Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 83 - My Doctor


__ADS_3

Waktu berjalan beriringan bergantinya detik menjadi menit menjadi jam dan jam bertukar dengan waktu, hari sudah menunjukan pukul 12 siang, waktunya semua pekerja di rumah sakit untuk beristirahat selama satu jam, sama seperti dokter lainnya, Han juga memanfaatkan waktu itu untuk menghubungi sang Ayah.


Ayah : “Kapan kamu akan pulang Kim Han?”


Han : “Ayah, aku akan pulang minggu depan, aku menelponmu hanya ingin menanyakan kabar kesehatanmu saja”


Ayah : “aku ... Baik-baik saja, Sean merawatku dengan baik”


Walapun ucapan Ayah Han, seperti orang yang sehat namun dari hembusan nafas yang terdengar sama ditelinga Han, membuat Han mengambil kesimpulan jika penyakit asma Ayahnya semakin parah.


Han : “Ayah jagalah kesehatanmu, berhentilah pikirkan masalah urusan kantor, aku yang akan segera mengambil ahli”


Ayah : “bagaimana Ayah bisa tidak memilikirkan masalah kantor kalau kau tidak mau pulang sekarang”


Han : “Ayah, aku tidak bisa meninggalkan Tuan Park begitu saja, selama aku disini dialah yang menjadi ayah bagiku”


Ayah : “kau masih berhubungan dengan pria itu? Dia pria yang membunuh ibumu dan membuatku berpisah dengan Ibumu Han”


Han : “Ayah, kamu salah paham padanya! Ibu pergi meninggalkan Ayah karna penyakit karker yang dia derita, dia tidak mau menyusahkan siapapun! Ayah, Tuan Park bukan seorang pembunuh, jika kamu ingin aku kembali, maka percayalah dengan ucapanku, sampai jumpa, aku akan menghubungimu lagi"


Ayah : “Han--”


Han mematikan panggilan itu, dia tidak mau berdebat dengan sang ayah, dia tidak mau meluapkan emosinya pada sangat sang Ayah, setelah kembali kekorea Han harus menyelesaikan masalah ini dengan ayahnya.


Han berfikir untuk melakukan apa disaat waktu luangnya saat ini, dia ingin menghubungi Lisa namun gadis itu pasti masih kuliah dan belum selesai, sangat sulit jika harus mementikan ego atau situasi, jika Han tidak memberikan kabar pada Lisa nanti gadis itu akan memarahinya lagi karna tidak memberinya kapan, jika dia tetap menghubunginya Han takut akan menganggu konsentrasi Lisa.


“Sial! Bagaimana nanti jika aku akan pergi keparis untuk mengambil ahli perusahaan Ayah? Bisa mati berdiri, jika aku terus seperti ini, oh ayolah ini baru dua hari gadis itu sudah pergi tapi rasa rindunya seperti tidak bertemu selama berbulan-bulan”

__ADS_1


Han mencambak rambutnya dengan frustasi, dia tidak bisa memilih mana yang harus dia lakukan, namun kebingungkanya tergantikan dengan suara dering pesan masuk pada ponselnya.


By : Lisa


Apa yang sedang doctorku lakukan saat ini?


Aku baru saja keluar kelas dan segera menunju kembali kerumah ...


Apa kamu sedang sibuk dokter Han?


Han tersenyum membaca pesan dari Lisa, dia menekan tombol balas di layar ponselnya yang tipis, mengetik beberapa kalimat dan mengirimnya pada Lisa.


By : Han


Aku sedang memikirkanmu...


Ini sudah jam makan siang, apa kamu sudah makan siang?


Hati-hatilah dijalan! Jangan terlalu fokus padaku! Hubungi aku jika kamu sudah sampai dari rumah


Satu menit kemudian Lisa membalas pesan Han, saat dirinya sudah duduk didalam bus dalam menuju kembali kerumahnya.


By : Lisa


Kuliahku seperti biasa, aku akan lebih banyak bertemu dengan bosen akhir-akhir ini ....


Aku sedang didalam bus sambil memakan roti dan susu, apakah kau tidak makan siang?

__ADS_1


Han terdiam saat membaca pesan Lisa, jika Lisa tidak menegur Han mungkin sampai nanti sore pria itu tidak makan, dia perhatian pada orang lain tapi tidak perduli dengan dirinya sendiri, Han segera berjalan kekantin rumah sakit dan sebelum pergi dia membalas pesan Lisa dulu.


By : Han


Kamu pasti akan lebih sibuk dari biasanya ...


Aku sedang menunggu dikantin untuk mengambil makananku, apakah kamu sudah didalam bus menuju rumahmu?


Tiba-tiba ponsel Lisa mati, dia lupa mengecas ponselnya hingga baterainya habis, padahal baru saja dia ingin membalas pesan Han.


Dan bus pun penuh dengan penumpang yang baru naik, ada seorang itu hamil yang tidak kedapatan tempat duduk, Lisa langsung bergegas mengajak wanita hamil itu untuk duduk ditempatnya, Lisa pun berdiri dan satu tangan memenang tiang.


Selama diperjalanan kembali pulang, Lisa memperhatikan kota Seoul yang tidak jauh berbeda dengan kota Tokyo, cuaca hari ini tidak terlalu dingin, namun jalanan masih tertutup pintunya salju, Lisa terlalu fokus melihat keluar jendela hingga tidak mampu menyimbangi tubuhnya saat bus tiba-tiba saja mengerem mendadak dan membuat tubuhnya hampir jatuh jika seseorang tidak menarik tubuhnya.


“kamu baik-baik saja?”


Tanya seorang pria yang ada dibelakang tubuh Lisa yang masih menahan tubuh Lisa, Lisa hanya bisa gugup saat suara pria dibelakangnya terasa begitu jelas ditelinganya.


“Ya, terimakasih, bisakah anda melepaskan tangan anda”


Pria iti segera melepaskan tangannya yang berada diperut Lisa, dia merasa malu karna ucapan gadis didepannya, “maaf”


Lisa menolehkan pandangannya kearah belakang, dia memcoba melihat pria yang tadi menolongnya, tatapannya langsung bertemu dengan wajah pria itu, tapi detuk berikutnya Lisa langsung menundukkan pandangannya dari pria itu dan memilih untuk memandang kearah lain.


Lisa sadar jika dia harus menjaga hatinya dari pria lain, dia tidak boleh menyukai pria lain disaat sang pujaan hati sedang berjuang untuk memenuhi semua persyaratan dari kedua orang tuanya. Hingga akhirnya bus itu berhenti tepat di halte dekat dengan rumahnya.


saat pintu terbuka Lisa segera melangkah keluar dari bus dan mulai berjalan meninggalkan halte, untuk kembali kerumahnya yang tidak jauh dari halte, pikirannya masih memikirkan pria yang tadi menolongnya, seharusnya dia cukup menarik tangan Lisa tidak perlu sampai menahannya dengan memeluk Lisa dari belakang. selama diperjalanan kembali pulang Lisa hanya bisa memarahi kecerobohan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2