari telah berganti dengan dinginnya angin malam, begitu pun dengan matahari yang bertukar dengan bulan dan bintang.
Kim Han Hyung.
seorang pria yang sudah berusia tiga puluh tahun, seharusnya tiga tahun yang lalu pria itu sudah menikah namun harapan itu hanya menjadi khayalan yang tak pernah terjadi. Han, cita-citanya bukankah menjadi seorang dokter yang saat ini menjadi pekerjaan, dia dulu mempunyai harapan suatu hari nanti dia ingin menjadi seorang CEO muda untuk menggantikan sang Ayah, saat kuliah S1 dia mengambil jurusan management, namun saat sang ayah berkata ingin Sean yang mengambil ahli perusahaan sang ayah membuat hati Han hancur, dia pergi ke jepang untuk menghilangkan kekecewaannya.
Hingga suatu hari saat Han sedang berjalan di sebuah taman rumah sakit dia melihat gadis cantik yang duduk dibangku taman sambil melukis sesuatu, awalnya Han hanya memperhatikan gadis itu dari kejauhan tapi rasa penasarannya membuat Han melangkah mendekati gadis dengan wajah yang sedikit pucat.
Itu adalah pertemuan pertama kali Han dan Keira, hingga beberapa bulan Han mulai menyukainya dan saat tahu jika wanita yang disukai ternyata mengidap penyakit kanker yang membuatnya harus ditahan di rumah sakit hingga berbulan-bulan, saat itu Han memutuskan untuk mengambil kuliah lagi dengan jurusan yang berbeda satu dokter, tujuan dia ingin menyembuhkan Keira namun sepertinya tuhan sangat sayang padanya hingga saat Han sudah melamar Keira, Tuhan mengambilnya lebih dahulu.
Han sempat putus asa untuk melanjutkan kuliahnya namun Tuan Park terus memaksa Han agar melanjutkan kuliahnya dan itu juga permintaan terakhir keira pada Han, hingga Han menyelesaikan kuliahnya sampai S3 dengan gelar master.
Setelah kelulusannya Han memutuskan untuk mengabdikan dirinya di rumah sakit ini hingga detik ini, dia adalah dokter yang hanya disukai oleh pasiennya, terutama pada penyakit kanker dan saraf otak, sudah banyak juga pasiennya yang berhasil karena bantuan Han dan semangatnya, dirumah sakit ini semua orang sangat tahu sosok hangat dari Han.
Di dalam kamar Han hanya menatap kosong pada cincin pertuangan yang masih melingkar di jari manis, dia tak pernah melepaskan cincin itu setelah kepergian kaira, kenangan bersama keira juga tidak terlalu banyak dan cukup singkat.
Saat ini Han hanya bisa menyesali hidupnya yang lagi-lagi harus melepaskan cintanya, Ya setelah beberapa hari berfikir, Han sadar jika dia mencintai Lisa dan Han sekarang mengakui itu, sekarang yang menjadi penghalang untuk memperjuang cintanya bukanlah penyakit tapi keluarga.
Han sadar jika dia tak pantas untuk Lisa, dia juga tak berani melawan jika Ayahnya sudah memutuskan untuk menikahi Sean dengan Lisa, Han sadar jika selama hidupnya dia belum pernah memberikan sesuatu untuk dibanggakan kepada sang Ayah, mungkin dengan merelakan cintanya setidaknya Han bisa memberi sedikit kebaktiannya terhadap Ayahnya.
Beberapa hari lagi gadis yang dia cintai akan pergi meninggalkannya, dan tak mungkin akan kembali, di sisa waktu yang ada Han hanya bisa berharap Lisa berhenti untuk mengatakan jika dia mencintai Han, karena setiap kali dia mengatakan itu rasanya Han juga ingin membalasnya.
'Ya, Lisa aku juga mencintaimu, aku juga ingin menikahi dan hidup bersamamu selamanya'
Namun kata-kata itu hanya sampai pada tenggorokannya tanpa sampai dikeluarkan, Han juga sangat takut melihat Lisa yang terus menderita seperti itu, setiap air mata yang keluar dari mata Lisa sangat berharga untuk Han, dia juga ingin seperti pria lain yang menghapus air mata sang kekasih jika bersedih dan memberikan pelukan untuk menenangkan kesedihan, tapi lagi-lagi kenyataan yang membuatnya Han harus menahan semua itu.
Kenangan saat mereka pergi ke museum, adalah kenangan yang sangat berharga untuk Han, kenangan dimana dia bisa merasakan indahnya menghabiskan waktu bersama orang yang dia cintai, menggenggam tangan Lisa, melihatnya tertawa, membersihkan sisa kotoran di mulut, membeli gelang yang sama dan sampai saat ini Han masih menyimpan gelang mereka, dan menciuman yang belum pernah dia lakukan dengan gadis lain.
Seandainya Han bisa memutar waktu ingin rasanya dia, kembali kenangan itu, setidaknya Han memiliki kenangan yang indah bersama Lisa walaupun tak bisa dikenang bersama oleh Lisa selama.
Satu air mata mengalir dari mata Han, pria itu menangis untuk yang kedua kalinya setelah kematian Keira, betapa bodohnya dia berpikir jika ini akan berjalan dengan baik, Han tak tahu bagaimana menjalani hidupnya sangat menerima surat pernikahan yang di sana tertuliskan Jung Lisa dan Kim Sean, bagaimana dia bisa melihat gadis yang dia cinta berdiri di altar bersama pria lain? Mengikrarkan janji suci di hadapan Tuhan dengan pria lain dan bukan dirinya.
Han lebih takut untuk melihat itu dari pada kematian, apalagi harus memberikan selamat pada gadis yang dicintai. Dengan frustasi Km Han Hyung menjambak rambutnya yang berwarna hitam, ingin rasanya dia berteriak dan melampiaskan kesedihannya.
Besok adalah hari terakhir pertemuannya dengan Lisa di ruang operasi, untuk hari ini biarkan Han menyesali semua dan ketika keesokan harinya dia bisa berpura-pura jika dia baik-baik saja untuk melepas Lisa, biarkan hari ini Han menghancurkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Didalam yang sunyi ini hanya rembulan yang menjadi saksi, dimana Han menangis untuk seorang yang dia cintai namun tak pernah tahu jika dia mencintainya.