Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
- IMPL S2 - [ Bab 01 : To Life ]


__ADS_3

Dengan tas bergambarkan sebuah kartun berbie, lalu rambut yang di tata rapi dan diberi jepitan bunga matahari, gadis kecil itu berjalan ke arah kembali pulang dengan melewati sebuah taman.


Dia berjalan sambil bersenandung senang, berpikir akan menghabiskan harinya bersama Eomma dan Appa, atau mungkin nenek yang selalu ingin diajak bicara setelah sepulang sekolah. 


Katalah seperti itu.


“kenapa kamu menangis?” tanyanya, dia mendekati seorang anak lelaki menangis sambil menatap kearah mainnya yang tampak rusak. 


“teman-temanku merusaknya” anak lelaki itu terus menundukkan pandangannya, dia tidak menghiraukan seseorang yang mengajaknya berbicaranya.


Gadis kecil ber jepitkan bunga matahari itu berjongkok, dia tersenyum dan menarik kedua tangan anak lelaki yang jika dilihat usianya tidak jauh darinya, atau mungkin usianya lebih tua dari gadis kecil cantik.


“jangan menangis, kata Appa seorang pria tidak boleh menangis” ucapannya, dia menghapus air mata anak lelaki itu dengan tangan mungilnya dan tak lupa menunjukan senyuman manisnya. 


“benarkah?” tanyanya, tak sengaja anak lelaki itu menatap gadis kecil dihadapannya, walau keduanya baru bertemu, tak ada rasa canggung untuk saling terbuka.


“Ya, jadi bisakah kamu berhenti menangis, jika mainanmu dirusak oleh temanmu, Eomma bilang padaku untuk memaafkannya, kita harus menjadi anak yang baik dan tak boleh bersedih, Eomma juga bilang aku juga harus menjadi wanita yang kuat”


“ta--tapi mereka merusaknya!”


“kalau begitu kamu harus menjadi seorang pria yang kuat, jangan sampai mereka merusak mainanmu lagi” ucap gadis kecil, dia tidak terlalu mengerti makna kata yang selalu Eomma dan Appa-nya ajarkan setiap kali dirinya melakukan kesalahan, tapi tidak ada salahnya jika dirinya mengatakan hal itu pada anak lelaki dihadapannya.


“baiklah” anak lelaki itu mengambil mainnya yang tergeletak di pasir, dia meninggalkan gadis berjepit bunga matahari itu tanpa mengatakan apapun, dia seakan langsung melupakan masalah yang terjadi.


“sampai jumpa” 


Gadis kecil kembali melangkah, rumahnya memang tidak jauh dari taman bermain itu dan tidak pula dekat dengan sekolahnya, tapi siapa sangka di usianya yang begitu kecil dirinya lebih terbiasa bepergian sendiri.


Melewati persimpangan jalan hingga beberapa blok rumah dia lewati, barulah dia sampai pada rumah sederhana milik Eomma dan Appa-nya, mereka hanya tinggal bertiga disana sedangkan neneknya tinggal di blok yang tidak jauh dari rumah mereka, terkadang jika gadis kecil itu takut sendiri, dia akan mengunjungi rumah neneknya.


“Eomma?”

__ADS_1


“Appa?”


Setelah membuka pintu dan meletakkan sepatu sekolahnya, gadis kecil itu melangkah masuk dengan kegelapan yang sulit untuknya melihat, tidak biasanya rumah itu gelap walau terkadang orang tuanya belum kembali pulang. 


“Eomma? Appa?”


“kalian dimana?”


Gadis kecil mulai ketakutan, di lantai atas terdengar suara pecahan kaca dan beberapa barang yang jatuh sampai sebuah teriakan kencang yang begitu menyakitkan--


“Lisa!!”


“Lisa!!”


“bangunlah Lisa”


Gadis bernama Lisa itu membuka kedua matanya, nafas tidak beraturan dan keringat dingin memenuhi keningnya, mimpi itu? Lagi-lagi potongan memori yang hilang kembali menyatu namun membuat Lisa takut untuk mengingatnya. 


Apa yang terjadi dimasa lalu?


Atau sebuah memori kecil dimasa lalu yang sempat hilang?


“kamu baik-baik saja?” tanyanya, dia adalah Cho Sona Ji, sahabat Lisa sejak mereka bertemu di bangku SMA dan berakhir dengan mereka tinggal di apartemen bersama.


Lisa bersandar pada dinding kamar, dia masih mengatur nafas dan perasaannya, mimpi itu sangat menakutkan dan menguras pikirannya.


“Mimpi buruk lagi?”


Lisa mengangguk, “aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu? Kenapa di setiap mimpi itu aku selalu memanggil nama Eomma dan Appa, apakah benar dulu aku punya orangtua dan tinggal bersama?”


“Lisa, jangan terlalu dipikirkan, bukankah kamu sudah tahu? Jika kamu dibesarkan di panti asuhan sejak kecil?” ucap Sona, sebenarnya bukan masalah siapa yang saat ini masih bertanya-tanya apa yang terjadi di masa lalu tapi Sona lebih khawatir pada kesehatan Lisa.

__ADS_1


Lisa membuang nafas, matanya terpejam untuk sesaat, Lisa yakin jika telah terjadi sesuatu di masa lalu, tapi kenapa dia tidak mengingat apapun.


“Lisa, ayolah semangat. Hari ini kita memiliki jadwal wawancara bukan? Setidaknya kamu harus sedikit melupakan masa lalumu, okey?” 


“tapi kenapa kita berbeda tempat? Padahal kita mengajukan lamaran bersama?”


“kita hanya berbeda gedung, kau di Grup Nam dan aku di Grup Joon lagipula kita masih bisa bertemu disana buka? Ayolah Lisa, jadilah gadis yang berani” ucap Sona, dia tersenyum pada Lisa dan menggenggam tangannya.


“apakah aku akan berhasil? Aku takut Sona”


“Lisa, tidak ada salahnya mencoba bukan? Jika memang tidak berhasil setidak kamu sudah berjuang bukan?”


“baiklah” dia mengibaskan selimut di tubuhnya, dia mengenakan sandal rumah dan mulai merapikan ranjangnya. “dimana Eonnie Risa?”


Sona yang baru saja akan membuka gagang pintu kembali menatap Lisa, dia sedikit mengingat kemana kakaknya pergi hari ini “Eonnie? Pagi-pagi sekali dia sudah meninggalkan apartemen ini dengan kopernya, katanya ada pekerjaan di luar negeri, dia terlalu terburu-buru”


“Oh, kenapa Eonnie sangat suka bepergian? Apakah menjadi staf artis seperti itu?”


“sejak aku kecil, Eonnie memang sangat suka bepergian, itulah kenapa dia sangat mencintai pekerjaannya daripada memikirkan untuk kencan”


“bagaimana denganmu?” tanya Lisa dengan sedikit nada menggoda. “apakah pria bernama Samuel itu mengajakmu kencan?”


Mendengar itu Sona tertunduk malu, dia mengabaikan ucapan Lisa dan segera meninggalkan kamar Lisa.


Sejak SMA dan sebesar ini, Sona dan Risa memang sudah terbiasa tinggal bersama, kakak beradik itu meninggalkan desa kecilnya dan merantau ke Seoul saat usia Sona baru menginjak usia kelas 4 SD dan Risa yang baru saja akan melanjutkan sekolah SMA-nya di sini karena kebetulan dia menerima beasiswa. 


Usianya kedua terpaut tidak jauh, Risa atau nama lengkap Oh Risa Sun, Jika dihitung dari sekarang wanita itu sudah memasuki usia ke 28 tahun sedangkan Oh Sona Ji sekarang akan memasuki usia 22 tahun, jika Risa sudah menyelesaikan kuliah S3-nya dan Sona hanya sampai S1 sama seperti Lisa.


Jika Lisa, gadis itu baru akan memasuki usia 21 tahun nanti saat dirinya akan ulang tahun bulan depan, pertemuan antara ketiganya bukanlah hal luar biasa, hal satu alasan kenapa bisa langsung tinggal bersama mereka saat akan memasuki bangku SMA, karena ketiganya memiliki  kehidupan masa lalu yang tidak baik, jika Lisa masih terjebak dari masa lalunya lain berbeda dengan kakak beradik yang harus meninggalkan kenangan buruk itu untuk melanjutkan kehidupannya.


Ini kisah mereka, tiga gadis yang sama-sama memiliki masa lalu memiliki sebuah kisah kelam dan tujuan hidup yang sama.

__ADS_1


Bagaimana kisah ketiganya? Mungkinlah sebuah pertemuan bisa mengembalikan mereka pada masa lalunya atau malah semakin terjebak pada sambungan-sambungan memori masa lalu? Atau mungkin malah mengubah pandangan ketiganya tentang cinta? Hati? Pernikahan?


note : Hai semua, semoga kalian suka untuk musim kedua ini, sekalian dirgahayu indonesiaku 😍😍 ,, jangan lupa like dan komen untuk bab ini


__ADS_2