Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 20 - The Gift


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Risa dan Lian kembali Ke Korea. mereka memutuskan untuk mengambil penerbangan pagi, Karena perjalanan yang akan mereka tempuh membutuhkan waktu 12 jam di pesawat, jarak antara amerika ke korea memang sangat jauh.


di dalam pesawat Risa menyempatkan dirinya untuk menghubungkan Kevin, dia sangat merindukan putra kecilnya.


Kevin : "Ibu! Kevin sangat merindukan Ibu, kenapa baru menghubungi Kevin lagi, kakek juga melarang Kevin untuk mengganggu Ibu, kapan Ibu akan kembali?"


baru saja Risa menghubungi melalui video call, Kevin sudah memberikannya begitu banyak pertanyaan.


Risa : "Ibu juga sangat merindukanmu sayang, Ibu akan segera kembali, Ibu punya hadiah untukmu nanti Ibu kasih tahu jika Ibu pulang, Kevin apa kamu bahagia tinggal bersama kakek?"


Kevin : "Kevin senang tinggal Disini tapi Kevin lebih senang tinggal bersama Ibu dan Ayah, Kevin lupa Kevin juga merindukan Ayah, Kevin mau lihat ayah"


Risa : "Ayah lagi di toilet, kita tunggu saja sebentar lagi, bagaimana dengan sekolah Kevin?"


Lian : "Hai Boy!! apa kabarmu? ayah sangat merindukanmu, Ibu punya hadiah untukmu" ucap Lian yang tiba-tiba muncul di layar ponsel Risa.


Kevin : "ayah! kenapa ayah pergi tidak mengajak Kevin, padahal Kevin ingin menjaga Ibu juga"


Lian : "Karna Ayah mempunyai urusan yang penting bersama Ibumu sayang, Kevin tidak boleh menganggunya"


Risa hanya bisa menggelengkan kepalanya, bagaimana Lian bisa begitu protektif padahal Kevin adalah anaknya sendiri.


Risa : "Kevin, Ibu akan menghubungiku nanti lagi oke! kamu harus istirahat bukankah disana sudah malam?"


Kevin : "padahal Kevin masih ingin melihat Ibu, tapi besok Kevin harus sekolah, baiklah bye Ibu"


Risa : "Bye sayang, Good night! Ibu mencintaimu"


Risa segera mematikan Video Call itu, dia tidak ingin Kevin tidur larut malam, toh mereka juga akan bertemu nanti.


"Lian, apakah Kevin akan senang jika dia mempunyai adik?" Tanya Risa.


"kenapa kamu berbicara seperti itu sayang, Kevin pasti akan sangat senang, kamu harus yakin Risa"


"Lian bisakah kamu mengelus perutku? aku ingin tidur tapi bayi ini ingin merasakan kehangatan tangan ayahnya"


"kemarilah" Lian memberikan isyarat pada Risa untuk mendekat, pesawat yang mereka merupakan pesawat kelas atas, Di mana di dalam Pesawat menyediakan tempat tidur untuk penumpangnya.


"tidurlah dengan nyenyak aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai,"


Lian memeluk Risa Dari belakang, perlahan tangannya mulai mengelus perut Risa, hingga akhirnya bisa tertidur dengan nyenyak di dalam pelukkan Lian.


"aku mencintaimu Risa" sebelum ikut mengembang kedalam alam mimpi, Lian menarik selimut untuk menutupi tubuh Risa dan satu kecupan manis dia berikan pada Risa.


kini kedua sudah tertidur dengan lelapnya, Karena sebenarnya kedua tidak bisa tidur Karena kondisi  Risa yang suka berubah-ubah seperti tadi malam tiba-tiba dia meminta Lian untuk membacakan buku cerita dongeng. dan terkadang saat menjelang pagi hari Risa selalu saja muntah dan itu cukup membuat Lian khawatir. dokter berkata untuk kehamilannya kali ini Risa akan lebih sering mengalami hal yang di luar dugaannya dan kondisi mental yang kurang baik.


********


"Ibu" seru Kevin dari kejauhan dia mulai berlari setelah melihat Risa keluar dari bandara.


"Kevin jangan berlari nanti kamu akan jatuh" ucap Lian yang langsung berlari mendekati Kevin dan menggendongnya.


"Ayah lepaskan Kevin! Kevin ingin memeluk Ibu"


"kamu bisa memeluk Ibu nanti di dalam mobil, Risa ayo!" satu tangan Lian terulur memberikan syarat pada Risa agar bergandengan tangan dengannya.


kini mereka sedang dalam perjalan kembali ke rumah, ayah Risa langsung kembali pulang, awalnya Risa ingin ayahnya untuk menginap di rumahnya tapi ayahnya menolak dengan alasan dia mempunyai pekerjaan yang penting. setelah sampai di bandara hanya ada ayah Risa dan Kevin yang menjemput mereka.


Kevin dan Risa ada di kursi penumpang sedangkan Lian sendirian di kursi pengemudi, Kevin benar-benar sangat merindukan Ibu sampai dia tidak mau melepaskan pelukannya.


"Ibu, Kevin benar-benar sangat merindukan Ibu"


"Ibu juga merindukanmu sayang" satu kecupan dari Risa di kening Kevin, walaupun Kevin bukan anak kandung tapi Risa sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri, Risa begitu mencintainya.


"aku tidak pernah di cium keningnya, aku juga ingin Risa" ternyata diam-diam Lian memperhatikan mereka dari depan.


"Ibu hadiah apa yang ingin ibu berikan pada Kevin? aku ingin melihatnya"


Risa menaruh tangan Kevin lalu meletakkan di perutnya yang masih dibilang rata, dan Risa berkata "Ini hadiahnya, kamu akan segera menjadi seorang kakak"

__ADS_1


"kakak? Kevin akan punya adik?" tanya Kevin dengan wajah pokoknya yang kebingungan, dengan lembut Risa mengangguk ringan sebagai jawabannya.


"adik apa kamu mendengar kakakmu, namaku Kevin aku akan menjadi kakakmu"


Risa cukup terkejut melihat tingkah Kevin yang tiba-tiba menundukan kepalanya dan menghadap ke perutnya tanpa Risa pinta.


"apa kamu senang?" tanya Lian yang masih fokus mengemudi di depan.


"Kevin sangat bahagia, akhirnya Kevin punya adik"


"ibu bagaimana cara Kevin melihat adik, Kevin mau liat sekarang"


"tidak bisa sekarang sayang, Kevin harus menunggu selama 9 bulan" Ucap Risa


"9 bulan itu ada berapa?"


Risa hanya bisa tertawa mendengar jawaban Kevin yang begitu polos, bagaimana dia menjelaskannya jika Kevin saja belum mengerti bulan dan hari.


"itu mungkin 270 hari, dan Kevin tidak boleh manja pada Ibu, mulai sekarang Kevin harus mandiri, apa Kevin mengerti?" ucap Lian


"ya, Kevin mengerti Ayah"


"Ibu, selama Ibu pergi Kevin membuat banyak gambar di buka gambar milikku, Ibu lihatlah ini adalah Ibu, ayah, dan Kevin yang sedang ada di pantai, Ibu apa kita bisa pergi ke pantai nanti"


"baiklah, nanti kita buat jadwal dulu" Ucap Risa.


hingga tidak terasa mereka sudah berada di depan rumah mereka, rumah Di mana dulu Risa harus terpaksa tinggal di sana demi sebuah perjanjian yang tidak pernah dibayangkan, rumah yang menjadi saksi cinta antara Risa dan Lian, rumah yang menjadi kenangan indah saat Lian melamar dirinya, dan akan menjadi rumah yang penuh dengan memori indah sepanjang hidup Risa.


"Lian Love you"


"Love you more, ayo kita masuk"


tangan Lian menarik tangan Risa, mengandengan membawanya ke dalam rumah mereka, Risa hanya bisa tersenyum dalam hati dia mensyukuri hidupnya yang akhirnya bisa merasakan kebahagian yang tiada habisnya, kehangatan Lian yang selalu dia berikan membuat Risa merasa beruntung memilikinya, dia juga ingin berterima kasih pada Lisa karena jika dia tidak meninggal mungkin Risa tidak akan bisa bertemu dengan Lian. tapi semua ini adalah takdir yang sudah tuhan garasi sejak kelahirannya.


tiga bulan kemudian.....


hari berjalan dengan sangat cepat hingga membuat Risa tidak menyadari jika usia kandungan sudah memasuki bulan ke tiga, Dimana perutnya tidak akan rata lagi tapi akan buncit akan semakin membesar seiring berjalannya waktu, setiap harinya Risa selalu menjaga kesehatannya dan juga pola makan sehat untuk Ibu hamil, setiap bulannya dia dan Lian rutin memeriksa kandungannya.


"kamu akan pulang jam berapa?" Tanya Risa, dia berjalan mendekati Lian yang masih sibuk memasang jam tangan di lengannya, Risa bermaksud untuk merapikan dasi Lian yang masih berantakan.


"mungkin aku akan pulang larut malam, jangan menungguku, tidurlah lebih awal Risa"


"apa kamu masih sibuk dengan pekerjaanmu? setiap hari kamu selalu pulang larut malam kamu bahkan sampai tidur di kantor, apa kamu selingkuh Lian?" Tanya Risa, tatapannya terus tertuju pada Lian yang langsung menatapnya dengan tatapan bingung karena pertanyaannya.


"sayang kenapa kamu berbicara seperti itu? aku? selingkuh? itu tidak akan terjadi! aku hanya mencintai, wanita lain takkan mampu menggantikanmu di hatiku Risa, aku tahu aku jarang memperhatikanmu akhir-akhir ini, karena perusahaanku sedang mempersiapkan project baru, aku juga harus menemui beberapa klien untuk bekerja sama untuk proyek baruku, maafkan aku jika aku jarang meluangkan waktuku sayang" Lian menarik Risa kedalam pelukannya.


"aku hanya merindukanmu Lian, setiap malam aku selalu susah untuk tidur, jika kamu tidak ada disampingku, aku.. takut Lian"


"apa yang kamu takutkan sayang? aku tidak akan meninggalkanmu, berhenti menangis Karna diriku Risa, itu membuatku merasa gagal menjadi seorang suami" dengan siap Lian menghapus air mata di wajahnya Risa, dia semakin memeluknya dengan erat.


"aku takut akan seperti Li--,"


jari telunjuk Lian menyentuh bibir Risa agar dia berhenti berbicara, lalu dengan ringan Lian mengelengkan kepalanya dan berkata dengan lembut pada Risa.


"tidak Risa, itu takkan terjadi! dokter juga mengatakan kandunganmu baik dan kamu juga baik, kamu hanya perlu mengatasi kekhawatiranmu dan juga kamu harus menstabilkan emosinya saja sayang" dia menghela nafas sebentar lalu melanjutkan ucapannya


"bagaimana jika hari libur akhir pekan nanti kita pergi ke The Garden of Morning Calm, diSana banyak berbagai macam jenis bunga yang bagus untukmu, disana juga tempat yang bagus untuk kita berpiknik di sana, dan Kevin akan senang Karena disana juga ada taman bermain, untuk lokasinya tidak terlalu jauh jadi kamu tidak perlu khawatir"


"benarkah? kita akan jalan-jalan nanti?" Tanya Risa dengan antusiasnya yang tinggi dia terlihat sangat lucu, dia tidak punya kata-kata untuk menjawab pertanyaan Risa, jadi dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


"janji?" Risa mengulurkan jari kelingkingnya yang kecil kepada Lian.


" I'm promise Honey" Lian juga mengulurkan jari kelingkingnya untuk membalas pertanyaan Risa.


“baiklah sampai juga sayang, aku mencintaimu” Ucap Risa, secara perlahan di melepaskan pelukannya.


"I love you more" sebelum pergi Lian mengecup bibir Risa lalu mengecup hidung lalu mengecup keningnya dan terakhir mengecup punggung tangan Risa.


"Ayah kamu melupakan Kevin!" dari kejauhan Kevin berlari-lari mendekati Lian yang akan pergi,

__ADS_1


“belajarlah dengan baik disekolah jangan nakal dan jangan menyusahkan Ibumu, ingat Kevin akan memiliki adik jadi Kevin tidak boleh nakal, oke boy” Lian mengacak-acak rambut putera yang akan berangkat sekolah, dia terlihat sangat lucu dengan seragam sekolahnya.


“baiklah Ayah, Kevin mengerti, sampai jumpa Ayah, Kevin sayang ayah” Kevin melambaikan tangannya kepada Lian yang akan masuk ke dalam mobil. Lian juga membalas lambakan tangan Kevin, sebelum mobilnya benar-benar pergi.


"Ibu ayo kita berangkat ke sekolah"


*********


akhirnya libur pekan pun datang hari dimana mereka akan pergi ke The Garden of Morning Calm, Lian Dan Risa tidak memberitahu Kevin, mereka berdua segala menyembunyikan ini dari Kevin,


cahaya matahari masuk melalui cela-cela kamar, menyuruh kedua insan yang masih tertidur di balik selimut, tak lama suara berdering alarm memenuhi seisi kamar itu, Risa yang terganggu dengan suara itu memutuskan untuk bangun dan mematikan. dia bangun lebih dahulu untuk menyiapkan semua kebutuhan mereka untuk piknik nanti.


sebelum pergi dia menyempatkan diri untuk menutupi tubuh Lian yang telanjang dengan selimut, padahal dokter sudah mengatakan untuk menghindari berhubungan badan, tapi tetap saja jika Lian sudah meminta maka Risa tidak bisa berbuat apa-apa. mereka hanya melakukan dua minggu sekali, berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan setelah selesai dia akan membangunkan Lian untuk membantunya mengurus Kevin.


setelah selesai dengan urusan mandi, Risa mulai menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum berangkat. menu sarapan kali ini Risa membuat sandwichs, Karna Lian Dan Kevin sangat menyukai sandwiches. kalau untuk piknik Risa berencana membawa salad buah yang sudah dia buat tadi malam, roti bakar dan selai coklat, dia juga membawa beberapa cemilan ringan.


"Morning Honey" satu kecupan mendarat di bibir Risa,


"Morning Ibu" Ucap Kevin yang tiba-tiba menarik Risa dan mencium pipinya.


"Morning juga Kevin" Risa membalas dengan memberikan satu kecupan pada Kevin. Risa membantu Kevin untuk duduk di meja makan


"apa yang kamu buat sayang"


"aku membuat sandwich kesukaanmu dan juga Kevin" Risa meletakkan sandwich di piring Lian dan Kevin, dia juga tidak lupa untuk memberikan Kevin susu dan untuk Lian kopi. sarapan yang sederhana itu mereka lewati dengan kebahagian, canda tawa setiap waktunya mereka lewati. karena setiap kebahagiaan yang mereka lewati adalah kenangan yang indah yang akan dikenang selamanya.


setelah selesai sarapan, mereka mulai menaruh barang akan yang mereka bawa, Kevin yang sedari tadi melihat ayah dan ibu sibuk membuatnya bingung.


"Ibu! apa kalian akan pergi lagi?"


"tidak sayang, kita akan pergi berpiknik"


"piknik? benarkah?"


"apa kamu senang?"


"Kevin sangat senang Ibu"


"ayo kita pergi sekarang" Ucap Lian yang suara berasal dari luar rumah,


membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai disana, jalan yang mereka lewati tidak terlalu ramai sehingga dengan cepat mereka sampai disana. di sana sedang Musim panas jadi pergi ke taman adalah ide yang bagus untuk menghabiskan akhir pekan dengan keluarga.


setelah memarkirkan mobil, kini mereka sedang mencari tempat yang tetap untuk mereka piknik, setelah mencari akhirnya mereka menemukan tempat yang terlihat nyaman, mereka singgah di dekat danau dan berteduh dibawah pohon.


Kevin yang sangat senang langsung berlari mendekati danau, ternyata disana ada angka putih dan hujan yang sedang bermain.


"Kevin, jangan terlalu dekat kamu bisa terjatuh nanti" Ucap Lian yang menarik tangan Kevin, sebelum dia melangkah lagi mendekati danau.


"ayo bukankah kamu lapar, itu sudah membuatkan makan untuk kita"


di bawah pohon yang sejuk dan danau yang tenang mereka menikmati piknik dengan sangat senang hati, Risa terlihat sangat menikmati liburan kali ini,


"terima kasih" ucap Risa, kepala Lian yang sedang bersandar di pahanya.


“setiap hari libur kita harus lebih sering pergi ketaman ini, aku senang kamu akhirnya bisa merasa tenang dan nyaman sayang”


“Ayah! menjauhlah dari Ibu, Kevin juga ingin tiduran di dekat itu” Kevin terus mendorong Lian dari menjauh dari Risa,


"tapi Ayah sudah lebih dahulu di sini, jika Kevin ingin Kevin harus menunggu"


"Lian! jauhlah dariku, aku rasa Kevin ingin tidur, Sayang kemarilah"


Kevin mendekati Risa, dengan lembut Risa mengelus-elus rambut Kevin, Perlahan-lahan Kevin mulai tertidur di pelukan Risa.


liburan kali ini sangat berpengaruh dengan kesehatan Risa, dokter juga mengatakan jika mental dan emosinya mulai stabil, Risa akhirnya bisa menikmati pola makan yang bisa dibilang setara dengan porsi untuk tiga orang, dia juga jarang mengeluh, Risa sekarang lebih fokus mengikuti yoga untuk Ibu hamil, dan melakukan aktivitas ringan, dia juga mempunyai hobby baru membuat baju rajutan yang dia buat sendiri untuk calon anaknya nanti.


jangan lupa juga mampir di cerita aku yang lain :


- Aku bukan takdirmu

__ADS_1


- Angel of death or Siren Prince


- Istri Lugu Presiden Han


__ADS_2