![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Hari berlalu begitu cepat, sekarang sudah waktunya memasuki musim semi, musim dimana yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat korea, musim dimana kita bisa meluangkan waktu untuk berlibur bersama dengan keluarga ataupun dengan kekasih, musim dimana kita bisa melihat bunga yang mulai menggugurkan daunya, yang akan menutupi jalanan dengan daun yang sudah berjatuhan dan mengering, musim yang cocok untuk berkunjung ke negara yang kenal dengan bunga sakura, Itu adalah negara jepang, melihat bunga sakura berguguran adalah suatu kebiasaan yang dilakukan masyarakat jepang jika musim semi jika datang.
Sesuatu pagi yang tidak terlalu cerah dengan suhu yang mulai dingin, mulai memasuki kamar yang berdekorasi serba warna biru, dan tak lupa dengan karakter doraemon yang menghiasi seisi kamar itu, semua barang yang ada disana tidak pernah luput dalam karakter doraemon.
Suhu dingin didalam ruangan itu membuat sang gadis terpaksa menarik selimut, menutupi tubuhnya dan menyembunyikan dibalik selimut mencoba menghangatkan tubuhnya kembali, suhu ruangan itu tak mempengaruhi sang gadis untuk segera membuka kedua matanya, suhu dingin itu malah membuatnya makin nyaman berada dibalik selimut bergambarkan doraemon.
Tak lama kemudian suara ketukan pintu disambungkan dengan suara teriakan dari sebuah wanita yang dipanggil 'Ibu', dia berteriak membangunkan sang putri yang tak kunjung menampakan dirinya.
“Lisa!!”
“Lisa!!!”
“Lisa ayo bangun!”
“Lisa!!! Cepatlah bangun!!!”
“Lisa!! Hari sudah mulai siang!!!”
“Lisa!!!”
Wanita bernama Risa itu terus berteriak dan mengetuk pintu tanpa henti, dia mencoba membangunkan sang putri.
“Ya Ibu, Lisa dengar! Lisa sudah bangun!” akhirnya Lisa mengalah untuk meninggalkan mimpi indahnya, dan berbangun ke dunia nyata.
“baguslah! Ibu menunggumu di bawah, jangan mencoba untuk tidur kembali saat Ibumu pergi! Mengerti Lisa?”
“Ya Ibu” dengan langkah yang malas dia menuruni ranjang miliknya dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum turun menemui sang Ibu didapur.
Setelah selesai dengan urusannya, Lisa mulai melangkah menuruni anak tangga, dia hanya memakai pakaian sederhana seperti biasanya jika dia berada dirumah, kaos lengan panjang berwarna abu-abu yang sedikit pendek di bagian bawahnya yang mungkin dapat memperlihatkan perutnya jika dia sedikit mengangkat tangannya dan celana training berwarna hitam dengan garis putih di sisi kanan-kirinya, itu adalah favoritnya jika dia dirumah, dan tak lupa dengan rambut yang dikuncir dua itu.
“bukankah aku sudah bilang pada Ibu, jika aku tidak ada kuliah hari ini?” Ucap Lisa yang sudah berada di meja makan.
“Ibu tahu, musim semi akan segera datang, kamu tahukan jika musim ini, Ibu akan lebih banyak berada dirumah” Risa berjalan mendekati sang putri dengan memberikan secangkir susu coklat dan roti panggang dengan telur setengah matang untuk sarapan Lisa kali ini.
“hari berjalan begitu cepat hingga tidak terasa musim panas akan berganti dengan musim semi, aku tahu Ibu alergi terhadap serbuk bunga bukan?”
“putri Ibu pintar, jika sudah tahu, jika akan pergi ke supermarket untuk membeli persediaan kita selama satu bulan”
“baiklah” ucap Lisa yang memakan roti itu dengan lahap, kali ini dia sangat lapar.
“Ibu akan bersiap dulu, seperti kali ini kita tidak perlu memakai supir, Ibu ingin mengendarai mobil kesayangan Ibu” sudah cukup lama Risa tidak mengendarai mobil kesayangannya, semenjak melahirkan Lisa, dia tidak diperbolehkan untuk mengendarai mobil oleh Lian.
“Ibu bisa mengendarai mobil?” tanya Lisa dengan penasaran.
“saat Ibu muda, mengendarai mobil adalah hal yang sangat menyenangkan” ucap Risa yang berjalan ke arah kamarnya untuk mengganti bajunya.
Kini keduanya sedang berdiri di depan garasi mereka yang terdapat beberapa mobil di dalamnya entah itu milik Lian, Kevin ataupun Risa. Dengan cepat Risa berjalan mendekati mobil kesayangannya yang masih dias rawat hingga sekarang. Tanpa menunggu lama mereka mulai pergi meninggalkan garasi rumah mereka dan menuju ke tempat pusat perbelanjaan.
Dengan kecepatan tinggi mobil itu melaju di jalan kota Seoul yang tidak terlalu ramai, dengan atap mobil yang dibiarkan terbuka membuat mereka terlihat sangat keren dengan kacamata hitam yang mereka gunakan.
Pakaian yang mereka gunakan pun tak kalah kerennya dengan mobil mereka, Lisa dan Risa terlihat sangat mirip seperti kakak beradik dengan style yang sama.
Hingga tidak terasa perjalanan yang mereka tempuh menghabiskan waktu sekitar 45 menit, mobil mereka sudah diparkirkan di parkiran bawah tanah. Dengan kerennya mereka mulai melangkah memasuki pusat perbelanjaan atau disebutnya Lotte Mall, hingga langkah mereka berhenti di supermarket yang ada di sama.
Lisa dan Risa mulai memilih barang yang akan mereka beli, dengan instruksi dari daftar List yang sudah Risa buat mempermudahkan mereka dalam membeli kebutuhan mereka. Kedua begitu menikmati acara belanja mereka hingga menghabiskan waktu berjam-jam disana.
*******
Mereka kembali kerumah pada pukul tiga sore, dengan begitu banyak belanja yang memenuhi bagasi mobil mereka. Sesampainya dirumah mereka memutuskan untuk memasak bersama, kali ini Risa hanya membantu Lisa yang mencoba memasak untuk makan malam mereka, karena hari Lian dan Kevin akan pulang setelah satu minggu mereka berada di london.
Hingga suara mobil mengejutkan kedua yang masih terlalu fokus dalam memasak dengan cepat keduanya menyajikan makanan yang mereka masak dimeja makan, dengan gerakan cepat Lisa menyusun dan merapikan semua makan dimeja makan.
Tepat setelah mereka berdua selesai dengan urusan masak mereka dan lainnya, Lian dan Kevin sudah berada didepan pintu itu yang sudah menekan tombol bel yang minta untuk dibukakan. Risa dengan cepat melangkah kearah pintu dan membukanya dengan sambutan yang hangat.
Kini mereka berempat sudah berada di meja makan, Lian dan Kevin terlihat sangat terkejut dengan sajian makanan untuk kali ini.
“kalian berdua memasak semua ini?” tanya Lian yang membuka jasnya dan dasinya.
“Tidak, Lisa yang memasak semua ini” ucap Risa yang mengambil jas Lian.
“Tidak! Ibu juga ikut masak itu berarti kita berdua yang memasak”
“Adikku sangat hebat” ucap Kevin yang mengelus kepala adiknya yang berada disampingnya.
“aku punya sesuatu untukmu Lisa” Kevin mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah pada Lisa.
“bolehkan aku membukanya?”
Kevin memberikan anggukan sebagai jawabnya, tanpa menunggu lama Lisa membuka kotak itu yang berisi dengan pernak-pernik tentang London, dan ada suatu surat. Dengan hati-hati Lisa membuka amplop itu yang ternyata isinya tiket ke jepang saat musim semi telah datang.
“kita akan ke jepang?” tanya Lisa yang matanya mulai berbinar.
__ADS_1
“Itu benar, kita akan berlibur kesana” ucap sang ayah yang senang melihat putrinya bahagia.
“Terima kasih Ayah, Ibu dan Juga kakak Kevin” Lisa langsung mendekat kearah Kevin, memberikan satu pelukan pada kakaknya yang disambut baik olehnya.
“aku tahu kamu ingin sekali melihat bunga sakura bukan?” tanya Kevin yang melepaskan pelukannya.
“melihat bunga sakura saat musim semi adalah hal yang sangat ingin aku lihat, kakak aku sangat bahagia, aku benar-benar tidak sabar untuk berlibur dengan kalian”
Acara makan malam yang sama seperti biasanya berjalan dengan begitu baik, mereka terlihat sangat bahagia setelah seminggu tidak bertemu, Lian, Risa, Kevin dan Lisa akhirnya bisa menghabiskan liburan mereka bersama di negeri sakura itu.
**********
Hari yang ditunggu-tunggu Lisa pun datang, musim semi telah datang, dedaunan dengan senangnya menggugurkan daunnya yang berterbangan terbawa angin. Menghiasi jalanan penuh dengan dedaunan yang kering ataupun berterbangan.
Haripun cuaca mendukung untuk mengajak orang lain untuk menghabiskan waktu liburan musim semi diluar, kini keluarga Jung sedang berada di bandara Internasional Incheon, family Jung sedang menunggu keberangkatan mereka.
Wajah Lisa tidak berhenti untuk tidak tersenyum, wajah itu sangat ceria dan penuh dengan kebahagian, berlibur dengan keluarga adalah hal yang menyenangkan dan juga moment yang selalu Lisa tunggu. Dimana keluarga akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama, tanpa melibatkan pekerjaan.
“Lisa kenapa kopermu sangat besar?” tanya Kevin yang sedang melihat ipad, tangan tak henti-henti kegeser sesuatu di layar sana.
“aku hanya membawa beberapa boneka doraemonku saja” ucap Lisa dengan sedikit memajukan bibirnya.
“Ayah, apa ini rumah yang kamu butuhkan untuk kita tinggali disana?” Kevin menunjukkan ipad-nya pada Ayahnya dan memberikan beberapa gambar.
“itu cukup bagus, kita pilih itu saja” jawab sang Ayah penuh dengan senyumannya.
“rumah tradisional jepang?” ucap Lisa yang sudah berada di belakang sang kakak dan Ayah, membuat keduanya menoleh ke arahnya.
“Ya, rumah tradisional jepang sangat nyaman dan juga bagus” kali ini Risa juga tak mau diam, dia ikut berbicara.
“Tapi, kenapa tidak menyewa yang lain saja, disana tertulis keterangan bawah kita harus tidur dilantai, Lisa tidak suka”
“sudah! Nanti kita lanjutkan di dalam pesawat saja” ucap Risa yang mulai melangkah sambil membawa kopernya, menuju ke tempat pengecekan barang sebelum masuk ke dalam pesawat.
Di Dalam pesawat mereka terpisah menjadi dua yaitu Risa dan Lian sedangkan Lisa dan Kevin.
Hal yang pertama kali Lisa lakukan di dalam pesawat adalah makan, dengan lahapnya dia menyantap makanan yang disediakan di dalam pesawat, karena perjalanan hanya menempuh waktu 2 jam, Lisa memutuskan untuk tidak tidur. Sedangkan kakaknya masih tidak bisa melepaskan ipad yang berada ditangannya.
“Kakak Kevin apa sebelumnya pernah ke jepang?” tanya Lisa yang sedang melihat ke arah keluar jendela, hanya awan yang dapat dilihat.
“aku pernah beberapa kali kesana, aku kesana untuk tujuan bisnis bukan untuk berlibur” Ucap Kevin, dia meletakkan ipadnya, lalu menatap kearah Lisa.
“ku harap kamu menikmati liburan kali ini”
Sedangkan kedua orang tuanya sedang bermesraan di belakang mereka, tanpa malu mereka berciuman dan saling menyuapi makanan, sepertinya kali ini akan menjadi Honeymoon mereka, Risa dan Lian terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah, dengan romantisnya Lian menggenggam tangan Risa, dan tak lupa menaruh kepala Risa untuk bersandar di bahunya.
********
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh dari bandara ke rumah tempat sementara mereka, kini keluarga Jung sedang berkumpul diruang tamu yang sudah dihiasi dengan berbagai macam makanan jepang, mereka juga tidak lupa untuk memakai pakaian tradisional jepang.
“mari kita bersulang untuk menyambut liburan kita” ucap sang Ayah yang mengangkat cangkirnya.
“Anak kecil tidak boleh minum ini” dengan sigap Kevin mengambil gelas Lisa yang berisi minuman anggur beras yang diganti dengan segelas air putih.
“Kakak! Lisa juga mau mencoba”
“bukankah sudah kubilang jika anak kecil tidak boleh minum! Ayo ayah dan Ibu mari kita bersulang”
Mereka sangat menikmati makan siang mereka, dengan menu makanan jepang, Lisa juga seperti sangat menyukai makanan itu, dia sampai menghabiskan ramen itu sendirian.
Setelah selesai makan, Lisa memutuskan untuk melihat sekeliling rumah mereka, rumah tradisional jepang itu bisa dibilang sangat bagus di belakang rumah terdapat halaman yang sangat luas, disana ada tempat untuk menikmati tea, taman bunga, dan juga kolam yang terdapat ikan koi dan juga bunga teratai.
Lisa melangkah mendekati kolam teratai itu, langkahnya agak sulit karena kimono yang digunakan cukup mengganggu jalannya, dengan santai dia mengangkat kimono itu.
“Wah, Ikan disini sangat banyak, mereka juga sangat cantik” sesampainya di kolam Lisa langsung mendudukan dirinya di tepi kolam, tanpa memikirkan kimononya akan basah ataupun kotor. Tangan terulur untuk menyelipkan tangannya kedalam kolam. Dia mengambil salah satu bunga teratai itu yang terlihat cantik.
“bunga ini sangat indah”
“ternyata kamu disini, ku kira kamu sedang tidur” ucap Kevin yang melangkah mendekati Lisa.
“Bunga yang indah, letakkan kembali Lisa, bunga itu bisa mati” Ucap Kevin lagi, kini dia sudah dihadapan Lisa.
“apa kamu menyukainya?”
Lisa hanya mengangguk sebagai jawabannya, matanya masih fokus melihat ikan yang mulai mendekat padanya.
Kevin pun tidak mau mengganggunya, dia hanya tersenyum melihat Lisa yang begitu anggun dan cantik dengan pakaian itu, tak ingin mengabadikan momen itu, Kevin mengeluarkan kamera kesayangannya untuk memotret Lisa secara diam-diam.
“ayo kita kembali, hari sudah mulai gelap, kamu harus mengganti pakaianmu Lisa”
Dengan sigapnya Kevin menggandeng tangan Lisa, mereka melangkah bersama masuk kedalam rumah mereka. Pakaian yang Lisa pakaian memang sudah kotor, karena tadi dia sempat memegang bunga teratai yang airnya membasahi pakaiannya.
__ADS_1
********
Sudah tiga hari terlalu...
Hari ini mereka berencana untuk pergi melihat bunga sakura di Taman Ueno (Tokyo). Ditaman itu terkenal dengan banyaknya bunga sakura di setiap lokasinya, sangking banyak kalian bisa memegang bunga sakura itu, ataupun berfoto di bawah pohon sakura yang mungkin terdapat banyak dedaunan bunga sakura yang berguguran.
Membutuhkan waktu sekitar satu jam setengah untuk sampai disana, karena lokasinya yang jauh dari tempat mereka tinggal, kali ini keluarga Jung berencana untuk piknik disana. Mereka juga sepakat untuk memakai pakaian tradisional jepang lagi, mereka ingin mengambil sesi foto keluarga disana.
Sesampainya disana, perasaan Lisa tidak bisa berhenti untuk tidak mengagumi indahnya pohon sakura yang bertebaran di sana. Jalanan pun tertutupi oleh dedaunan yang berguguran. Melihat ini membuat hati Lisa bahagia, dia melangkah mendekati pohon sakura, dia sudah berencana untuk mengikatkan benang di salah satu pohon sakura di sana. Dia mengikat benang itu di rantai pohon sakura lalu membuatnya dengan ponselnya, tanpa Lisa sadari sang kakak sudah sedari tadi memotretnya di belakangnya. Setiap yang dilakukan Lisa sekali dia foto entah saat Lisa sedang duduk di tumpukan daun sakura sambil melemparkan daun itu, atau mencoba menyentuh daun sakura yang masih dipohonnya.
“Lisa marilah, kita akan mengambil foto bersama” ucap Kevin yang mulai berjalan mendekati Lisa.
Saat Lisa akan melangkah mendekati kakaknya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing sekali, dia hampir saja menjatuhkan tubuhnya jika Kevin tidak memegang tangannya.
“Lisa? Kamu baik-baik saja?” tanya Kevin yang khawatir melihat adiknya, Lisa terus memegang kepalanya.
“Ah? Aku baik-baik saja, tadi aku tidak sengaja meninjau ro,---” ucapan itu tidak bisa Lisa langsung-kan karena tiba-tiba dia pingsan.
“Lisa! Lisa!!” Kevin mencoba membangunkan Lisa dengan menyentuh pipinya, karena bingung dia mengangkat Lisa dan langsung berlari mendekati ayah dan Ibunya.
“Ayah! Ibu! Kita harus segera kerumah sakit”
“Kevin apa yang terjadi pada Lisa?” sang Ibu mulai khawatir melihat sang putri yang sudah tak sadarkan diri itu. Mereka segera membawa Lisa kerumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung membawanya ke ruangan UGD, dengan wajah yang cemas Kevin, Risa dan Lian menunggu di luar ruangan. Risa mulai menangis, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, pikirannya mulai melayang ke hal yang lain.
“Lian...”
Lian yang melihat sang istri yang mulai mengeluarkan air mata, dia segera memberikan pelukan pada sang Istri, mencoba menenangkannya dengan mengusap punggungnya dan memberikan beberapa kecupan di keningnya.
“Kita harus yakin jika Lisa baik-baik saja”
Tak lama sang dokter keluar dari ruangan dimana Lisa berada, melihat itu Kevin langsung menghampirinya disusul Lian dan Risa.
“Dokter bagaimana keadaan adikku?”
“Ya, bagaimana keadaan anakku?”
“bisakah saya berbicara dengan kedua orang tua Lisa, harap keruangan saya” Dokter itu memimpin jalan, yang diikuti Lian dan Risa.
“sebelumnya saya ingin bertanya apa pasien pernah cedera pada kepalanya?” tanya dokter.
“Lisa hanya pernah terbentur kepalanya saat masih kecil” ucap Risa
“putri anda mengalami gegar otak, syukur karena kalian lebih awal membawanya”
Risa yang mendengar itu, seperti ada sebuah pisau yang menusuk jantungnya, begitu sakit! Putrinya mengalami gegar otak, jika bukan karena Lian yang terus menggenggam tangannya mungkin Risa sudah pingsan mendengar faktanya.
“apa putri kami bisa disembuhkan?” dengan ragu Lian bertanya pada Dokter.
“ini masih bisa disembuhkan, tapi saya tidak bisa menjanjikan jika dia bisa sembuh total karena pasien yang sembuh dari penyakit ini biasa sifat mereka akan seperti anak kecil dan tidak bisa berpikir terlalu banyak”
“kalau begitu terima kasih dokter”
Risa dan Lian berjalan kembali ke tempat dimana Lisa berada, dia sudah dipindahkan di ruang rawat. Air mata Risa kembali mengalir dia tidak bisa melihat putri yang terbaring lemas disana. Kevin yang melihat kedua orang tuanya langsung mendekati sang Ibu dan memeluknya.
“Ibu, Kevin disini, jangan menangis, Lisa akan curiga jika melihat Ibu seperti ini”
“Kevin, Ibu harus bagaimana? Lisa putriku...”
“Lisa pasti bisa sembuh” Lian mencoba meyakini Risa.
“Kita harus kuat, Kita yang akan menjadi penyembuh untuk Lisa, jadi Ibu harus terus tersenyum, Ibu harus yakin”
Ketiganya berjalan memasuki ruangan, Lisa terlihat pucat dengan pakaian pasien, dia masih tertidur.
“putriku...” Risa benar-benar tidak bisa menahan air matanya,
Tak lama Risa membuka kedua matanya, hal yang pertama dia melihat ada langit kamar yang berwarna putih dan juga tempat yang asing.
“aku ada dimana?” tanya Lisa.
“kita berada dirumah sakit sayang” ucap sang ayah yang menyentuh tangan sang putri.
“apa aku sakit parah?”
“Tidak, kamu hanya kelelahan saja Lisa” kali ini Kevin yang menjawab pertanyaan Lisa.
“aku jadi menghancur liburan kita” ucap Lisa dengan sedih.
“Tidak, kita masih memiliki waktu beberapa hari sayang” sang Ibu berkata, Risa mencoba untuk tersenyum pada sang putri.
__ADS_1
Setelah tahu fakta tentang penyakit Lisa, mereka bertiga mencoba merahasiakan dari Lisa, mereka menutup rapat fakta ini, tapi suatu saat nanti mau tidak mau, Mereka harus mengatakan hal itu pada Lisa, mereka juga harus menjadi lebih kuat untuk membantu Lisa untuk sembuh. Walaupun kemungkinan ini akan berhasil hanya 40% , apa salahnya jika mereka mencoba yang terbaik untuk Lisa, walaupun jika tuhan akan berkehendak lain.