![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Kevin dan Sona masih dalam perjalanan menuju kebandara, Ke duanya masih sibuk dengan urusannya masing-masing yang satu sangat fokus pada ponselnya dan satu laginya fokus pada laptopnya, tapi kadang-kadang keduanya akan saling merilik satu sama lain.
Seperti saat ini, Kevin yang sedang melihat kearah Sona yang lupa memakai sabuk mengaman, kemudian Kevin segera mendekatinya dan langsung memasangkan sabuk pengaman itu ditubuhnya.
Sona : “Hei! Kau bisa mengatakannya padaku, tak perlu sampai harus memasangkannya juga”
Kevin : “apa aku tidak boleh melakukannya?”
Sona : “Tidak! Itu sangat tidak sopan!”
Kevin : “baiklah, aku tak akan mengulanginya”
Kevin kembali pada pekerjaannya semula, awalnya dia ingin membicarakan sesuatu pada Sona, jika dirinya akan pergi keparis dua bulan lagi, tapi setelah di pikir untuk apa Kevin mengatakan itu pada Sona, toh mereka saja tak memiliki perasaan apupun satu sama lain dan pernikahan itu akan terjadi karna kedua orang tua mereka yang menginginkannya.
Kevin pun tak mempermasalahkan hal itu karna Kevin pun merasa jika dirinya sudah merasa terbiasa dengan Sona, Kevin juga berfikir jika dia tak punya waktu untuk mengenal banyak wanita dan memilih siapa yang akan pantas untuknya, jika memang mereka tidak cocok satu sama lain saat nanti sudah menikah, Kevin tak akan pernah memaksa Sona untuk bertahan padanya, Kevin sendiri yang akan mengajukannya sendiri tanpa Sona minta.
Kevin tak sadar jika pikirannya telah melampau batasan, tidak biasanya Kevin sepertinya, dia pun bingung pada dirinya sendiri apa yang terjadi pada dirinya.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai di bandara, waktu sudah menunjukan pukul 10.30 waktu korea, jika dilihat dari waktu jepang seharusnya Lisa dan Ibunya sudah dalam pesawat dan sebentar lagi pesawat segera sampai.
Kevin mengulurkan tangannya pada Sona untuk bermasuk mengandeng wanita itu sampai kedalam, namun Sona hanya terdiam dan menatap tangan Kevin dengan bingung.
Sona : “apa?”
__ADS_1
Kevin : “kamu sangat tidak peka”
Tak mau menunggu Sona memberikan tangannya, Kevin langsung mengambil tangan Sona, lalu mengandeng gadis itu kedalam bandara.
Sona : “kita tidak sedang menyebrang untuk apa mengandengku?”
Kevin : “apa kita akan menyebrang? Aku cuman ingin kau tak hilang saja”
Sona : “aku bukan anak kecil!”
Kevin : “kau memang bukan anak kecil Sona”
Sona hanya bisa pasrah saat pria yang ada didepannya menyeretnya seperti koper, dengan susah payah Sona mengimbangi jalan Kevin yang sangat cepat.
Mereka berdua memutuskan untuk menunggu Lisa dan Risa, di kursi yang disediakan disana, mereka duduk bersamping-sampingan.
Sona : “kau ini kenapa? Disini masih banyak kursi yang kosong, kenapa harus duduk disampingku!”
Dengan terpaksa Sona menggeser posisi duduknya untuk menjauh dari Kevin, namun pria itu ikut juga mengeser posisi duduknya hingga keduanya menjadi duduk bersampingan lagi, Sona bergeser lagi dan Kevin mengikuti, hingga mungkin karna kesal Kevin menahan Sona dengan melingkarkan tangan kanannya di pinggang Sona untuk mencegahnya mengeser posisi duduknya.
Sona langsung menatap Kevin, dia sangat terkejut dengan apa yang pria itu lakukan padanya, tatapan Sona langsung bertemu dengan wajah tampan Kevin yang cukup dekat, jika salah satu memajukan wajahnya mungkin hidung mereka akan saling bersentuhan.
Kedua larut dalam tatapan masing-masing, degup jantung Sona berdetak lebih cepat dari biasanya, baru kali ini dia mengakui jika Kevin memang tampan, wajah putih mulus itu membuat Sona ingin menyetuhnya, dan jangan lupa dengan mata yang berwarna coklat itu.
__ADS_1
Kevin dengan usil meniup wajah Sona yang tidak berkecip saat menatapnya, dia saat suka menggoda wanita yang kini ada dihadapannya, dengan cara seperti Kevin jadi mengerti jika Sona memanglah wanita yang pemalu namun dia tidak pernah mau menunjukan, dia sangat menutup rapat sifat itu dengan sifat cuek dan ketusnya.
Beberapa menit kemudian, sosok yang ditunggu pun akhirnya sampai dibandara, Lisa dan Risa mulai berjalan kearah Kevin dan Sona yang menunggu mereka.
Kevin dengan cepat mengambil barang-barang yang ada di tangan Ibu, dia juga memberikan pelukan hangat pada ibunya, dan saat ingin memeluk sang adik, Kevin melihat Sona dan Lisa yang masih berpelukan, menyaksikan kejadian ini membuat hatinya menghangat, berapa kuatnya persahabatan mereka.
Kevin : “Ibu lebih baik kita kemobil dulu, biarkan mereka berdua berbicara”
Kevin dan Risa berjalan bersama, sambil membawa koper yang cukup banyak karna barang yang mereka gunakan dijepang memang banyak apalagi pakaian dan koleksi boneka Lisa.
Lisa : “Sona, aku senang bisa kembali ke korea, namun aku juga sangat sedih harus berpisah dengannya”
Sona : “kamu sudah berbaikkan dengan Dokter Han?”
Lisa : “Ya, kamu sudah kembali, tapi aku tak bisa bertemu dengannya lagi, butuh beberap bulan untuk bisa bertemu”
Sona : “Baiklah, kamu bisa menceritakannya nanti saat kita di mobil, sekarang jangan menangis Lisa”
Sona menuntun Lisa untuk segera kemobil karna dipasti tahu jika Kevin dan Ibu Lisa sudah menunggu mereka didalam mobil.
note : maaf kalau kalian tak tertarik pada cerita Sona&Kevin, aku enggak bisa hanya fokus pada cerita Han&Lisa, karna keduanya juga memiliki karakter cerita masing-masing. dan terima kasih untuk pengertiannya, jika memang kalian tak suka cerita Sona&Kevin. kalian bisa melewati ceritanya dan menunggu besok untuk cerita Han&Lisa, tapi aku lebih suka kalau kalian tetap itu cerita Sona&Kevin, itu membuatku merasa dihargai.
jangan lupa untuk like dan komen untuk bab ini, see you ...
__ADS_1