Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 31 - The Winter


__ADS_3

Hari telah berganti ...


Hari ini adalah hari memasuki awal musim salju, sejak malam hari butiran salju mulai berturunan, di pagi yang tak begitu cerah ini, banyak sekali kebahagian yang dirasakan masyarakat jepang, sebagian dari mereka menikmati indahnya turunnya salju dengan keluarga mereka ataupun orang terkasih.


Hari ini juga semua keluarga Lisa sedang berkumpul untuk memberikan kehangatan mereka pada Lisa, mereka semua datang saat Lisa belum membuka kedua matanya.


Disana ada Lian, Risa, Kevin dan tentu saja ada Sean. Mereka semua masing-masing membawa hadiah yang sangat Lisa sukai entah itu coklat, boneka doraemon, kue red velvet, dan sweater hangat yang khusus buatan Risa.


“Terima kasih, aku sangat bahagia dengan kehadiran kalian disini” ucap Lisa yang tersenyum bahagia walaupun hatinya masih mengharapkan bertemu dengan seseorang dihari yang bahagia ini.


“kami masih mempunyai satu kejutanmu Lisa, sekarang tutuplah kedua matamu dulu” ucap Sean yang ada di samping Lisa, tak ada rasa canggung, Sean dengan cepat menutupi mata Lisa dengan kedua tangannya.


Seorang gadis cantik yang pakaian musim dingin itu mulai melangkah masuk kedalam ruangan Lisa sambil membawa sebuah kado yang cukup besar hingga membuatnya sulit untuk melihat jalan.


Kevin yang melihat dengan cepat mengambil kado yang ada di tangan gadis itu dan berjalan bersama dengannya, mereka berdua berjalan mendekati Lisa dengan langkah yang hati-hati.


Secara perlahan Sean membuka kedua tangannya membiarkan Lisa untuk melihat kejutan yang mereka siapkan untuk Lisa. Dengan cepat Lisa membuka kedua matanya dan betapa bahagianya dia melihat seseorang ada dihadapannya sekarang.


“Sona! Aku sangat merindukanmu” ucap Lisa, dia langsung memeluk sahabatnya yang ada di sampingnya.


“aku juga merindukanmu Lisa” balas sang sahabat, dia menangis sangat membalas pelukan Lisa, betapa sangat rindu Sona terhadap Lisa.


“Sona, aku tak percaya jika akan bertemu denganmu disini” ucap Lisa, dia juga menangis, biasanya sepanjang hari mereka akan menghabiskan waktu bersama entah itu saat kuliah ataupun melakukan kegiatan lainnya. Tapi karena Lisa sakit mereka harus berpisah.


“kenapa kamu berkata seperti itu?  aku disini untuk mememanimu Lisa, kamu pasti bisa melewati semua ini, aku yakin Lisaku sangat kuat” ucap Sona, dengan lembut dia mengusap air mata yang ada di pipi Lisa.


“aku membawa hadiahmu”


“ini? Sangat besar! Apa isinya?” tanya Lisa, dia menatap bingung pada kotak besar berwarna biru yang ada di hadapannya.


Dengan semangat Lisa membuka kotak besar itu, dan ternyata isinya adalah surat-surat yang diberikan teman-teman di satu universitas. Dalam setiap surat berisikan kata-kata yang menyemangati untuk kesembuhannya, Lisa terharu pada semua orang yang peduli padanya, mendapatkan semua hadiah ini membuat Lisa semakin semangat untuk sebuah dan segera ingin bertemu dengan mereka.


“Sona, terima kasih”


“sama-sama Lisa, ingat kamu harus berjuang, banyak orang yang merindukanmu”


“sekarang putri Ayah harus semangat, kita semua ada untukmu Lisa, sampai dirimu sembuh” ucap sang Ayah, dia tersenyum bahagia melihat putrinya yang sudah lebih baik dari sebelumnya.


“Dia juga putriku” ucap sang Ibu yang tak mau kalah.


“dia juga adikku yang paling manis” ucap Kevin dengan gemasnya dia mencubit kedua pipi Lisa.


Semua orang tertawa melihat Lisa yang marah karena perbuatan kakaknya, semua sangat menikmati indah salju pertama di dalam ruangan Lisa. canda, tawa dan kehangatan bersatu menjadi sebuah semangat untuk Lisa.


Entah kenapa hari terasa seperti mimpi untuk Lisa, sebelum membuka kedua matanya. Lisa juga bermimpi jika Han, memberikan satu kecupan di kening dan mengatakan kata manis padanya, semua ini membuat Lisa merasa apakah ini akan menjadi kebahagian terakhirnya? Atau awal dari kesedihan semua orang?


*********


Saat Siang hari ....


Kini yang ada di ruangan hanya ada Lisa dan Sona, kedua orang tuanya dan Kevin sedang ada didalam ruangan Dokter Park, katanya ada hal yang akan mereka bahas sebelum Lisa melakukan operasi yang akan dilaksanakan Tiga hari lagi.


“sejak kapan kamu menjadi begitu dekat dengan kakakku” tanya Lisa pada sahabat langsung salah tingkah mendengar pertanyaan Lisa.


“aku--Kita--Aku tidak dekat dengan kakakmu” ucap Sona, dia sangat gugup untuk menjawab pertanyaan Lisa, dengan malu dia menundukkan pandangannya.


“kamu tidak bisa berbohong padaku Sona, telingamu memerah, itu pertanda kamu sedang berbohong”


“kau tahu jika aku tidak bisa berbohong untuk bertanya padaku!”


“kamu menyukainya?”


“aku tidak tahu, tapi saat berdekatan dengannya detak jantungku terus berdetak dengan kencang dan terkadang aku merasa gugup, jika ada disampingnya apalagi saat berbicara dengannya”


“bagaimana kalian bisa saling mengenal?”


“itu berawal dari saat aku mengunjungi rumahmu, saat itu kamu tidak memberi kabar padaku, jadi aku memutuskan untuk kerumahmu, lalu sesampainya dirumah, aku bertemu dengan kakakmu yang ingin berangkat kerja, kita hanya mengobrol sedikit, setelah itu dia meminta nomor telepon dan sejak itu, aku dan kakakmu beberapa kali kami sering bertemu dan--”

__ADS_1


“kalian kencan?” tanya Lisa yang langsung motong ucapan Sona yang belum tuntas.


“tidak! Kamu harus mendengarkan semua penjelasanku dulu Lisa, kami bertemu di universitas untuk meminta izin dari pihak universitas untuk masalahmu, lalu kakakmu sering bertanya padaku juga tentangmu, dan dia memberikanku ide untuk meminta seluruh orang yang mengenalmu untuk menulis surat, semua ini adalah rencana kakak Kevin, dia bahkan memaksaku untuk mengambil cuti kuliah untuk bertemu denganmu Lisa”


“kupikir kakak Kevin sudah berubah, ternyata sikap pedulinya masih sama seperti dulu, terimakasih Sona kamu sudah menceritakannya, jika kamu tidak menceritakan mungkin aku tak akan tahu apa-apa”


“kakak Kevin juga mengatakan padaku untuk merahasiakannya darimu”


“bagaimana jika sebagai imbalannya aku akan menceritakan tentang masa kecil kakakku”


“benarkah? Ceritakan! Semua kepadaku”


******


Ruangan Dokter Park terasa begitu mencengkramkan dan cukup menegangkan.


Di dalam ruangan itu dokter Park menceritakan penyakit Lisa secara mendetail, satu-satu dia menjelaskan semua perkembangan Lisa dari hari ke hari selama satu bulan terakhir ini.


“jika kalian melihat grafik ini, jika grafik ini menggambarkan jika sakit kepala yang sering Lisa rasakan sudah mulai berkurang bahkan sudah beberapa hari ini dia sudah tidak mengeluh sakit kepala, ini adalah kemajuan yang sangat baik, dan untuk melakukan operasi pun kemungkinan akan berjalan dengan baik” jelas dokter Park.


“apakah nanti anda yang akan menangani Lisa saat operasi?” tanya Kevin.


“saya akan terlibat dalam operasi ini, tapi untuk yang menangani Lisa secara keseluruhan adalah dokter Han”


“tunggu! Dokter Park kenapa anda menyerahkan pada dokter seperti itu pada putriku!” ucap Lian yang langsung tak suka jika Dokter Han yang akan menangani Lisa saat operasi nanti.


“karna Han adalah dokter yang hebat, dia sudah ahli dalam hal ini, anda meyakininya, sudah banyak pasien yang berhasil saat dia rawat”


“tapi dokter park--”


“Lian, kamu tidak sembarangan memutuskan sesuatu dengan egomu, yang akan menjalani Lisa bukan dirimu, dan dokter Park tak akan sembarang memilih seseorang” ucap Risa, dia mencoba meyakini sang suami yang tak menerima semua keputusan dokter park.


“nyonya Risa benar saya tak akan melakukan hal itu Tuan Lian, Han adalah dokter yang ahli dalam saraf otak dan jika anda tidak percaya, aku memiliki sertifikat resminya”


“dokter Park, terima kasih untuk semua kebaikan anda selama ini, kami sangat berhadap putri kami cepat sembuh”


“saya tak pantas untuk itu nyonya Risa, karena sepenuhnya yang merawat Lisa adalah dokter Han, seharusnya anda berterima kasih padanya”


Tak lama kemudian keluarga Jung meninggalkan ruangan park dan kembali keruangan Lisa.


Saat Lian, Risa dan Kevin kembali keruangan Lisa mereka dikejutkan dengan pemandangan dimana Lisa dan Sona sedang tertidur dengan tenang.


Melihat ini, mengurungkan niat mereka untuk masuk kedalam, mereka takut akan mengganggu tidur siang mereka.


“Kevin, Ibu dan Ayah akan keluar sebentar untuk makan siang, apakah kamu mau bergabung?" tanya Risa pada putranya.


“kalian pergi berdua saja”


"baiklah, jika tidak keberatan, apa kamu bisa memindahkan Sona ke sofa? Ibu tidak tega melihatnya tertidur dengan posisi seperti itu”


“Ya, Ibu”


“Lian ayo pergi, aku sudah sangat lapar” ucap Risa yang menarik tangan sang suami untuk meninggalkan ruangan itu.


Kevin masih terdiam di samping Sona yang sedang tertidur di kursi dekat Lisa, dia bingung harus membangunkannya atau langsung memindahkannya saja.


Kevin bergerak untuk mengangkat Sona, namun saat dia ingin menyentuh tubuhnya gadis itu, tiba-tiba Sona bergerak dan membuat kursi yang diduduki menjadi tidak seimbang.


Sebelum tubuh Sona terjatuh Kevin segera mengangkat tubuh itu, tapi keseimbangan tubuhnya yang belum siap membuat tubuhnya jatuh lantai dan membuatnya terduduk dilantai dengan Sona yang ada di pangkuannya.


“Akh!”


Mata Sona langsung terbuka saat dia mendengar suara teriakan seorang yang kesakitan, matanya bertemu dengan mata Kevin yang membuat keduanya langsung terdiam.


Sona sangat terkejut, bagaimana bisa tubuhnya ada di pangkuan Kevin dan Oh Tuhan ingin rasanya Sona berteriak, jarak ini terlalu dekat itu sangat berbahaya untuk jantungnya, dan Sona tertunduk malu saat tanpa sadar tangannya menyentuh dada bidang Kevin.


Sedangkan pria yang membuat masalah itu hanya kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh Sona atas kejadian ini.

__ADS_1


“kakak Kevin kenapa hmp--,”


Baru saja Sona ingin bertanya tentang apa yang terjadi, tiba-tiba Kevin menarik kepala Sona dan lalu mencium bibir sahabat adiknya, oh Kevin kau sudah gila berani sekali kau melakukan ini kepada teman adikmu!


Sona benar-benar terkejut, matanya terbuka sangat lebar dan degup jantungnya terasa berpompa begitu kencang, entah kenapa ruangan ini terasa begitu panas dan juga membuatnya sulit untuk bernafas. Sona tidak bisa berbuat apa-apa, tangannya ditahan oleh Kevin dan kepalanya juga ditahan oleh Kevin.


'Kenapa aku hanya diam? Sona itu ciuman pertamamu! Seharusnya kamu marah tapi kenapa kamu hanya diam saja! Bodoh!' ucap Sona pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Kevin segera melepaskan tangannya yang ada dikepala Sona, dan secara perlahan-lahan melepaskan ciuman itu, untuk pertama kalinya Kevin melakukan ini, dengan hal yang dia baru lakukan itu malah akan semakin membuat bingung bukan malah memberinya solusi.


Keduanya hanya saling bertukar pandangan, Sona bingung untuk melakukan apa, dan Kevin pun sama, hingga suara dering ponsel yang berasal dari Kevin langsung menyadarkan mereka berdua dari lamunan mereka.


“maaf” ucap Sona, dia segera bangun dari pangkuan Kevin, dan segera menjauh darinya.


Ponsel itu terus berdering, membuat Kevin harus segera bangun dari posisi dan mengangkat panggilan tersebut.


“Ya, ada apa sekertaris Kim”


“aku masih butuh beberapa hari disini”


“baiklah, aku akan menghubungimu nanti”


Setelah selesai menutupi panggilan itu, Kevin kembali ke ruangan itu, dengan canggung dia mendekati Sona yang sedang duduk di sofa.


“apakah kamu mau makan siang bersamaku?”


*******


Hari ini Han memilih untuk kerumah sakit saat jam istirahat, pagi-pagi sekali Tuan Park sudah menghubunginya untuk menyuruhnya kerumah sakit karena ada hal penting yang ingin mereka diskusikan berdua.


Kini Han sudah sudah ada di dalam ruangan Park, dokter Park juga sudah ada disana dengan dua gelas Coffe yang ada di mejanya.


“hal apa yang ingin anda katakan Tuan Park”


“kau selalu saja berbicara formal padaku, kita sudah lima tahun bersama, kapan kau berhenti menganggapku tuanmu?”


“aku tidak tahu, ini sudah menjadi kebiasaanku”


"baiklah, Han kamu sudah tahukan jika sebentar lagi Lisa akan menjalankan operasi?”


“Ya, aku tahu tiga hari lagi”


kau yang akan sepenuhnya menangani Lisa di ruangan operasi”


“tapi--Kenapa harus aku? Aku takut keluarganya Lisa tak setuju, dan malah membuat operasi itu akan tertunda, sedangkan inilah waktu yang tepat karena kondisi Lisa sudah membaik”


“kau ragu pada dirimu sendiri?”


“aku hanya takut melakukan kesalahan, aku tidak bisa melihatnya--”


“karena kamu mencintainya sehingga kamu takut kehilangannya?”


“.........”


“aku selalu percaya jika kamu bisa melakukannya Han, tapi kenapa kamu malah tidak yakin dengan dirimu sendiri! Han kamu harus yakin”


“beri aku waktu”


“sampai kapan? Sampai Lisa mencintai orang lain atau kondisinya yang akan memburuk lagi? Ingat Han tiga hari bukan waktu yang panjang dan bukan waktu yang singkat, aku jadi meragukan jiwa dokter dalam dirimu, kau bahkan tidak menemui pasien selama berhari-hari?”


“maafkan aku, haruskah aku mengundurkan diriku? Aku sangat bingung untuk melakukan apa dokter park”


“buat semua ini menjadi mudah dan ikuti kata hatimu Han, aku akan memberi satu hari untuk berfikir dan ketika besok kamu kembali kamu harus sudah yakin jika kamu pasti bisa"


jangan lupa juga mampir di cerita aku yang lain :


- Aku bukan takdirmu

__ADS_1


- Angel of death or Siren Prince


- Istri Lugu Presiden Han


__ADS_2